Jaksa Pinangki Dihukum 10 Tahun Penjara
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jaksa Pinangki Dihukum 10 Tahun Penjara

Senin, 8 Februari 2021 | 18:55 WIB
Oleh : Fana F Suparman / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung), Pinangki Sirna Malasari.

Majelis Hakim menyatakan Pinangki terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah menerima suap dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra, melakukan tindak pidana pencucian uang atas suap yang diterima serta bermufakat jahat untuk mengurus permintaan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung.

"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 600 juta rupiah dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan selama 6 bulan," kata Ketua Majelis Hakim, Ignasius Eko Purwanto saat membacakan putusan terhadap Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/2/2021).

Hakim menyatakan, Jaksa Pinangki terbukti menerima suap sebesar US$ 500.000 dari US$ 1 juta yang dijanjikan Djoko Tjandra. Suap itu diterima Pinangki melalui perantara mantan politikus Partai Nasdem Andi Irfan Jaya. Selain itu, Hakim menyatakan Pinangki terbukti melakukan pencucian uang atas uang suap yang diterimanya dari Djoko Tjandra serta terbukti melakukan pemufakatan jahat.

"Menyatakan Pinangki Sirna Malasari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kroupsi seperti didakwakan dalam dakwaan kesatu subsider, dan pencucian uang sebagaimana didakwakan dalam dakwaan kedua, dan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam dakwaan ketikga subsider," kata Hakim Eko.

Hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim lebih berat dibanding tuntutan Jaksa. Sebelumnya, Jaksa menuntut agar Pinangki dihukum 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam menjatuhkan vonis ini, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal yang meringankan dan memberatkan. Untuk hal yang memberatkan, Hakim mempertimbangkan jabatan Pinangki sebagai aparat penegak hukum. Hakim juga mempertimbangkan perbuatan Pinangki membantu Djoko Tjandra menghindari eksekusi putusan peninjauan kembali atas perkara korupsi cessie bank bali sebesar Rp 94 miliar yang saat itu belum dijalani.

Tak hanya itu, Pinangki dinilai Majelis Hakim menyangkal dan menutupi keterlibatan pihak lainnya. Tindak pidana yang dilakukan Pinangki tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

"Terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui kesalahannya. Terdakwa menikmati hasil kejahatan," beber Hakim.

Sementara untuk hal yang meringankan, Majelis Hakim menilai Pinangki bersikap sopan dalam persidangan, menjadi tulang punggung keluar dan memiliki anak berusia empat tahun serta belum pernah dihukum.

Dalam surat dakwaan, Jaksa mendakwa Pinangki telah menerima uang sebesar US$ 500.000 dari US$ 1 juta yang dijanjikan Djoko Tjandra melalui pengusaha yang juga mantan politikus Partai Nasdem, Andi Irfan Jaya. Uang itu dimaksudkan untuk membantu pengurusan fatwa MA melalui Kejaksaan Agung agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi selama 2 tahun penjara atas perkara perkara korupsi cessie Bank Bali sebagaimana putusan Peninjauan Kembali (PK) MA pada 2009.

Selain itu, Jaksa juga mendakwa Pinangki telah melakukan pencucian uang hasil suap yang diterimanya. Pinangki disebut Jaksa membelanjakan uang tersebut untuk membeli satu unit mobil BMW X5 warna biru seharga Rp 1.753.836.050; pembayaran apartemen di Amerika Serikat Rp 412.705.554; dan pembayaran dokter kecantikan di Amerika Serikat Rp 419.430.000.

Secara total, jumlah uang yang telah dipergunakan Pinangki untuk kepentingan pribadinya sekitar US$ 444.900 atau setara Rp 6.219.380.900.

Tak hanya itu, Jaksa juga mendakwa Pinangki telah melakukan perbuatan pemufakatan jahat bersama dengan Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra dalam pengurusan fatwa MA. Jaksa menyebut ketiganya bersepakat menyiapkan dana USD10 juta kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung untuk memuluskan pengurusan fatwa.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiga Kasus Lengkap, Rizieq Akan Jalani Persidangan Maraton

Rizieq Syihab akan menjalani persidangan dalam tiga kasus yang dihadapinya secara maraton.

NASIONAL | 8 Februari 2021

KPAI: Misinformasi SKB 3 Menteri Mengkhawatirkan

Banyak orang tua yang khawatir terutama yang menyekolahkan anak-anaknya di madrasah.

NASIONAL | 8 Februari 2021

Tidak Kunjung Diangkut, Sampah Dihamburkan Warga ke Jalan Raya

Warga Kelurahan Salahudin menghamburkan sampah ke tengah jalan raya sebagai bentuk protes kepada dinas terkait yang tidak melakukan pengangkutan selama sepekan.

NASIONAL | 8 Februari 2021

Intoleransi di Dunia Pendidikan, KPAI: Dari Jilbab Sampai Pemilihan Ketua OSIS

Ia memberikan contoh, terdapat sekolah yang gurunya memaksakan para muridnya untuk memilih ketua OSIS seiman.

NASIONAL | 8 Februari 2021

Pekerja Minta Usut Dugaan Korupsi Keuangan BPJamsostek Murni Penegakan Hukum

Kejagung usut dugaan korupsi di BPJamsostek harus murni penegakan hukum.

NASIONAL | 8 Februari 2021

Komnas HAM Apresiasi SKB 3 Menteri tentang Seragam Sekolah

Apalagi, Indonesia adalah negara yang berkomitmen terhadap hak asasi manusia.

NASIONAL | 8 Februari 2021

Kasus Asabri, Kejaksaan Agung Periksa Tiga Saksi dari Pihak Swasta

Pemeriksaan saksi yang dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri.

NASIONAL | 8 Februari 2021

Tetapkan Bupati Terpilih, KPUD Sabu Raijua Digugat ke PTUN

KPUD Sabu Raijua menetapkan Orient P Riwu Kore sebagai bupati terpilih kendati yang bersangkutan berstatus sebagai warga negara Amerika Serikat.

NASIONAL | 8 Februari 2021

2 Jenderal dan Perantara Suap Bahas Kasus Djoko Tjandra di Rutan Bareskrim

Pengadilan Tipikor Jakarta Irjen Napoleon Bonaparte, dalam perkara dugaan suap pengurusan penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Polri.

NASIONAL | 8 Februari 2021

PPKM Mikro, Pemerintah Sediakan Swab Test Antigen Gratis

Pemerintah akan menyiapkan swab test antigen secara gratis kepada masyarakat di desa atau kelurahan.

NASIONAL | 8 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS