Legislator PDIP Akui Beri Rp 2 M ke Pejabat Pengadilan untuk Urus Perkara Korupsi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Legislator PDIP Akui Beri Rp 2 M ke Pejabat Pengadilan untuk Urus Perkara Korupsi

Kamis, 11 Februari 2021 | 20:57 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi V DPR dari PDIP, Jimmy Demianus Ijie mengakui pernah memberikan uang sebesar Rp 2 miliar ke pejabat pengadilan untuk mengurus perkara korupsi yang menjeratnya. Uang itu diduga untuk mengupayakan vonis bebas terhadap Jimmy di tingkat kasasi.

Transaksi ilegal tersebut terungkap saat Jimmy dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap, gratifikasi, dan TPPU dengan terdakwa mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rohadi yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Mulanya, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan mengonfirmasi Jimmy mengenai adanya permintaan uang sebesar Rp 2 miliar oleh mantan Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Sudiwardono. Uang itu berkaitan dengan upaya kasasi Jimmy di Mahkamah Agung (MA).

"Saksi, ada uang Rp 2 miliar yang memang diminta langsung oleh Sudiwardono?," tanya Jaksa Takdir ke Jimmy

"Betul," jawab Jimmy.

Jaksa Takdir kemudian membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Jimmy. Dalam BAP-nya, Jimmy mengaku lima kali menyerahkan uang untuk memenangkan upaya kasasi di MA.

"Izin majelis disini ada lima kali penyerahan uangnya, kami bacakan," ujar Jaksa Takdir.

Jimmy disebut pernah menyerahkan uang sekira pada awal Agustus 2015 nilainya Rp 150 juta untuk mengurus perkaranya. Uang itu diserahkan melalui rekan Jimmy, Muhammad Imran. Berselang tiga atau empat hari kemudian, Jimmy kembali menyerahkan uang Rp300 juta, melalui Hakim Adhoc Pengadilan Tinggi Jayapura, Julius C Manupapami.

Kemudian, 16 Agustus 2015, Jimmy menyerahkan uang tunai kepada rekannya Imran untuk disampaikan ke Julius Manupapami. Selanjutnya, 25 Agustus 2015, Jimmy menyerahkan uang tunai Rp 800 Juta ke Muhammad Imran. Terakhir, Jimmy kembali menyerahkan uang Rp250 Juta pada 10 September.

"Jadi total Rp2 miliar dalam bentuk cash?," tanya Jaksa Takdir ke Jimmy. Jimmy pun mengamininya.

"Betul," jawab Jimmy.

Nama Jimmy Demianus Ijie dan Robert Melianus Nauw muncul dalam surat dakwaan Rohadi. Keduanya merupakan mantan Anggota DPRD Papua Barat yang pernah terjerat kasus korupsi. Rohadi disebut menerima suap dari Robert Melianus Nauw dan Jimmy Demianus Ijie senilai Rp 1,2 miliar. Uang yang diterima melalui perantaraan Sudiwardono dan Julius C Manupapami tersebut diberikan agar Rohadi mengurus perkara tindak pidana korupsi yang melibatkan Robert Melianus Nauw dan Jimmy Demianus supaya dapat dibebaskan pada tingkat kasasi di MA.

Diketahui, Jaksa Penuntut KPK mendakwa mantan PNS pada Mahkamah Agung, Rohadi telah melakukan sejumlah tindak pidana mulai dari menerima suap dan gratifikasi serta melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas uang suap dan gratifikasi yang diterimanya. Rohadi yang terakhir menjabat sebagai Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) didakwa menerima suap senilai total Rp 4,6 miliar; menerima gratifikasi Rp 11,51 miliar serta melakukan pencucian uang dengan jumlah Rp 40,59 miliar.

Terkait perkara suap dengan total Rp 4.663.500.000, Jaksa membeberkan uang suap itu diterima Rohadi dari beberapa pihak terkait pengurusan sejumlah perkara.

Salah satu pemberi suap Rohadi adalah mantan anggota DPR, Sareh Wiyono. Dalam dakwaan, Sareh disebut memberikan suap sebesar Rp 1,5 miliar kepada Rohadi untuk memenangkan perkara perdata terkait teman Sareh yang sedang diajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) di MA.

Selain Sareh, Rohadi juga didakwa menerima suap dari Robert Melianus Nauw dan Jimmy Demianus Ijie senilai Rp 1,2 miliar. Uang yang diterima melalui perantaraan Sudiwardono dan Julius C Manupapami tersebut diberikan agar Rohadi mengurus perkara tindak pidana korupsi yang melibatkan Robert Melianus Nauw dan Jimmy Demianus supaya dapat dibebaskan pada tingkat kasasi di MA. Tak hanya itu, Rohadi didakwa Jaksa menerima uang sebesar Rp 110 juta dari Jeffri Darmawan melalui perantara bernama Rudi Indawan. Rohadi juga disebut menerima suap dari Ali Darmadi Rp 1,6 miliar, dan Yanto Pranoto melalui Rudi Indawan Rp 235 juta.

Berbagai uang suap itu diberikan kepada Rohadi untuk mengurus perkara para pemberi suap yang sedang bergulir di MA. Mereka memberikan suap lantaran menilai Rohadi memiliki kedekatan dengan hakim di MA.

Terkait gratifikasi senilai total Rp 11,5 miliar, Jaksa membeberkan, uang itu diterima Rohadi sejak Mei 2001 atau saat menjabat panitera pengganti di PN Jakarta Utara. Rohadi pada tahun 2011 sempat dimutasi menjadi panitera pengganti di Pengadilan Negeri Bekasi. Pada tahun 2014, Rohadi ditugaskan kembali menjadi panitera pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dalam dakwaan Jaksa, tercatat terdapat belasan pihak yang memberikan gratifikasi kepada Rohadi. Salah satunya adalah Direktur Utama PT Hendro Semolo Bangkit, Bambang Soegiharto dengan jumlah total sebesar Rp 2 miliar.

Terkait TPPU dengan jumlah Rp 40,598 miliar, Rohadi menggunakan sejumlah modus mulai dari membelanjakan, membayarkan, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan. Dalam dakwaan, Rohadi disebut membeli tiga unit rumah di Perumahan The Royal Residence, satu unit rumah villa di Perumahan Villa Bumi Ciherang, Perumahan Grand Royal Residence, sejumlah bidang tanah (lahan sawah) di Indramayu. Total pembelian tanah dan bangunan itu senilai Rp 13,01 miliar.

Rohadi juga membelanjakan atau membeli 19 kendaraan roda empat dengan transaksi pembayaran seluruhnya senilai Rp 7,714 miliar. Beberapa mobil yang dibeli di antaranya, Jeep Wrangler Sport Platinum Diesel 2800 CC AT tahun 2013, Mitsubishi Pajero warna putih, Toyota New Camry 3.5 Q A/T, Toyota Alphard warna hitam, Toyota Camry Type 2.4 G AT tahun 2006 warna hitam, Mitsubishi Pajero Sport Exeed 4x2 AT tahun 2015 warna hitam, Mercedes Benz C 250 CGI AT tahun 2014 warna hitam metalica, Toyota Fortuner 2.7 G Lux A/T TRD tahun 2015 warna hitam metalik, Mitsubishi Pajero Sport 2.5 Exceed 4x2 A/T warna hitam tahun 2015, dan Toyota Alphard 2.5 G AT Luxury warna putih metalik tahun 2016. Tak hanya itu, Rohadi juga menempatkan, mentransfer, mengubah bentuk atau menukarkan dengan mata uang berupa menukarkan sejumlah mata uang asing berupa US$ 461.800, Sin$ 1.539.720 dan SAR 7.550 yang ditukar menjadi Rp 19.408.465.000



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

BNPT Silaturahmi Kebangsaan ke Suku Badui

BNPT silaturahmi kebangsaan dan bakti sosial ke Suku Badui Dalam dan Badui Luar di Bojong Menteng, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu-Minggu (18-19/9/2021).

NASIONAL | 20 September 2021

Hakim Bacakan Surat Pencabutan Permohonan Praperadilan Yahya Waloni

Hakim pada persidangan meminta klarifikasi dari tim pengacara yang mengatasnamakan diri sebagai kuasa hukum Yahya Waloni terkait surat pencabutan permohonan itu

NASIONAL | 20 September 2021

Kontak Tembak dengan KKB Kembali Terjadi di Kiwirok

Kontak tembak antara anggota TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), kembali terjadi di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

NASIONAL | 20 September 2021

Praktisi Pertanahan Apresiasi Pemerintah dalam Kebijakan Land Reform

Menurut Hery Sarmanto, segala kebijakan yang mencakup reforma agraria dalam pelaksanaannya harus didukung dengan sosialisasi maupun Law Enforcement.

NASIONAL | 20 September 2021

Ditjen Politik dan PU Kemdagri Asah Kompetensi SDM Bidang Kehumasan

Aparatur di lingkungan Dirjen Politik dan PU diharapkan saling bersinergi secara bersama-sama dengan harapan mampu menyeimbangkan kualifikasi SDM Kehumasan.

NASIONAL | 20 September 2021

Pelemparan Batu ke Kereta Api Kembali Marak, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengecam aksi pelemparan batu yang akhir-akhir ini marak dilakukan terhadap kereta api di sejumlah daerah.

NASIONAL | 20 September 2021

Menteri PPPA Kecam Penyerangan Nakes dan Guru di Pegunungan Bintang

Tragedi pembakaran Puskesmas Kiwirok yang dilakukan KKB mengakibatkan Gabriela Meilan, nakes berusia 22 tahun tewas sangat memprihatinkan

NASIONAL | 20 September 2021

Melalui Sekolah Lapang, Kementan Sebarkan Pengetahuan Baru untuk Petani

Kementerian Pertanian memberikan pengetahuan baru kepada petani dalam Sekolah Lapang (SL) Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

NASIONAL | 20 September 2021

Waspada, 23 Wilayah di Indonesia Akan Alami Cuaca Ekstrem

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-100%.

NASIONAL | 20 September 2021

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Pelabuhanratu

Tim SAR gabungan bersiaga dan melanjutkan pencarian korban tenggelam kecelakaan laut di Pantai Kebonkalapa Citepus, Pelabuhanratu, Sukabumi.

NASIONAL | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Jokowi Sebut Rusun Pasar Rumput Hunian Istimewa

Jokowi Sebut Rusun Pasar Rumput Hunian Istimewa

EKONOMI | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings