Menristek Harapkan Produksi GeNose 10.000 per Bulan
Logo BeritaSatu

Menristek Harapkan Produksi GeNose 10.000 per Bulan

Jumat, 19 Februari 2021 | 20:56 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengharapkan Universitas Gajah Mada (UGM) selaku penemu GeNose bisa meningkatkan skala produksi alat skrining Covid-19 tersebut menjadi setidaknya 10.000 per bulan. Bambang mengatakan produksi GeNose saat ini baru sekitar 1.000 unit per minggu, sehingga peningkatannya harus mencapai 2,5 kali lipat.

“Kapasitas produksi GeNose sekitar 1.000 unit per minggu, memang UGM dalam hal ini sudah menggandeng lima perusahaan untuk proses manufakturnya. Kami sedang memfasilitasi tim UGM dan para mitranya agar bisa scale up produksinya,” kata Bambang dalam acara bertajuk GeNose C-19 untuk Kepariwisataan Indonesia yang digelar Jumat (19/02/2021).

Dalam acara yang dihadiri berbagai asosiasi pariwisata termasuk perhotelan, menristek mengaku optimistis pemanfaatan GeNose bisa membantu pemulihan ekonomi nasional khususnya membangkitkan lagi sektor pariwisata yang terpukul paling parah. Menurut menristek, GeNose sangat ideal dipakai di lokasi dengan mobilitas tinggi seperti tempat wisata, mal, pabrik, gedung perkantoran, bahkan pasar tradisional.

Menurut Bambang, GeNose akan membantu mobilitas masyarakat sebagai faktor penggerak perekonomian. Dia menegaskan GeNose tidak dirancang untuk menggantikan tes PCR sebagai gold standar dalam mendiagnosa Covid-19, sebaliknya berfungsi sebagai alat skrining Covid-19. Artinya, GeNose sama fungsinya dengan termometer yang saat ini dipakai sebagai alat skrining di setiap pintu masuk gedung.

Bambang menjelaskan GeNose bekerja untuk mendeteksi senyawa dalam embusan nafas yaitu volatile organic compound (VOC), untuk membedakan seseorang sehat atau tidak. GeNose dilengkapi dengan kemampuan artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang memastikan seseorang terinfeksi atau tidak dari virus corona.

“Kalau sekarang kita masuk kantor, mal, hotel, apa yang harus kita lakukan? Cek temperatur, itu skrining juga, misalnya suhu di atas 37,7 (derajat Celsius) tidak boleh masuk, tapi apakah itu skrining yang baik? Karena suhu orang naik bisa karena berbagai hal, belum tentu Covid-19,” kata Bambang.

Menristek mengatakan GeNose diberi harga Rp 60 juta untuk 100.000 kali pemakaian. Namun, biaya tersebut, menurutnya, masih relatif murah karena stasiun kereta api menetapkan harga Rp 20.000 untuk sekali pengetesan.

“Kalau hitungan bisnis, jangan lihat pembelian GeNose sebagai expense (biaya), tapi lihat sebagai investasi. Kalau pun expense itu jangka panjang, bukan sekali pakai,” kata Bambang.

Dari sisi pengujian, ujar Bambang, memiliki sejumlah keunggulan, yaitu nyaman karena cukup menghembuskan napas, hasil pengujian juga bisa didapatkan dalam waktu sekitar satu menit, harga lebih murah dibandingkan tes seperti swab anti-gen, dan merupakan inovasi asli Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Pemalsuan, Kualitas Sertifikat Tanah Ditingkatkan

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) memastikan akan terus memperbaiki kualitas sertifikat tanah.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Kasus Kompol Yuni Nyabu, Polri: Tes Urine Semua Anggota

Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menerbitkan Surat Telegram yang mengatur tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota polisi.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Keliling Kampung, Prajurit TNI Cek Kesehatan Masyarakat Papua

Warga merasa bersyukur mendapatkan pengobatan gratis dari prajurit TNI di Pos Bendungan Tami.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Lindungi Pekerja Migran, Kemnaker Siapkan 45 Layanan Terpadu

LTSA diharapkan dapat menciptakan layanan yang cepat, mudah, murah, dan aman bagi calon pekerja migran, serta meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Pengamat: Kesantunan Publik Harus Dikedepankan dalam Berdemokrasi

Modal sosial bangsa Indonesia seperti gotong royong dan toleransi.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Pemkot Bogor Ajukan 16.000 Dosis Vaksin Tahap II

Pemkot Bogor, hingga kini belum mendapatkan kepastian kapan distribusi vaksin untuk tahap yang kedua.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Dalam 2 Bulan, 38 Buronan Ditangkap Tim Tabur Kejaksaan

Selama dua bulan terakhir tim Tabur Kejaksaan Agung berhasil meringkus 38 buronan.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Kasus Bansos, KPK Sita Dokumen dan Rekening Koran dari 2 Perusahaan

KPK mengamankan sejumlah dokumen hingga rekening koran saat menggeledah dua perusahaan di Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Kemkominfo Umumkan 15 Nama Calon Dewas LPP-RRI

Johnny G. Plate umumkan 15 nama hasil kerja Panitia Seleksi Calon Anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) periode 2021.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Diapresiasi, Proses Hukum Kasus Pemalsuan Pestisida dan Pupuk

Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (Apropi) mengapresiasi penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

NASIONAL | 19 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS