Korban PHK Berhasil Budidaya Jahe Merah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Korban PHK Berhasil Budidaya Jahe Merah

Jumat, 12 Februari 2021 | 17:10 WIB
Oleh : Awaludin / CAR

Lombok Barat, Beritasatu.com - Komoditas jahe merah tumbuh subur dari tangan terampil sekelompok pemuda, dikawasan lereng perbukitan Dusun Tato Desa Sandik Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020, budidaya jahe merah menjadi mata pencaharian yang menguntungkan bagi warga desa tersebut, khususnya para korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua kelompok pemuda, Safwan mengklaim bahwa produktivitas budidaya jahe merahnya kini semakin baik. Setiap hasil panennya mampu memenuhi pesanan pelanggan dari berbagai daerah, dengan omzet yang kembali dikelola untuk peningkatan produktivitas dan mencukupi perekonomian keluarga.

“Jahe merah ini nilai ekonomisnya cukup tinggi, dibandingkan jenis sayuran dan sebagainya, dan terbukti sehingga memberi pengaruh ke teman-teman lain untuk ikut membudidaya. Hingga sekarang kita sudah punya kelompok budidaya untuk jahe merah ini. Menanam jahe merah ini menjadi salah satu alternatif mencukupi kebutuhan ekonomi teman teman korban PHK karena dampak pandemi Covid-19,” kata Safwan, Jumat (12/2/2021).

Safwan mengaku merintis budidaya jahe merah ini pascabencana gempa bumi beberapa tahun silam. Dari sebelumnya hanya satu sampai dua batang bibit jahe merah yang ditanam dengan metode hidroponik, ia kini telah memiliki sebidang lahan subur di kawasan lereng bukit. Tujuannya tentu untuk ditanami jahe merah bersama kelompok kerja yang dibinanya.

“Saya coba satu kilogram dulu untuk ditanam di halaman rumah. Setelah delapan bulan tumbuh subur dan siap panen ternyata banyak yang minat. Ada yang datang bertamu ke rumah meminta dan membeli. Kemudian tanam di kebun dengan dorongan teman teman yang akhirnya ikut membantu,” ungkap Safwan.

Tidak hanya dari warga pemuda setempat, sejumlah warga dari daerah lain juga banyak mengunjungi Safwan untuk menimba ilmu tentang kiat suksesnya dalam budidaya jahe merah. Misalnya seperti kelompok laskar dan beberapa orang anggota organisasi kemasyarakatan yang dulunya sering berurusan dengan hukum.

Selain itu kiat Safwan dan kelompok taninya juga mendapat dukungan dari para ibu rumah tangga di dusun setempat dengan mengolahnya menjadi minuman segar yang dinilai berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi penyakit. Safwan berharap keselarasan produktivitas usaha yang saling menguntungkan ini, dapat menciptakan perbaikan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.

“Ibu rumah tangga mengolah jahe merah menjadi minuman Serbat Jahe Merah ala Lombok. Jadi saling menguntungkan sekarang. Harapan kita ketika keselarasan produktivitas ini berjalan baik, jadi hasil panen jahe merah kita tidak keluar, diolah ditempat sendiri sehingga nilai jualnya lebih tinggi,” harap Safwan.

Sementara itu salah seorang pelaku usaha olahan jahe merah, Yuli menyebutkan bahwa kiat kelompok pemuda Dusun Tato memberi inspirasi baginya dan sejumlah ibu rumah tangga lainnya. Dari budidaya jahe merah, hadirlah minuman tradisional serbat yang kini menjadi ladang usaha sampingan bagi mereka.

“Awalnya minuman serbat ini kami konsumsi untuk pribadi sendiri dan keluarga. Di tengah pandemi Covid-19 ini berdampak ekonomi bagi, kami sehingga serbat dijual untuk dipasarkan,” ucap Yuli.

Yuli merupakan satu dari banyak ibu rumah tangga yang memetik manfaat dari budidaya jahe merah di dusunnya. Ia mengaku dari sebelumnya hanya menjual serbat dalam kemasan botol sebanyak 10 hingga 20 botol sehari, kini telah berkembang menjadi 50 botol per hari mengikuti meningkatnya permintaan.

“Setelah berjalan sebulan, dari 20 botol sehari kini sudah menjadi 50 botol sehari dan produksinya sampai sekitar 1.500 botol sebulan,” jelasnya.

Tanpa iklan promosi dan sebagainya, produk minuman Serbat Dusun Tato yang dibanderol dengan harga Rp 7.000 telah merambah ke sejumlah daerah di NTB, dan kerap menjadi minuman rutin bagi pekerja kantoran di beberapa instansi dinas.

Yuli mengatakan bahwa produk minuman serbat olahannya itu bahkan mampu dipasarkan ke luar daerah, seperti Semarang Jawa Timur.

“Di tengah Pandemi Covid-19 ini, memproduksi minuman serbat ini sangat membantu perekonomian kami,” kata Yuli.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pangdam Cenderawasih: Satu Personel Satgas Apter Ditembak KKB

Satu personel TNI anggota Satgas aparat teritorial ditembak KKB di Intan Jaya, Jumat (12/2/2021).

NASIONAL | 12 Februari 2021

Banjir Pekalongan Belum Surut, Kemsos Pastikan Kebutuhan Pengungsi

Bencana banjir yang melanda sebagian Provinsi Jawa Tengah, belum ada tanda-tanda surut

NASIONAL | 12 Februari 2021

Mendikbud Dorong Sekolah di Papua Gabung Sekolah Penggerak

Mendikbud dalam kunjungan kerjanya ke Sorong, Papua Barat, Kamis (11/02/2021), mendorong agar sekolah di provinsi itu segera mendaftarkan diri.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Kabupaten Pacitan

BMKG menyatakan terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 di wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, pada Jumat, (12/2/2021) siang tadi.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Rombongan Moge Lolos Ganjil Genap dan Razia Anti Gen di Bogor

Viral di media sosial, belasan motor gede (moge) yang lolos kebijakan ganjil genap di Kota Bogor dan Operasi Yustisi anti gen di Simpang Gadog, Puncak.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Di Sulbar, Kapolri Resmikan Pembangunan Rumah Polisi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meletakkan batu pertama pembangunan 50 rumah untuk anggotanya yang menjadi korban gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar)

NASIONAL | 12 Februari 2021

KPK Beberkan Kongkalikong PT PLI dan Edhy Prabowo di Kasus Suap Ekspor Benur

Jaksa KPK membeberkan keterlibatan PT PLI dalam sengkarut dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang menjerat Edhy Prabowo.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Panen Padi Perdana di Lahan Uji Coba Pertanian Presisi di Cisaat

Pola tanam padi dengan model pertanian presisi ini memungkinkan jarak tanam menjadi lebih padat sekitar 5 x 5 cm.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Gubernur Sulsel Serahkan 100 Huntap untuk Korban Gempa Sulbar

Ke-100 huntap dibangun dengan kontruksi antigempa. Untuk 50 unit huntap, pembangunannya hanya memakan waktu 90 hari.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Satgas: Kepatuhan Warga Aceh Memakai Masker Turun 12 Persen

SAG menegaskan bahwa virus corona dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut, hidung, dan mata.

NASIONAL | 12 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS