Hasil Otsus Papua Masih Jauh dari Harapan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hasil Otsus Papua Masih Jauh dari Harapan

Senin, 15 Februari 2021 | 18:42 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Penerapan otonomi khusus (otsus) diharapkan bisa menjadi penyelesaian masalah di Papua. Provinsi Papua sendiri mendapat status otsus melalui UU 35/2008.

Akademisi senior Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, Agus Sumule menilai, sedikitnya ada dua alasan mengapa Papua mendapat otsus dari pemerintah pusat.

"Pertama supaya integrasi bangsa dipertahankan, kedua ada peningkatan kesejahteraan dan kemajuan, penghormatan HAM, percepatan pembangunan ekonomi, dan lain-lain," kata Agus Sumule, dalam Seri Diskusi Forum 100 Ilmuwan Sosial Politik Ke-19 LP3ES bertema "Otonomi Khusus Aceh dan Papua: Efektifkah?", di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Menurut Agus, untuk menjawab pertanyaan apakah selama ini pemberian dana otsus Papua bisa dikatakan efektif atau tidak, tentu harus dilakukan evaluasi secara keseluruhan. Jika tidak pernah dilakukan evaluasi menyeluruh dan mendalam, maka sulit untuk menilai apakah dana otsus bisa dikatakan efektif atau tidak.

Dirinya mencontohkan, khusus di masalah pendidikan, dari data yang dikumpulkan memang mengalami banyak peningkatan. Sebelum dan sesudah otsus, tahun 2000 jumlah sekolah di Papua hanya sekitar 3.287. Kemudian pada tahun 2018 ada kenaikan 6.900 sekolah.

"Jumlah murid juga meningkat hampir dua kali kenaikan, jumlah guru juga naik. Tapi kenaikan itu tidak menunjukkan perbaikan signifikan IPM Papua," ucapnya.

Di Papua Barat, IPM hanya mencapai 63,74. Sedangkan di Papua IPM hanya sebesar 60,6. Dirinya meyakini, dengan IPM yang hanya berada di angka ini maka tidak mungkin terserap di dunia investasi.

Kemudian terkait kekurangan guru, total di tanah Papua ada hampir kekurangan 20.000 guru. Data terakhir yang dikumpulkan, di Papua masih kekurangan sekitar 18.769 guru. Rinciannya di Papua Barat kekurangan 4.901 guru, sedangkan di Papua kekurangan sekitar 13.868 guru.

"Kemudian di Papua Barat yang belum menikmati pendidikan ada sebanyak 42.396 orang. Di Papua sebanyak 203.935 orang," ungkap Agus.

Atas kondisi ini, khusus di dunia pendidikan, yang mendesak harus dilakukan adalah dengan menyelenggarakan sekolah sepanjang hari (SPH). Dengan SPH, pendidikan bisa diberikan lebih intensif sekaligus melakukan perbaikan gizi saat di sekolah. Termasuk menyediakan seluruh fasilitas pendukung SPH.

Menurutnya, di dalam UU 35/2008 tentang Otsus Papua, ada ratusan kata yang menyebutkan "masyarakat adat". Kendati demikian, di dalam penerapannya di lapangan, justru masyarakat adat yang paling tidak diperhatikan.

"Justru yang paling tidak diurus adalah masyarakat adat. Yang menjadi subjek dari UU itu malah tidak menjadi perhatian," ucap Agus.

Atas kondisi ini, dirinya menilai, walaupun banyak kemajuan, tetapi pemberian dana otsus Papua masih jauh dari efektif. Kemajuan lebih terlihat di kawasan ibu kota provinsi/kabupaten/kota.

"Sementara di kampung-kampung jauh dari memadai. Pendidikan dan pelatihan kerja untuk meningkatkan kualitas SDM masih sangat harus ditingkatkan," ujarnya.

Selama ini, di Papua sendiri migrasi juga masuk dalam jumlah sangat besar sehingga mengakibatkan proses marginalisasi yang sangat cepat.

"Ketergantungan Papua terhadap dana transfer sangat besar, kemandirian fiskal yang adalah prasyarat suatu daerah otonom masih jauh dari harapan," kata Agus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Polisi di Mandailing Natal Dipukul 2 Pengedar Ganja

Kedua tersangka itu juga mencoba merampas senjata petugas tersebut.

NASIONAL | 18 September 2021

Polresta Denpasar Tahan Selebgram Atas Dugaan Pornografi

Polresta Denpasar, Bali menahan seorang selebgram berinisial RR atas dugaan kasus pornografi yang dilakukannya melalui salah satu aplikasi Mango.

NASIONAL | 18 September 2021

Bocah Kebon dari Deli Kupas Perjalanan Hidup Hakim Agung Supandi

Peluncuran buku perjalanan hidup Hakim Agung Prof Supandi, "Bocah Kebon dari Deli" yang digelar Jumat (17/9/2021) berlangsung meriah.

NASIONAL | 18 September 2021

Yayasan Al Muslim Luncurkan STMIK Al Muslim⁣ ⁣

Yayasan Al Muslim mengembangkan sayap melakukan perubahannya menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Al Muslim

NASIONAL | 18 September 2021

Ini Rekam Jejak Pimpinan MIT Poso Ali Kalora

Pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora bersama anggotanya Jaka Ramadhan tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya

NASIONAL | 18 September 2021

Mabes Polri Terima Laporan Tewasnya Pimpinan Teroris Ali Kalora

Mabes Polri telah menerima informasi tewasnya pimpinan teroris Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Kabupaten Parigi.

NASIONAL | 18 September 2021

Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Lili Pintauli Secara Pidana

Dewan Pengawas (Dewas) KPK menolak untuk melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara pidana atas pelanggaran kode etik yang dilakukannya.

NASIONAL | 18 September 2021

BNPT Kutuk Serangan KKB Terhadap Nakes di Papua

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengutuk keras serangan KKB Papua pimpinan Lamek Taplo terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Papua.

NASIONAL | 18 September 2021

Diduga Aniaya M Kece, Ini Jejak Irjen Napoleon Bonaparte di Skandal Djoko Tjandra

Nama Irjen Napoleon, terdakwa perkara suap skandal Djoko Tjandra kembali mencuat lantaran diduga menganiaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri.

NASIONAL | 18 September 2021

Lions Club dan Le Minerale Dukung Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Lions Club menggelar aksi bersih-bersih serentak di dunia (World Cleanup Day) dengan tema “Pilah Sampah dari Rumah”. Aksi ini didukung pula Le Minerale.

NASIONAL | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Polisi di Mandailing Natal Dipukul 2 Pengedar Ganja

Polisi di Mandailing Natal Dipukul 2 Pengedar Ganja

NASIONAL | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings