Longsor Kalijering, Bencana Tanah Bergerak Terparah di Kebumen
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Longsor Kalijering, Bencana Tanah Bergerak Terparah di Kebumen

Kamis, 18 Februari 2021 | 19:11 WIB
Oleh : JEM

Kebumen, Beritasatu.com - Longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso pada 9 Februari 2021 yang merenggut korban jiwa merupakan tanah bergerak terparah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dalam lima tahun terakhir, kata Koordinator Riset Komunitas Tanggap Bencana Kebumen Chusni Ansori.

"Gerakan tanah terjadi pada lereng timur sebuah bukit di tapal batas Kabupaten Kebumen dengan Kabupaten Purworejo tersebut terparah dalam lima tahun terakhir setelah bencana gerakan tanah Sampang 2016 di Kecamatan Sempor," katanya di Kebumen, Kamis (18/2/2021).

Tanah bergerak di Desa Kalijering 2021 melanda enam rumah di kaki bukit hingga hancur, terseret, dan kemudian tertimbun dengan korban jiwa mencapai tiga orang.

Chusni yang juga peneliti utama LIPI itu, menyampaikan dalam peta prakiraan tanah bergerak tanah Kabupaten Kebumen untuk Februari 2021 yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), bukit di Desa Kalijering tercakup ke dalam zona potensi tinggi tanah bergerak.

Menurut dia, terdapat indikasi jejak-jejak berbagai tanah bergerak lama di sekitar lokasi kejadian berdasarkan analisis digital elevation model (DEM), maka dimungkinkan tanah bergerak Kalijering adalah gerakan tanah lama yang aktif kembali (tereaktivasi).

Ia menyampaikan di lokasi pernah mengalami tanah bergerak pada 27 Oktober 2020 yang skalanya lebih kecil.

"Citra satelit mengindikasikan gerakan tanah kecil mengekspos lapisan tanah pucuk seluas sekitar 7.000 meter persegi. Dalam pemeriksaan PVMBG, gerakan tanah saat itu menyebabkan timbulnya retakan-retakan tanah dengan lebar lima hingga 20 centimeter sepanjang 10 hingga 30 meter yang terletak di sub-area atas," katanya.

Chusni menyampaikan tanah bergerak Kalijering 2021 dipicu hujan berintensitas tinggi selama dua hari berturut–turut pada 8-9 Februari 2021. Secara umum dapat dikatakan untuk wilayah Indonesia, curah hujan berintensitas lebih dari 70 hingga 80 mm yang terjadi secara berturut–turut merupakan penyebab bencana hidrometeorologi seperti tanah bergerak.

Khusus untuk Jawa Tengah, terdapat hubungan antara intensitas hujan bulanan dengan tanah bergerak, di mana pada saat bulan–bulan dengan intensitas hujan yang tinggi (November–Maret) maka tanah bergerak pun tinggi.

Ia menjelaskan hujan berintensitas tinggi menyebabkan masuknya air ke dalam lereng melalui retakan-retakan yang telah terbentuk sebelumnya. Drainase yang buruk membuat air tidak mudah keluar di kaki lereng sehingga menjadi jenuh di dalam lereng dan membuat bobot lereng bertambah.

"Pada saat yang sama air melumasi bidang kontak antara tanah pucuk dengan batuan dasar, menciptakan bidang gelincir yang mengurangi koefisien gesekan antarbatuan. Saat beban lereng telah melampaui gaya gesek antara tanah pucuk dan batuan dasar, maka terjadi gerakan tanah," katanya.

Pihaknya merekomendasi dalam jangka pendek untuk mengevakuasi penduduk yang semula tinggal di sebelah utara dan selatan dari area tanah bergerak, mengingat masih ditemukan retakan–retakan tanah di sekitar sub-area atas yang berpotensi menjadi tanah bergerak berikutnya.

Selain itu, katanya, menstabilkan lereng, dengan jalan menimbuni retakan–retakan yang ada dengan lempung dan atau ditutupi terpal untuk mengurangi masuknya air hujan ke dalam lereng, memasang pipa horizontal hingga menembus lereng bawah guna mengurangi tingkat kejenuhan air dalam lereng sekaligus memperbaiki drainase.

Selain itu, menciptakan sistem peringatan dini sederhana, dengan jalan mengukur waktu terjadinya hujan deras dengan jam oleh penanggung jawab yang disepakati.

Apabila hujan deras terjadi selama minimal dua jam maka warga yang tinggal di bagian bawah lereng harus segera dievakuasi dengan membunyikan kentongan/sumber suara lainnya yang disepakati.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PSI Dukung Revisi UU ITE agar Tak Mengancam Kebebasan Berpendapat

Kebebasan berpendapat dan berekspresi yang kita punya sekarang harus dipertahankan karena merupakan buah terbaik dari Reformasi 98.

NASIONAL | 18 Februari 2021

Awas! Surat Palsu Pengangkatan CPNS Kembali Beredar

Kementerian PAN dan RB memastikan tidak pernah mengeluarkan surat pengangkatan CPNS Jalur Khusus.

NASIONAL | 18 Februari 2021

Hotman Paris Dukung DPN Indonesia Gelar UPA Daring Tahap II

Hotman Paris Hutapea mengucapkan selamat dan mendukung Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia menggelar Ujian Profesi Advokat (UPA) daring tahap II.

NASIONAL | 18 Februari 2021

Polda Jatim Gagalkan Peredaran 6 Kilogram Sabu-sabu

Saat ini Polda Jatim masih memburu dua tersangka lain yang diduga menjadi bandar besar sabu-sabu.

NASIONAL | 18 Februari 2021

Komnas HAM: Ustaz Maaher Meninggal karena Sakit

Komnas HAM memastikan bahwa kematian Ustaz Maaher At-Thuwalibi alias Soni Eranata di dalam Rutan Bareskrim Polri karena sakit.

NASIONAL | 18 Februari 2021

Kasus Mafia Tanah terhadap Keluarga Dino Patti Djalal Naik Penyidikan

Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara terkait laporan dari keluarga Dino Patti Djalal tentang kasus dugaan pemalsuan jual-beli properti.

NASIONAL | 18 Februari 2021

Komnas HAM: Kematian Ustaz Maaher Tidak Pernah Diadukan

Komnas HAM menyatakan tidak pernah menerima aduan soal kematian Soni Eranata atau Ustaz Maaher At-Thuwailibi di dalam Rutan Bareskrim Polri.

NASIONAL | 18 Februari 2021

TP PKK Sulsel Gandeng Baznas Bantu Masyarakat Prasejahtera di Makassar

Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel) menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu masyarakat prasejahtera di Kota Makassar.

NASIONAL | 18 Februari 2021

Hujan Lebat, BMKG Berikan Peringatan Bahaya Banjir di Beberapa Provinsi

BMKG mengeluarkan peringatan potensi dampak hujan lebat untuk banjir yang dapat terjadi di beberapa provinsi mulai Jumat hingga Sabtu.

NASIONAL | 18 Februari 2021

Marwan Jafar: Kita Harus Serius Berdayakan Desa

Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar menyatakan, dana desa memungkinkan untuk ditambah.

NASIONAL | 18 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS