Kementerian LHK Terus Dorong Pengembangan HTI untuk Bioenergi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kementerian LHK Terus Dorong Pengembangan HTI untuk Bioenergi

Kamis, 28 Januari 2021 | 19:56 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, Kementerian LHK terus mendorong pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk bioenergi atau singkatnya adalah Hutan Tanaman Energi (HTE). Salah satu yang dilakukan yakni pelepasan kawasan hutan 6,91 juta hektare (ha) di mana 78,39 persen adalah kebun sawit yang juga berpotensi untuk menjadi sumber bioenergi, di samping adanya izin pinjam pakai kawasan hutan seluas 0,44 juta ha adalah HTI untuk sektor energi.

Hal itu disampaikan Siti Nurbaya dalam dialog nasional yang digelar salah satu grup media di Indonesia, Kamis (28/1/2021). Dialog bertema “Sustainable Energy: Green and Clean”, juga menghadirkan narasumber menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ketua Komisi VII DPR, direktur utama PT Pertamina, kepala SKK Migas, dan direktur utama PLN.

Siti mengawali paparannya dengan menerangkan Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dan tingkat emisi gas rumah kaca (GRK) Nasional. Dalam NDC-nya, Indonesia memiliki target penurunan emisi GRK pada tahun 2030 sebesar 29 persen, dan hingga 41 persen dengan dukungan internasional.

“Target NDC pada tahun 2030, yaitu penurunan emisi GRK sebesar 29 persen atau setara dengan 834 juta ton CO2e. Khususnya pada sektor energi, target pengurangan karbon sebesar 314 juta ton CO2e. Angka tersebut terbagi dalam beberapa sub sektor yaitu energi efisiensi sebesar 41,76 juta ton CO2e, energi baru terbarukan (EBT) 183,66 juta ton CO2e, energi bersih 74,00 juta ton CO2e, fuel switching 9,59 juta ton CO2e, dan agriculture, forestry and other land use (AFOLU) 5,00 juta ton CO2e,” terang Siti Nurbaya.

Kementerian LHK selaku National Focal Point (NFP) pada UNFCCC, kata Siti Nurbaya, selalu memberikan dukungan agar kelima sektor dalam NDC yaitu sektor energi, limbah, industrial processes and production use (IPPU), pertanian, dan kehutanan dapat mencapai target pengurangan emisi.

Mendorong upaya pencapaian target NDC pada sektor energi, Siti Nurbaya menyampaikan hal yang dapat didukung oleh Kementerian LHK dalam EBT adalah mendorong HTI untuk bioenergi, pemanfaatan jasa lingkungan air untuk teknologi mikrohidro, pemanfaatan sampah menjadi energi listrik, dan pemanfaatan panas bumi atau geothermal.

Hal lain dari Kementerian LHK untuk mendukung terciptanya EBT adalah adanya kebijakan dan regulasi usaha pengembangan hutan tanaman energi yaitu Peraturan Menteri LHK Nomor 62 Tahun 2019 dan Nomor 11 Tahun 2020. Kemudian, penerapan sistem agroforestry pada hutan tanaman dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan energi.

"Kementerian LHK juga telah menyusun nota kesepahaman dengan Kementerian ESDM tentang pengembangan EBT di kawasan hutan,” jelas Siti Nurbaya.

Potensi Bioenergi
Hingga saat ini, kata Situ Nurbaya, telah terdapat potensi-potensi terkait HTI untuk bioenergi, di antaranya terdapat 14 unit usaha dengan luas tanaman energi 156,032 ha dengan jenis tanaman berupa sengon, kaliandra, akasia, bakau, gamal, bambu dan lainnya. Terdapat juga 18 unit usaha di 10 provinsi yang berkomitmen mengembangkan bioenergi, dengan luas tanaman energi 46.600 ha.

Siti juga mencontohkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dari Kementerian LHK yang dapat mendukung EBT. Contoh yang pertama adalah teknologi mikrohidro yang dapat menjadi pembangkit listrik tenaga air skala kecil dengan batasan kapasitas antara 5 kW hingga 1 MW per unit. Pemanfaatan jasa lingkungan air sebagai mikrohidro ini dapat membantu daerah remote yang tidak terjangkau pembangkit dari PLN.

Teknologi mikrohidro di kawasan konservasi memanfaatkan aliran sungai. Teknologi ini telah memberikan manfaat kepada 29.285 kepala keluarga di 16 desa sekitar kawasan konservasi. Selain di kawasan konservasi, dunia usaha atau para pemegang ijin pemanfaatan jasa lingkungan air juga telah ada yang berkontribusi membangun pembangkit listrik mikrohidro.

"Sebanyak 7 unit pemegang izin, terdapat 2 unit yang telah membangun mikrohidro yaitu di kawasan Taman Naional (TN) Kerinci Seblat sebesar 6 MW dan TN Manupeu Tanadaru-Laiwangi Wanggameti sebesar 1,6 MW. Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian LHK hingga saat ini telah membangun 31 unit mikrohidro yang memberi manfaat pada 1.731 kepala keluarga di 28 desa sekitar kawasan hutan," katanya.

Dukungan lainnya agar EBT tercipta adalah mendorong pemanfaatan sampah menjadi energi listrik. Diperkirakan, total sampah yang bisa diolah mencapai 16 ton per hari, untuk menghasilkan listrik sebesar 234 MW. Beberapa lokasi percepatan pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Teknologi Sampah (PLTSa) antara lain Palembang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, DKI Jakarta, Kota Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Denpasar, Surabaya, Manado dan Makassar.

Potensi EBT lainnya adalah panas bumi atau geothermal yang di Indonesia mencapai hingga sebasar 14.961 MW. Jumlah tersebut, sebesar 12.705 MW berada di kawasan konservasi yang menyebar di 18 Provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Maluku.

Melihat potensi EBT yang sangat besar di Indonesia, Menteri Siti mengharapkan penciptaan dan pemanfaatan EBT di Indonesia dapat meningkat hingga sebesar 50 persen pada tahun 2050, agar penggunaan bahan bakar fosil seperti batubara dapat berkurang hingga 50 persen pada tahun yang sama.

Menteri Siti menegaskan pada dialog kali ini bahwa Indonesia termasuk negara yang cukup baik dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Tren positif Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim dibuktikan dengan keberhasilan kinerja pengurangan emisi GRK periode 2014-2016 dengan volume pengurangan emisi sekitar 20,3 juta ton CO2e. Hasil positif tersebut membuat Indonesia menerima dana sebesar 103,8 juta Dolar Amerika dari Green Climate Fund (GCF) melalui skema Result Based Payment (RBP). Melalui skema yang sama juga, Indonesia menerima 56 juta dolar Amerika dari Norwegia atas keberhasilan penurunan emisi GRK.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Sengketa Tanah Rocky Gerung, Camat dan BPN Silang Pendapat

Camat Babakan Madang maupun kantor ATR/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bogor saling silang pendapat terkait kasus tanah Rocky Gerung.

NASIONAL | 26 September 2021

PJI, Citi, AIG, dan Marsh Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Digitalisasi

Prestasi Junior Indonesia (PJI) mengimplementasikan edukasi kewirausahaan JA Company Program bagi 323 pelajar SMA/SMK di Jakarta dan Bandung.

NASIONAL | 26 September 2021

FSGI Dorong Pemerintah Segera Lakukan Evaluasi PTM Terbatas

FSGI mendapat laporan dari sejumlah Serikat Guru Indonesia (SGI) daerah, bahwa terjadi sejumlah pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

NASIONAL | 26 September 2021

Atasi Terorisme, Kadensus 88 Tekankan Pentingnya Pendekatan Humanis

Menurut Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Martinus Hukom, mengentaskan perkara terorisme dengan cara yang lebih humanis adalah amanat undang-undang.

NASIONAL | 26 September 2021

Korban Baku Tembak KKB Bharada Kurniadi Dimakamkan di Aceh

Bharada Muhammad Kurniadi yang gugur dalam baku tembak dengan KKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, akan dimakamkan di Tamiang, Aceh.

NASIONAL | 26 September 2021

Menhub Pastikan Kesiapan Sarana Prasarana Transportasi PON Papua

Menhub Budi Karya memastikan telah menyiapkan sejumlah infrastruktur baik sarana maupun prasarana transportasi telah siap mendukung PON Papua.

NASIONAL | 26 September 2021

Dampingi Mendag, Wali Kota Denpasar Siap Terapkan PeduliLindungi di Pasar Tradisional

Wali Kota Denpasar siap menerapkan SOP PeduliLindungi di pasar-pasar tradisional di Denpasar, Bali.

NASIONAL | 26 September 2021

Bongkar Kasus Suap Azis, DPP LPPI: Bukti KPK Kuat Tanpa Novel Cs

KPK terbukti tidak melakukan tebang pilih dalam penegakan hukum dengan ditangkapnya mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

NASIONAL | 26 September 2021

Gorontalo Siap Pasok Kebutuhan Jagung Nasional

Andika perwakilan PT SEGER Agro Nusantara cabang Gorontalo menjelaskan memiliki stok sekitar 3.000 ton di gudang.

NASIONAL | 26 September 2021



TAG POPULER

# Update Covid-19


# Literasi Perdamaian


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Lionel Messi


# Kiwirok



TERKINI
Penyidik Polda Papua Segera Minta Keterangan Nakes Gerald Sokoy

Penyidik Polda Papua Segera Minta Keterangan Nakes Gerald Sokoy

NASIONAL | 22 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings