Pendiri NII Crisis Center Sebut Perpres RAN PE Persempit Ruang Gerak Teroris
Logo BeritaSatu

Pendiri NII Crisis Center Sebut Perpres RAN PE Persempit Ruang Gerak Teroris

Rabu, 17 Februari 2021 | 16:33 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Peraturan Presiden (perpres) 7/2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) dapat mempersempit gerakan ekstremisme dan radikalisme di Indonesia. Namun, kelompok ekstremisme dan radikalisme di Indonesia tidak akan menyerah begitu saja pada keadaan.

“Berbicara Perpres 7/2021 adalah sangat ditunggu-tunggu. Saat ini luar biasa persoalan radikalisme karena sudah menyusup ke semua lini, dari kalangan atas sampai bawah. Perpres ini manfaatnya sangat besar, mengingat pencegahan terorisme masih minim,” kata Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan dalam diskusi nasional yang membahas Perpres 7/2021 di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Menurut Ken, perpres yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut telah melibatkan semua pihak dalam menanggulangi bibit pemikiran radikal. Tidak hanya kepolisian maupun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) hingga tokoh masyarakat juga turut dilibatkan.

“Ini bisa mempersempit ruang gerak mereka (teroris), walaupun mereka tidak akan pernah putus asa. Perpres ini bisa meningkatkan hak atas rasa aman masyarakat,” ucap Ken.

Ken menyatakan, perpres juga sangat berbahaya ketika tidak tepat pelibatan dan sasarannya. “Sangat besar manfaatnya tetapi bisa berbahaya juga ketika tidak tepat sasaran,” ujar Ken.

Menurut Ken, kelompok ekstremisme dan radikal yang merupakan bibit dari teroris, sudah menyusup ke hampir semua lini. Mulai dari ASN, TNI, Polri, guru, ormas, tokoh agama, dan lain-lain.

“Kita sudah terkepung dari segala penjuru. Yang jadi masalah adalah kita tidak merasa terkepung dan terancam. Di sisi lain kita mudah sekali lupa jati diri bangsa,” kata Ken.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Suap Izin PLTU 2, KPK Periksa Petinggi PT Cirebon Power

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan memeriksa Corporate Affair Director PT Cirebon Power, Teguh Haryono.

NASIONAL | 17 Februari 2021

Asosiasi UMKM Imbau Pedagang Pasar Tak Takut Divaksin

Vaksinasi ini sangat penting untuk membentengi diri saat melakukan interaksi dengan pembeli.

NASIONAL | 17 Februari 2021

Operasi Teroris MIT, Satgas Tinombala Berganti Jadi Mandago Raya

Madago merupakan bahasa Poso yang secara umum artinya baik hati dan dekat dengan masyarakat.

NASIONAL | 17 Februari 2021

Pemerintah Apresiasi E-Court dan E-Litigation MA

Jumlah perkara yang didaftarkan melalui e-court pada tahun 2020 meningkat 295% dan 8.560 perkara telah disidangkan secara e-litigation.

NASIONAL | 17 Februari 2021

Divaksin Covid-19 pada Usia 77 Tahun, Wapres Jadi Contoh Nyata Uji Klinis Keamanan

Hal tersebut menunjukkan risiko besar bagi para lansia di dalam menghadapi wabah ini.

NASIONAL | 17 Februari 2021

Juliari dan Edhy Prabowo Layak Dihukum Mati? Ini Respons KPK

"Benar, secara normatif dalam UU Tipikor terutama Pasal 2 ayat (2) hukuman mati diatur secara jelas ketentuan tersebut dan dapat diterapkan," kata Ali.

NASIONAL | 17 Februari 2021

Komjen Agus Andrianto Disebut Sebagai Calon Kabareskrim

Sejumlah nama telah disebut-sebut akan mengisi kursi itu. Kini giliran nama Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, lulusan Akpol 89.

NASIONAL | 17 Februari 2021

Jokowi: Pandemi Akselerasi Transformasi Teknologi dalam Proses Peradilan

E-court dan e-litigation memberi pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan tidak terganggu dan kualitas putusan-putusan juga tetap terjaga.

NASIONAL | 17 Februari 2021

Kemdagri Minta Kemhumham Percepat Kajian Status Kewarganegaraan Bupati Orient

Kemdagri tidak memiliki otoritas untuk menetapkan kewarganegaraan seseorang. Otoritas tersebut berada di tangan Kemkumham.

NASIONAL | 17 Februari 2021

Aman Buat Lansia, Wapres Ma'ruf Amin Terima Vaksin CoronaVac

Angka kematian akibat Covid-19 ini menunjukkan data statistik bahwa kelompok usia lanjut atau lansia menduduki porsi cukup tinggi, yaitu sekitar 47,3%.

NASIONAL | 17 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS