Cerita dan Fakta Menarik Jaksa Agung Burhanuddin di Balik Sosok Angkernya
Logo BeritaSatu

Cerita dan Fakta Menarik Jaksa Agung Burhanuddin di Balik Sosok Angkernya

Sabtu, 20 Februari 2021 | 15:23 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin merupakan salah satu sosok penting dalam bidang penegakan hukum di Tanah Air. Lembaga yang dipimpinnya yakni Kejaksaan Agung menempati posisi penting dalam proses hukum di Indonesia.

Penampakannya yang angker menunjang perannya tersebut. Selain pembawaan yang pendiam dan terkesan dingin, kumis lebat juga menambah kesan angkernya.

"Ini salah satu sosok yang menyeramkan," kata pesohor Deddy Corbuzier ketika Jaksa Agung menjadi bintang tamu Podcast Deddy Corbuzier yang diunggah pada Rabu (17/2/2021).

Namun Deddy kemudian menyambung dengan komentar yang beredar di media sosial ikhwal kemiripan Jaksa Agung dengan Adam Suseno suami penyanyi dangdut Inul Daratista. Sebab keduanya sama-sama memiliki kumis tebal.

"Pak banyak yang ngomong kayak Mas Adam Inul," ucap Deddy.

"Nah itu padahal lebih gantengan aku loh gitu. Rugi dong selebat ini," jawab Jaksa Agung berkelakar.

Ditanya mengapa memanjangkan kumis, Burhanuddin mengaku sengaja memanjangkan kumis sebagai ciri khas di keluarganya.

"Hanya untuk khas ajalah. Di antara keluarga cuma ada aku yang ada kumisnya. Yang lain enggak ada kumisnya," ucap Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Dalam acara itu, Burhanuddin juga bercerita hal-hal lain terutama terkait kehidupan pribadi dan perjalanannya menantang bahaya menjadi aparat penegak hukum. Ceritanya mulai dari konflik batin menerima sogokan, mendapat ancaman, hingga komitmennya.

Diancam GAM di Aceh
Jaksa Agung Burhanuddin mengaku pernah diancam kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pesan singkat berisi ancaman dia terima saat baru tiba di Aceh untuk bertugas. Isinya ancaman agar meninggalkan Aceh dalam waktu 2x24 jam.

Burhanuddin pun melaporkan ancaman itu ke Kejaksaan Tinggi Aceh. Dia juga mengganti kartu tanda penduduknya dengan KTP Merah Putih.

"Saya lapor kepada Kepala Kejaksaan Tinggi pada waktu itu orang Aceh, Pak Teuku. Saya bilang 'Pak, ini ada begini'. Kejati waktu itu 'terus gimana?', pantang untuk surut saya bilang. Tapi tetap saja saya sebagai manusia punya perasaan sih pasti, saya minta KTP. KTP-nya diganti jadi KTP merah putih karena kalau dari Jawa, di sana kan tetap saja seram," kata ST Burhanuddin.

Galau Terima Sogokan
ST Burhanuddin juga mengaku pernah menerima uang sogokan dalam suatu kasus yang ditanganinya. Kejadiannya saat Burhanuddin menjadi jaksa baru. Dia sempat disogok oleh pihak yang terlibat dalam perkara yang tengah ditangani. Namun, dia memutuskan untuk mengembalikan uang tersebut karena hatinya tidak tenang.

“Setelah ikut sidang lalu disuap, enggak bisa tidur seminggu sampai putusan. Saya berpikir saya kembalikan uang itu dan sejak itu saya tidak akan mau bermain di ranah itu,” katanya.

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=rv0wJkQHWF0/youtube]

“Sejak itu, saya selalu katakan kepada pimpinan, saya hanya mau menangani perkara yang betul-betul clear tidak ada apa-apa,” katanya.

Dalam perjalanannya, terutama saat menjadi Jaksa Agung saat ini, Burhanuddin mengatakan dirinya masih sering dikesankan menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengintervensi suatu kasus. Meski demikian dia tetap berkomitmen menjalankan tugasnya dengan tegas dan lurus.

Justru anggota keluarganya yang kadang terganggu dengan upaya-upaya mencemarkan nama baiknya. "Kadang anak saya menanyakan apa benar seperti itu," katanya.

Perjalanan Karier Jaksa Agung Burhanuddin
ST Burhanuddin kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 17 Juli 1954, seorang sarjana Hukum Pidana dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun 1980. Pada 2001 dia berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Indonesia. Terakhir, dia meraih gelar doktor di Universitas Satyagama Jakarta pada 2006 lalu.

Karir ST Burhanuddin dimulai sebagai staf di Kejaksaan Tinggi Jambi setelah lulus S1. Burhanuddin juga sempat mengikuti pendidikan pembentukan jaksa. Dia kemudian diangkat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri di sejumlah daerah, termasuk di wilayah Jambi dan Cilacap.

Karir ST Burhanuddin terus meningkat. Pada 2007 dia mendapat promosi jabatan menjadi Direktur Eksekusi dan Eksaminasi pada Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung. Selanjutnya, pada 2008 dia kembali dipromosikan dan terpilih untuk menempati posisi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara hingga 2009.

ST Burhanuddin pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat. Saat menjabat sebagai Kepala Kejati Sulawesi Selatan dan Barat pada tahun 2010, dia cukup fokus pada penanganan kasus korupsi.

ST Burhanuddin menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) pada 2011 hingga pensiun pada 2014. Pada 2015, dia ditunjuk menjabat Komisaris Utama PT Hutama Karya (persero).

ST Burhanuddin dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2019 sebagai Jaksa Agung RI pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, menggantikan H.M. Prasetyo.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Komisi IV Akan Cek Gagal Tanam Bawang di Food Estate Humbahas

Komisi IV DPR akan lakukan pengecekan langsung ke lapangan terkait kegagalan program food estate bawang merah dan bawang putih di Humambas.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Hingga Januari, Gerakan “Bangga Buatan Indonesia” Tambah 4,1 Juta UMKM di Platform Digital

Pada Januari 2021, ada tambahan 342.000 UMKM yang berhasil terhubung ke platform digital dengan omzet penjualan lebih dari Rp 45 miliar.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Pemerintah Kota Yogyakarta Tambah Cadangan Beras 15 Ton

Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan jumlah cadangan beras sebanyak 120 ton sesuai Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 22 Tahun 2019.

NASIONAL | 20 Februari 2021

PPKM Mikro, Polri Terus Latih Tenaga Tracer Covid-19

Para tenaga tracer ini akan membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 pada masa perpanjangan PPKM Mikro.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Presiden: Semoga Kita Meraih Kemajuan Signifikan

Presiden berharap bangsa Indonesia menghadapi tantangan dan mencapai kemajuan yang signifikan.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Polda Riau Padamkan 10 Titik Api di 4 Kabupaten

Ke-10 titik api itu berasal dari penemuan delapan titik panas dengan kadar sedang.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Pemkot Batu dan Malang Intensifkan Kampung Tangguh di Tingkat Desa Kelurahan

Posko penanganan Covid-19 di desa maupun kelurahan dinilai efektif menekan kasus Covid-19.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Mafia Tanah Bergentayangan, BPN Ingatkan Jangan Serahkan Sertifikat ke Pihak Lain

Sertifikat tanah jangan dititipkan kepada orang lain. Kalau mau mengurus ke BPN lebih baik datang sendiri, jangan suruh orang lain.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Gelar Baksos, Brigez Ingatkan Masyarakat Patuh Protokol Covid-19

Kegiatan bakti sosial yang digelar Brigez di Bandung berupa pembersihan dan penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan makanan.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Konsep Ekonomi Sirkular Jadi Salah Satu Solusi Atasi Sampah Plastik

Danone Aqua mengusung konsep ekonomi sirkular sebagai satu solusi untuk memecahkan masalah sampah plastik di Indonesia.

NASIONAL | 20 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS