Logo BeritaSatu

Menkumham Minta Masukan Pers Soal Regulasi Konvergensi Media

Kamis, 4 Februari 2021 | 16:48 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly menyatakan pemerintah mendukung penuh adanya konvergensi media dalam menghadapi disrupsi media sosial.

Untuk itu, Yasonna meminta insan pers untuk memberikan masukan terkait regulasi konvergensi media. Masukan dari insan media merupakan hal penting agar regulasi mengenai konvergensi media dapat disusun secara adil, dan komprehensif.

"Regulasi sangat kita butuhkan untuk kepastian hukum. Kemkumham sebagai kementerian yang membantu Presiden dalam pemerintahan di bidang hukum terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin memberikan masukan terkait rancangan regulasi konvergensi media dan hal lainnya yang berkaitan dengan menyikapi digitalisasi media dalam konteks bagaimana berhadapan dengan media mainstream dan media konvensional dan lain-lain," kata Yasonna saat menjadi pembicara kunci dalam seminar 'Regulasi Negara dalam Menjaga Keberlangsungan Media Mainstream di Era Disrupsi Medsos', Kamis (4/2/2021).


Yasonna menyatakan, seminar yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional 2021 ini menjadi momentum jajarannya untuk menyerap berbagai ide dan masukan insan pers terkait rancangan regulasi konvergensi media.

Masukan dari seminar ini akan disampaikan kepada Presiden Jokowi saat puncak Hari Pers Nasional yang digelar pada 9 Februari 2021 mendatang.

"Harapannya dari seminar ini akan muncul ide-ide kreatif dan orisinil dalam mempertahankan media-media mainstream yang ada dari disrupsi media sosial," katanya.

Dikatakan Yasonna, Indonesia telah memiliki sejumlah regulasi mengenai teknologi informasi, termasuk pers dan penyiaran. Namun, hingga saat ini, Indonesia belum memiliki aturan yang khusus mengatur mengenai konvergensi media.

Untuk itu, salah satu hal yang perlu dikaji, yakni aturan mengenai konvergensi media disusun secara mandiri atau cukup mengamandem UU terkait sebelumnya, seperti UU Pers atau UU Penyiaran. Pilihan tersebut memiliki konsekuensi masing-masing.

Jika regulasi lama dipertahankan tentu banyak poin yang perlu ditambahkan. Sementara, jika menyusun regulasi baru perlu energi dan sumber daya yang sangat besar untuk menyelesaikannya.

Apa pun pilihannya, Yasonna menyatakan, pemerintah mendukung regulasi konvergensi, meski saat ini aturan tersebut tidak masuk dalam Prolegnas 2020-2024. "Jika kepentingan ini mendesak dapat kita pikirkan karena Prolegnas dapat kita evaluasi pada pertengahan tahun," katanya.

Dikatakan, konvergensi media tak terelakkan di era disrupsi teknologi informasi seperti saat ini. Internet tidak hanya telah menggerus media cetak, tapi juga media konvensional lainnya.

"Internet membuat orang bisa membuat media baru yang tidak dibebani kontrak, mesin cetak, beban serikat, armada distribusi dan lainnya. Ini yang perlu disikapi," katanya.

Dipaparkan Yasonna, Pricewaterhouse Coopers (PwC), lembaga audit dan konsultan global yang berbasis di London pernah melansir survei di 54 negara terkait proyeksi industri entertainmen dan media tahun 2017-2021 yang menyebut rata-rata pendapatan negara di bidang ini adalah US$ 41 miliar.

Namun, di Indonesia sebagai salah satu negara yang disurvei jauh di bawah rata-rata dunia, yakni hanya US$ 23-25 miliar. Proyeksi pertumbuhan rata-rata industri tersebut di Indonesia, terutama radio, TV dan majalah pada 2017-2021 justru minus. Pertumbuhan pendapatan koran bahkan mencapai minus 8,3 persen.

Selain itu, Serikat Perusahaan Pers menyebutkan usaha penerbitan secara nasional merosot menjadi hanya 850 penerbitan. Padahal, pada 2002 sempat mencapai 2003 penerbit. Kondisi mengkhawatirkan industri media konvensional tersebut diperparah dengan hantaman pandemi Covid-19.

Dengan demikian, media konvensional sudah seharusnya melakukan konvergensi dengan media digital agar dapat bertahan di era disrupsi. "Ini tantangan yang sungguh berat. Media mainstream harus membangun media digitalnya dan secara kreatif mencari terobosan-terobosan untuk menyiasati kondisi ini," kata Yasonna.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPK Tak Segan Bantarkan Penahanan Lukas Enembe jika Betul Sakit

KPK menegaskan tak segan untuk membantarkan penahanan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe jika yang bersangkutan terbukti menderita sakit.

NEWS | 4 Oktober 2022

KPK Nilai Indonesia Tak Kekurangan Dokter untuk Obati Lukas Enembe

Gubernur Papua Lukas Enembe diketahui memiliki keinginan untuk bisa menjalani pengobatan di Singapura.

NEWS | 4 Oktober 2022

Pemprov Jateng Gandeng Densus 88 Lawan Paham Radikal

Pemprov Jateng bersama Densus 88 melakukan pemetaan langkah-langkah strategis untuk menekan paham radikal.

NEWS | 4 Oktober 2022

PPKM Diperpanjang sampai 7 November 2022, Semua Daerah Level 1

Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali.

NEWS | 4 Oktober 2022

KPK Tetapkan Mantan Anggota DPR sebagai Tersangka Suap Kasus Garuda

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus korupsi di PT Garuda Indonesia yang menjerat Emirsyah Satar dan pihak lainnya.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kasus Garuda, KPK Usut Aliran Suap ke Mantan Anggota DPR

KPK menggelar penyidikan baru terkait dugaan suap pada pengadaan armada pesawat Airbus pada PT Garuda Indonesia Tbk periode 2010-2015.

NEWS | 4 Oktober 2022

Anies Capres Nasdem, KPK Pastikan Penyelidikan Formula E Tetap Lanjut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penyelidikan terkait kasus Formula E Jakarta tetap berlanjut.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kasus Formula E, KPK Tegaskan Tak Incar Pihak Tertentu

KPK menegaskan bahwa terkait kasus Formula E, pihaknya tidak mengincar pihak tertentu. 

NEWS | 4 Oktober 2022

KPK: Tak Sulit Kerahkan Kekuatan Jemput Paksa Lukas Enembe

Bagi KPK, tidak ada kesulitan untuk menjemput paksa tersangka Lukas Enembe yang mangkir dari panggilan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Warga Jakarta, Waspada Hujan Lebat Disertai Petir Hari ini

BMKG memperingatkan warga Jakarta untuk waspada akan potensi hujan lebat yang akan terjadi di Ibu Kota dan beberapa daerah lain.

NEWS | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KPK Tak Segan Bantarkan Penahanan Lukas Enembe jika Betul Sakit

KPK Tak Segan Bantarkan Penahanan Lukas Enembe jika Betul Sakit

NEWS | 19 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings