Kemdikbud Dorong Program D3 Jadi Sarjana Terapan
Logo BeritaSatu

Kemdikbud Dorong Program D3 Jadi Sarjana Terapan

Sabtu, 30 Januari 2021 | 22:36 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong program D3 agar ditingkatkan menjadi sarjana terapan (D4), sehingga bisa menghasilkan lulusan dengan kompetensi istimewa. Kemdikbud juga sudah menyiapkan paket khusus untuk pendidikan sarjana terapan agar lulusannya tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud Wikan Sakarinto dalam webinar berjudul "Sukses Masa Depan Melalui Sarjana Terapan” yang digelar, Sabtu (30/1/2021).

Wikan mengatakan salah satu syarat utama program sarjana terapan adalah link and match. Menurutnya, kurikulum hanya salah satu bagian saja dari pendidikan sarjana terapan yang komprehensif.

"Seluruh D3 kita mengharapkan upgrade ke D4. Apakah wajib? Tidak wajib terserah politeknik masing-masing, fakultas vokasi, atau institut masing-masing yang punya D3 kita dorong upgrade ke D4 dengan menu ini," ujar Wikan.

Wikan menjelaskan menu yang dimaksudnya adalah "8+1", antara lain kurikulum yang disinkronkan dengan soft skills, project based learning, syarat pengajar dari industri minimal 50 jam per program studi (prodi), syarat magang minimal satu semester.

"Ini paket minimum yang kita persyaratkan kalau mau bikin kurikulum D4 'nasi pecel istimewa'. Kita tidak akan membiarkan D4 bediri dengan menu seadanya," ujarnya.

Wikan menegaskan bahwa program D3 tidak bisa begitu saja disebut D4 atau sarjana terapan tanpa memenuhi paket 8+1 tersebut. "Bukan MoU (nota kesepahaman), foto-foto masuk koran. Itu level pacaran saja belum. Kita butuh D4 dengan link and match yang 'menikah'," ucapnya.

Wikan mengatakan semua jalur pendidikan baik sarjana akademis atau sarjana terapan pada dasarnya bagus. Namun, yang dibutuhkan adalah gairah atau semangat. Artinya, seseorang yang masuk dunia pembelajaran tanpa adanya gairah, tujuan, dan keyakinan, maka hanya memiliki motivasi sekadar mencari ijazah tanpa mengejar kompetensi.

"Kita butuh input yang memang passion. Jadi biasanya alasan masuk D3 karena apa? Gagal masuk S1, gagal masuk UMPTN, stres, jadi terpaksa masuk D3, itu sulit," ujarnya.

Wikan menambahkan kompetensi yang ingin dikejar untuk sarjana terapan diibaratkan "perkalian antara kognitif dengan soft skills". Pasalnya, dalam kehidupan nyata, kemampuan non-teknis atau soft skill justru sangat bermanfaat bagi seseorang.

"Soft skills itu super penting daripada hanya sekadar hard skills. Kemampuan komunikasi, leadership, kalau dia passion pada ilmunya, dia memgembangkan hard skill sepanjang hayatnya," ujar Wikan. [C-5]



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jasa Raharja Berikan Santunan Rp 50 Juta untuk Keluarga Pilot Sriwijaya Air

PT Jasa Raharja juga memberikan santunan serupa kepada tujuh keluarga korban penumpang pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak yang berdomisili di Jawa Barat.

NASIONAL | 30 Januari 2021

KNPI DKI: Tidak Ada Ruang untuk Perusak Persatuan

KNPI DKI mendukung penuh laporan yang di lakukan oleh Ketua Umum KNPI Haris Pertama pada pemilik akun @permadiaktivis1 merupakan milik Permadi Arya

NASIONAL | 30 Januari 2021

82,35% Wilayah Sleman Masih Zona Merah Covid-19

Kecamatan yang masih zona merah yakni Kecamatan Tempel, Gamping, Godean, Seyegan, Mlati, Sleman, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngaglik, Kalasan, Prambanan dan Depok

NASIONAL | 30 Januari 2021

Sultan B Najamudin Soroti Berbagai Isu Draf RUU Pemilu

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B Najamudin menyoroti berbagai isu dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu

NASIONAL | 30 Januari 2021

Omzet Menurun Akibat PPKM, Paguyuban Pedagang Jawa Timur Mengadu ke Ulama

Habib Hasan mengaku bingung kenapa para perwakilan pedagang mendatangi dirinya untuk mengungkapkan keluh kesah akibat penerapan PPKM.

NASIONAL | 30 Januari 2021

La Nyalla: Talenta Anak-anak Maluku Luar Biasa

Menurut La Nyalla, talenta anak-anak Maluku harus dimanfaatkan untuk mendorong persepakbolaan nasional.

NASIONAL | 30 Januari 2021

Ketua Komite I DPD Apresiasi Kinerja KPK

KPK menunjukkan kinerja maksimal dalam memberantas korupsi di Tanah Air.

NASIONAL | 30 Januari 2021

Siloam Siap Buka RS Ke-40 di Surabaya

Siloam Hospital Group (SHG) siap membuka dan mengoperasikan Rumah Sakit ke-40 di Surabaya bernama RS Siloam Cito.

NASIONAL | 30 Januari 2021

Dedi Mulyadi: Abu Janda Banyak Aksi tetapi Minim Referensi

Anggota DPR yang juga pegiat medsos, Dedi Mulyadi menyebut,fenomena Abu Janda adalah salah satu masalah intelektualitas influencer

NASIONAL | 30 Januari 2021

Silaturahmi Kapolri ke NU dan Muhammadiyah Diapresiasi

Sahabat Polisi Indonesia menilai, langkah Kapolri merupakan terobosan luar biasa.

NASIONAL | 30 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS