Abu Janda Bertemu Pigai, KNPI Tidak Akan Cabut Laporan Soal Dugaan Pernyataan Rasis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Abu Janda Bertemu Pigai, KNPI Tidak Akan Cabut Laporan Soal Dugaan Pernyataan Rasis

Jumat, 12 Februari 2021 | 18:48 WIB
Oleh : Yustinus Paat / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Wellem Ramandei, mendesak setiap aparat kepolisian yang terlibat untuk menindaklanjuti laporan yang dilayangkan pihaknya dengan nomor STTL/30/I/2021/Bareskrim pada 28 Januari 2021. Laporan tersebut terkait cuitan yang dilayangkan akun yang diduga milik Permadi Arya atau Abu Janda kepada mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang diduga kuat bermuatan rasis dan kebencian.

Menurut Wellem, konten bermuatan rasis di media sosial rentan memecah belah bangsa. Seperti halnya adanya dugaan unsur rasisme dalam cuitan akun Twitter @permadiaktivis1 yang diduga dimiliki Saudara Permadi alias Abu Janda.

"Dasar negara kita Pancasila. Maka, tidak ada tempat bagi mereka yang menyuarakan kebencian kepada salah satu ras tertentu. Kami mengecam keras tindakan rasis kepada siapapun dalam bentuk apapun," ujar Wellem dalam jumpa pers bertajuk "Stop Racism: We Love Indonesia" yang digelar di Kantor DPP KNPI, Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Wellem memastikan, KNPI tidak akan mencabut laporan terhadap Permadi Arya meskipun pria yang dikenal luas dengan nama Abu Janda itu sudah bertemu dengan Natalius Pigai. Dia menambahkan, sifat rasisme dalam diri seseorang sulit dihapus karena sudah menjadi bagian dari karakter seseorang.

Sebagai organisasi kepemudaan yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan persatuan, lanjut Wellem, pihaknya berharap aparat kepolisian tidak ragu menindaklanjuti laporan mereka.

"Saya percaya, aparat hukum akan bertindak adil dan jika terbukti bahwa cuitan itu bernada rasis, maka polisi tidak perlu pandang bulu dalam menegakkan hukum di negeri ini," tegas Wellem.

Dirinya juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadikan kasus Abu Janda sebagai momentum realisasi janjinya. "Kalau Pak Sigit kemarin bilang hukum akan tajam ke atas, inilah saatnya," imbuh dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Amin Ngabalin menambahkan, upaya KNPI melaporkan cuitan Abu Janda yang diduga bermuatan rasis bertujuan agar mencegah situasi seperti ini terjadi lagi. Karena itu, kata dia, aparat kepolisian perlu menindaklanjuti laporan KNPI agar tidak penilaian negatif terhadap kepolisian.

"Hari ini mungkin kepada kami dari Papua, besok siapa lagi. Kalau tidak dihentikan ini bisa bahaya. Lalu, kalau ini tidak disikapi, kami jadi warga negara kelas tiga di negara ini, seakan-akan ada perlakuan istimewa kepada seorang Abu Janda," kata Amin Ngabalin di acara yang sama.

Dia menambahkan, DPP KNPI telah banyak menampung aspirasi-aspirasi dari para pemuda Papua yang ingin ucapan Abu Janda ditindak secara hukum. "Senin depan para pemuda Papua bergerak di Polda Papua Barat. Aksi tersebut untuk mengingatkan. Tolong lakukan tindakan tegas," pintanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Haris Pertama juga mengomentari pertemuan antara Natalius Pigai dengan Abu Janda yang difasilitasi oleh Sufmi Dasco dari Partai Gerindra. Haris mempertanyakan sikap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai melalui akun twitternya @knpiharis, Rabu (10/2).

"Tweet kau di bawah ini selalu mengidentikkan saat kau dihina maka masyarakat Papua dihina…," cuitnya dalam akun tersebut seperti dikutip, Kamis (11/2).

Haris juga menyebutkan, saat warga Papua dan sebagian warga Indonesia lainnya membela Natalius dalam kasus dugaan rasis, malah Natalius bersedia melakukan pertemuan dengan terlapor diduga pelaku rasis.

"Lalu saat kau sudah dibela sama masyarakat Papua dan Pemuda Indonesia… ehhh kau makan bersama dengan si Rasis. Ada apa ini kk manisss ??? “Pakai Tanda Tanya Lagi", sebutnya sambil menautkan cuitan lama Natalius Pigai.

Seperti diketahui, Abu Janda dilaporkan oleh KNPI dengan dugaan ujaran rasialisme lewat akun Twitter-nya terhadap Natalius Pigai. Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA) juncto Pasal 310 dan/atau Pasal 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Imlek, Tidak Terlihat Perayaan di Kota Medan

Suasana Tahun Baru Imlek 2572 sejumlah jalan protokol terlihat sepi dan tidak seperti pada hari-hari biasanya yang selalu ramai dilalui kendaraan.

NASIONAL | 12 Februari 2021

PT Pos Indonesia Telah Salurkan BST untuk KPM di Pakulonan

Para keluarga penerima manfaat (KPM) benar-benar merasa terbantu atas Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dibagikan pemerintah.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Imlek, Hio Laku Keras di Surakarta

Penjualan hio di Surakarta, Jawa Tengah laris manis karena banyak yang mempergunakannya untuk sembahyang saat Imlek.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Pemerintah Diminta Tuntaskan Ketimpangan Pasokan Listrik di Tanah Air

Pemerintah melalui Kementerian ESDM diminta menuntaskan permasalahan ketimpangan pasokan listrik di berbagai daerah di Tanah Air.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Jasa Marga Rencana Tutup Sementara Tempat Istirahat KM 52B Tol Japek

Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) akan menutup sementara tempat istirahat (TI) KM 52B arah Jakarta.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Di Hadapan Kapolri, Gubernur Sulsel Ungkap Langkah Awal Penanganan Gempa Sulbar

Pihak kepolisian, TNI, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turun langsung melihat kondisi ketika hari pertama gempa di Sulawesi Barat.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Libur Imlek, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Naik 15%

Libur panjang dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2572 penumpang di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten diprediksi meningkat 15% dibanding hari biasa.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Guru Penggerak Berkesempatan Jadi Kepala Sekolah

Sebab, ini bukan cuma program penguatan, tapi juga kepemimpinan.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Mendikbud: Guru Penggerak Selalu Ingin Belajar dan Berkembang

Mendikbud mengatakan guru penggerak selalu haus akan ilmu dan siap belajar menjadi lebih baik.

NASIONAL | 12 Februari 2021

Tinggal di Daerah Rawan, Siswa SMP Sukabumi Dilatih Siaga Bencana

Sukabumi merupakan salah satu daerah rawan bencana sehingga perlu ditanamkan sejak dini tentang pengetahuan mengenai kesiagaan bencana.

NASIONAL | 12 Februari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS