Logo BeritaSatu

Korban PHK Berhasil Budidaya Jahe Merah

Jumat, 12 Februari 2021 | 17:10 WIB
Oleh : Awaludin / CAR

Lombok Barat, Beritasatu.com - Komoditas jahe merah tumbuh subur dari tangan terampil sekelompok pemuda, dikawasan lereng perbukitan Dusun Tato Desa Sandik Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020, budidaya jahe merah menjadi mata pencaharian yang menguntungkan bagi warga desa tersebut, khususnya para korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua kelompok pemuda, Safwan mengklaim bahwa produktivitas budidaya jahe merahnya kini semakin baik. Setiap hasil panennya mampu memenuhi pesanan pelanggan dari berbagai daerah, dengan omzet yang kembali dikelola untuk peningkatan produktivitas dan mencukupi perekonomian keluarga.

“Jahe merah ini nilai ekonomisnya cukup tinggi, dibandingkan jenis sayuran dan sebagainya, dan terbukti sehingga memberi pengaruh ke teman-teman lain untuk ikut membudidaya. Hingga sekarang kita sudah punya kelompok budidaya untuk jahe merah ini. Menanam jahe merah ini menjadi salah satu alternatif mencukupi kebutuhan ekonomi teman teman korban PHK karena dampak pandemi Covid-19,” kata Safwan, Jumat (12/2/2021).

Safwan mengaku merintis budidaya jahe merah ini pascabencana gempa bumi beberapa tahun silam. Dari sebelumnya hanya satu sampai dua batang bibit jahe merah yang ditanam dengan metode hidroponik, ia kini telah memiliki sebidang lahan subur di kawasan lereng bukit. Tujuannya tentu untuk ditanami jahe merah bersama kelompok kerja yang dibinanya.

“Saya coba satu kilogram dulu untuk ditanam di halaman rumah. Setelah delapan bulan tumbuh subur dan siap panen ternyata banyak yang minat. Ada yang datang bertamu ke rumah meminta dan membeli. Kemudian tanam di kebun dengan dorongan teman teman yang akhirnya ikut membantu,” ungkap Safwan.

Tidak hanya dari warga pemuda setempat, sejumlah warga dari daerah lain juga banyak mengunjungi Safwan untuk menimba ilmu tentang kiat suksesnya dalam budidaya jahe merah. Misalnya seperti kelompok laskar dan beberapa orang anggota organisasi kemasyarakatan yang dulunya sering berurusan dengan hukum.

Selain itu kiat Safwan dan kelompok taninya juga mendapat dukungan dari para ibu rumah tangga di dusun setempat dengan mengolahnya menjadi minuman segar yang dinilai berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi penyakit. Safwan berharap keselarasan produktivitas usaha yang saling menguntungkan ini, dapat menciptakan perbaikan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.

“Ibu rumah tangga mengolah jahe merah menjadi minuman Serbat Jahe Merah ala Lombok. Jadi saling menguntungkan sekarang. Harapan kita ketika keselarasan produktivitas ini berjalan baik, jadi hasil panen jahe merah kita tidak keluar, diolah ditempat sendiri sehingga nilai jualnya lebih tinggi,” harap Safwan.

Sementara itu salah seorang pelaku usaha olahan jahe merah, Yuli menyebutkan bahwa kiat kelompok pemuda Dusun Tato memberi inspirasi baginya dan sejumlah ibu rumah tangga lainnya. Dari budidaya jahe merah, hadirlah minuman tradisional serbat yang kini menjadi ladang usaha sampingan bagi mereka.

“Awalnya minuman serbat ini kami konsumsi untuk pribadi sendiri dan keluarga. Di tengah pandemi Covid-19 ini berdampak ekonomi bagi, kami sehingga serbat dijual untuk dipasarkan,” ucap Yuli.

Yuli merupakan satu dari banyak ibu rumah tangga yang memetik manfaat dari budidaya jahe merah di dusunnya. Ia mengaku dari sebelumnya hanya menjual serbat dalam kemasan botol sebanyak 10 hingga 20 botol sehari, kini telah berkembang menjadi 50 botol per hari mengikuti meningkatnya permintaan.

“Setelah berjalan sebulan, dari 20 botol sehari kini sudah menjadi 50 botol sehari dan produksinya sampai sekitar 1.500 botol sebulan,” jelasnya.

Tanpa iklan promosi dan sebagainya, produk minuman Serbat Dusun Tato yang dibanderol dengan harga Rp 7.000 telah merambah ke sejumlah daerah di NTB, dan kerap menjadi minuman rutin bagi pekerja kantoran di beberapa instansi dinas.

Yuli mengatakan bahwa produk minuman serbat olahannya itu bahkan mampu dipasarkan ke luar daerah, seperti Semarang Jawa Timur.

“Di tengah Pandemi Covid-19 ini, memproduksi minuman serbat ini sangat membantu perekonomian kami,” kata Yuli.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rumor Kudeta Tiongkok, Xi Jinping Disebut Jadi Tahanan Rumah

Rumor kudeta Tiongkok dan Xi Jinping sebagai tahanan rumah menjjadi salah satu topik trending teratas di Twitter

NEWS | 25 September 2022

Rumor Kudeta Presiden Tiongkok Xi Jinping Hebohkan Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan rumor kudeta Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Beijing. Xi Jinping telah dimasukkan ke dalam tahanan rumah

NEWS | 25 September 2022

DPR: Shadow Team Nadiem Rendahkan SDM Kemendikbudristek

Shadow team yang diungkapkan Mendikbudristek Nadiem Makarim di forum PBB adalah merendahkan SDM Kemendikbudristek.

NEWS | 24 September 2022

Polisi Amankan Terduga Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Makassar

Polrestabes Makassar mengamankan empat terduga pelaku pengeroyokan siswi SMP berinisial LA (14). Keempat terduga merupakan rekan kelas korban.

NEWS | 24 September 2022

Masih Banyak Warga di Bantaran yang Buang Sampah ke Sungai

Salah satu penyebab masyarakat di Bekasi membuang sampah ke sungai karena masih rendahnya kesadaran mereka akan kebersihan.

NEWS | 24 September 2022

Puan Maharani Ungkap Tujuannya Bertemu Sejumlah Elite Parpol

Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mengungkapkan tujuannya melakukan safari politik dan bertemu sejumlah elite parpol. 

NEWS | 24 September 2022

Career Day Mudahkan Masyarakat Cari Kerja di Tengah Pemulihan Ekonomi

Career Day tidak hanya memberikan kemudahan bagi alumni Universitas Bakrie yang hendak mencari kerja, tetapi juga untuk masyarakat umum.

NEWS | 24 September 2022

Kasus dan Kematian Covid-19 Jakarta sampai 24 September 2022

Infografik tentang data kasus dan jumlah kematian Covid-19 Jakarta sampai tanggal 24 September 2022.

NEWS | 24 September 2022

Kenang Prof Samekto Wibowo, Rektor UGM: Beliau Guru Saya

Rektor UGM Yogyakarta Prof dr Ova Emilia mengenang sosok Prof Samekto Wibowo yang meninggal dunia usai terseret ombak di Pantai Pulang Sawal, Gunungkidul.

NEWS | 24 September 2022

Guru Besar UGM yang Terseret Ombak Seorang Dokter Spesialis Neurologi

Guru besar UGM yang meninggal karena terseret ombak, Samekto Wibowo, merupakan dokter spesialis neurologi.

NEWS | 24 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Rumor Kudeta Tiongkok, Xi Jinping Disebut Jadi Tahanan Rumah

Rumor Kudeta Tiongkok, Xi Jinping Disebut Jadi Tahanan Rumah

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings