Dihukum 10 Tahun atas Skandal Joko Tjandra, Jaksa Pinangki Belum Putuskan Banding
Logo BeritaSatu

Dihukum 10 Tahun atas Skandal Joko Tjandra, Jaksa Pinangki Belum Putuskan Banding

Rabu, 10 Februari 2021 | 15:00 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung), Pinangki Sirna Malasari belum memutuskan mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang menghukumnya dengan 10 tahun pidana penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan. Majelis Hakim menyatakan Pinangki terbukti bersalah telah menerima suap dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra, melakukan tindak pidana pencucian uang dan bermufakat jahat.

Jefri Moses, salah seorang kuasa hukum Pinangki menyatakan, pihaknya masih berkonsultasi dengan Pinangki untuk menentukan langkah hukum selanjutnya atas putusan Pengadilan Tipikor.

"Belum (diputuskan untuk banding). Masih dikonsultasikan," kata Jefri saat dikonfirmasi, Rabu (10/2/2021).

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Pinangki. Majelis Hakim menyatakan Pinangki terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah menerima suap dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra, melakukan tindak pidana pencucian uang atas suap yang diterima serta bermufakat jahat untuk mengurus permintaan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung agar Joko Tjandra lolos dari eksekusi.

Hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim lebih berat dibanding tuntutan Jaksa. Sebelumnya, Jaksa menuntut agar Pinangki dihukum 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam menjatuhkan vonis ini, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal yang meringankan dan memberatkan. Untuk hal yang memberatkan, Hakim mempertimbangkan jabatan Pinangki sebagai aparat penegak hukum. Hakim juga mempertimbangkan perbuatan Pinangki membantu Joko Tjandra menghindari eksekusi putusan Peninjauan Kembali atas perkara korupsi cessie bank bali sebesar Rp 94 miliar yang saat itu belum dijalani. Tindak pidana yang dilakukan Pinangki tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Tak hanya itu, Pinangki dinilai Majelis Hakim menyangkal perbuatannya dan menutupi keterlibatan pihak lainnya, berbelit-belit dalam memberikan keterangan serta menikmati hasil kejahatan.

Sementara untuk hal yang meringankan, Majelis Hakim menilai Pinangki bersikap sopan dalam persidangan, menjadi tulang punggung keluar dan memiliki anak berusia empat tahun serta belum pernah dihukum.

Dalam surat dakwaan, Jaksa mendakwa Pinangki telah menerima uang sebesar USD 500 ribu dari USD 1 juta yang dijanjikan Joko Tjandra melalui pengusaha yang juga mantan politikus Partai Nasdem, Andi Irfan Jaya. Uang itu dimaksudkan untuk membantu pengurusan fatwa MA melalui Kejaksaan Agung agar Joko Tjandra tidak dieksekusi selama 2 tahun penjara atas perkara perkara korupsi cessie Bank Bali sebagaimana putusan Peninjauan Kembali (PK) MA pada 2009.

Selain itu, Jaksa juga mendakwa Pinangki telah melakukan pencucian uang hasil suap yang diterimanya. Pinangki disebut Jaksa membelanjakan uang tersebut untuk membeli satu unit mobil BMW X5 warna biru seharga Rp 1.753.836.050; pembayaran apartemen di Amerika Serikat Rp 412.705.554; dan pembayaran dokter kecantikan di Amerika Serikat Rp 419.430.000. Secara total, jumlah uang yang telah dipergunakan Pinangki untuk kepentingan pribadinya sekitar USD 444.900 atau setara Rp 6.219.380.900.

Tak hanya itu, Jaksa juga mendakwa Pinangki telah melakukan perbuatan pemufakatan jahat bersama dengan Andi Irfan Jaya dan Joko Tjandra dalam pengurusan fatwa MA. Jaksa menyebut ketiganya bersepakat menyiapkan dana USD10 juta kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung untuk memuluskan pengurusan fatwa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Beri Bantuan Gempa Majene, DrW Sasar Lokasi Pelosok Desa

DrW Skincare bersama tim medis Hilal Ahmar Yogyakarta mendatangi Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, untuk memberikan bantuan secara langsung.

NASIONAL | 10 Februari 2021

DPR Sahkan Komisioner Ombudsman Masa Jabatan 2021-2026

Rapat Paripurna DPR, di gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/2/2021), mengesahkan 9 komisioner Ombudsman masa jabatan 2021-2026.

NASIONAL | 10 Februari 2021

Polda Kalbar Siapkan Pengamanan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

target Operasi Liong Kapuas 2021 ialah menempatkan personel pada setiap titik-titik vital dan mengawal perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

NASIONAL | 10 Februari 2021

Mustika Ratu Berikan Bantuan Suplemen Herbal ke Pusat Krisis Kesehatan Kemkes

Mustika Ratu sebagai wellness holistic company berkomitmen untuk selalu mendukung pola hidup bersih dan sehat dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

NASIONAL | 10 Februari 2021

Azis Syamsuddin Jelaskan Mekanisme Pencabutan RUU Pemilu dari Prolegnas

Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu dapat dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021.

NASIONAL | 10 Februari 2021

KPK Sita Dokumen Terkait Gratifikasi Pejabat Kota Batu

"Pada para saksi tersebut dilakukan penyitaan barang bukti, di antaranya berbagai dokumen terkait perkara ini," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri

NASIONAL | 10 Februari 2021

UU Cipta Kerja Tetap Libatkan Masyarakat dalam Penyusunan Dokumen Amdal

UU Cipta Kerja memberikan perhatian lebih terhadap kepentingan masyarakat yang terkena dampak langsung dari rencana usaha oleh pemrakarsa kegiatan.

NASIONAL | 10 Februari 2021

Junimart Gantikan Arief Sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP), Junimart Girsang, menggantikan rekannya, Arief Wibowo sebagai wakil ketua Komisi II.

NASIONAL | 10 Februari 2021

Ibunda Dino Patti Djalal Jadi Korban Mafia Tanah, DPR: Kami Klarifikasi ke Kementerian ATR/BPN

Ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal menjadi korban mafia sertifikat tanah.

NASIONAL | 10 Februari 2021

Rumah Pasangan Kakek Nenek Dibakar Massa karena Dituding Dukun Santet

Korban dicabok dan dihajar massa hingga hingga mengalami luka serius.

NASIONAL | 10 Februari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS