Ada 21 Bukti Video Terkait Perkara Red Notice Djoko Tjandra
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ada 21 Bukti Video Terkait Perkara Red Notice Djoko Tjandra

Kamis, 28 Januari 2021 | 21:18 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Polri menemukan 3.123 dokumen video dalam hard disk yang disita sebagai barang bukti penyidikan kasus dugaan suap pengurusan red notice Djoko Tjandra. Dari jumlah itu, hanya 21 video yang dianalisis tim digital forensik Polri.

Demikian dibeberkan ahli digital forensik Polri, Kompol Heri Priyanto saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan red notice dengan terdakwa Joko Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Diketahuinya jumlah video yang berkaitan dengan perkara bermula ketika Jaksa Penuntut Umum mempertanyakan apa yang ditemukan ahli saat analisa barang bukti hard disk tersebut.

"Apa yang ditemukan di dalam hard disk tersebut, bisa dijelaskan secara garis besar?," tanya jaksa.

Menjawab hal itu, Heri mengatakan dari hard disk itu ditemukan ribuan file video, tetapi hanya beberapa video yang dianalisa karena sisanya tidak berkaitan dengan perkara.

"Setelah dilakukan proses imaging terdapat data yaitu antara lain gambar nol, video sebanyak 3.123, file audio terbanyak. Dari data-data tersebut kita temukan informasi yang terkait dengan pemeriksaan berupa 21 file video," jawab Heri.

Jaksa kembali mempertanyakan soal 21 video tersebut. Jaksa mempertanyakan 21 video yang dianalisa itu dipilih oleh ahli atau sudah ditentukan oleh penyidik.

"Ada 21 file video, bagaimana menentukannya? Memang isinya 21 atau dipilah-pilah? Sehingga diputuskan yang ditetapkan 21?," tanya jaksa.

Heri menjawab jika semua video yang dianalisanya merupakan hasil koordinasi penyidik. Dia hanya menjalankan tugas untuk menganalisa 21 video tersebut.

"Berdasarkan keterangan penyidik. Penyidik yang meminta dari sebanyak sekitar 3.123 file video, yang terkait dengan masuk pemeriksaan hanya 21 menurut penyidik," jawab Heri.

Diketahui, Djoko Tjandra didakwa memberikan suap sejumlah USD 500.000 dari yang dijanjikan USD 1 juta kepada Pinangki Sirna Malasari selaku Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung melalui pengusaha Andi Irfan Jaya yang juga mantan politikus Nasdem.

Suap itu diberikan Djoko Tjandra kepada Pinangki untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung agar pidana penjara yang dijatuhkan kepada Djoko Tjandra berdasarkan Putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani pidana.

Selain menyuap Pinangki terkait permintaan fatwa ke MA, Joko Tjandra juga didakwa menyuap Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kabiro Kordinasi dan Pengawasan PPNS Polri dan Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter Polri untuk menghapus namanya dari daftar red notice Polri atau status daftar pencarian orang (DPO). Melalui perantara Tommy Sumardi, Djoko Tjandra memberikan suap sebesar SGD 200.000 dan USD 270 kepada Napoleon, serta USD 150. 000 untuk Prasetijo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Akar Masalah Lapas Overcrwoded: Arus Masuk Deras, Keluar Kecil

Arus masuk ke lembaga pemasyarakat (lapas) begitu deras, sedangkan warga binaan yang telah menjalani masa hukuman begitu kecil.

NASIONAL | 20 September 2021

Bupati Bogor Ungkap Alasan Warga Tolak Wacana 4 in 1 ke Puncak

Menurut Bupati Bogor Ade Yasin wacana tersebut ditolak karena warga Puncak merasa khawatir akan timbul masalah baru yaitu timbulnya joki.

NASIONAL | 20 September 2021

Sah, Komisi VIII Setujui Anggaran 2022 Kementerian Sosial Rp 78,25 Triliun

DPR mendukung program dan kebijakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang konsisten berpihak pada kepentingan masyarakat pra-sejahtera.

NASIONAL | 20 September 2021

Cegah Fraud, Kejagung Gelar Forum Koordinasi dengan Himbara

Kejagung menyelenggarakan Forum Koordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara untuk membahas pentingnya mencegah terjadinya fraud.

NASIONAL | 20 September 2021

Setara Institute Serukan Hentikan Kekerasan dan Lindungi Penduduk Sipil di Papua

Setara Institute menyerukan seluruh pihak untuk menghentikan kekerasan serta melindungi objek dan penduduk sipil di Papua.

NASIONAL | 20 September 2021

Kepala BNPT Ingin Mitra Deradikalisasi Ciptakan Kerukunan

Kepala BNPT Boy Rafli Amar meminta mitra deradikalisasi agar senantiasa menjaga kerukunan.

NASIONAL | 20 September 2021

Sidang Kode Etik Napoleon Bonaparte Tunggu Kasusnya Inkrah

Komisi Kode Etik Polri sudah menyiapkan sidang bagi Napoleon Bonaparte, namun pelaksanaannya menunggu inkrah putusan persidangan suap Djoko Tjandra

NASIONAL | 20 September 2021

Menteri Bintang: Siapkan Generasi Berkualitas, Pendidikan Karakter Penting bagi Anak

Pendidikan karakter bagi anak dinilai penting guna mempersiapkan generasi mendatang yang berkualitas menuju Indonesia layak anak 2030 dan Indonesia Emas 2045

NASIONAL | 20 September 2021

Besok, KPK Jadwalkan Periksa Anies dan Prasetio Edi Soal Korupsi Tanah Munjul

Tim penyiik KPK menjadwalkan memeriksa Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi terkait kasus dugaan korupsi tanah di Munjul.

NASIONAL | 20 September 2021



TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Pertama Kali Selama Pandemi Tingkat Penularan Covid-19 di Bawah 1

Pertama Kali Selama Pandemi Tingkat Penularan Covid-19 di Bawah 1

KESEHATAN | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings