Ini Sederet Kasus yang Menyeret Rizieq Menjadi Tersangka
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Sederet Kasus yang Menyeret Rizieq Menjadi Tersangka

Senin, 22 Februari 2021 | 13:15 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya telah menetapkan Rizieq Syihab sebagai tersangka terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pencegahaan Covid-19, yang menyebabkan kerumunan. Rizieq dianggap telah melanggar Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Ternyata, bukan kali ini saja Imam Besar eks Ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab menyandang status tersangka. Sedikitnya ada tujuh kasus yang akhirnya menyeret nama Rizieq menjadi tersangka dan sebagian diantaranya berujung hukuman penjara.

Berikut perjalanan kasus hukum Rizieq Syihab periode 2001 sampai 2020 yang akhirnya berujung pada penetapan status tersangka.

Pertama, Rizieq Syihab pernah ditetapkan tersangka demo Anti-Amerika Serikat tahun 2001. Pada tahun 2001, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka atas aksi demonstrasi anti-Amerika Serikat (AS) di sekitar Kedubes AS di Jalan Merdeka Selatan. Aksi demonstrasi itu digelar pada 15 Oktober 2001.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menghasut, menghina, serta menyebarkan kebencian kepada pemerintah dan Kepolisian.

Kedua, tersangka penghasutan tahun 2002. Rizieq Syihab kembali ditetapkan sebagai tersangka penghasutan atas peristiwa penyerbuan dan pengrusakan beberapa tempat hiburan di Jakarta oleh anggota FPI. Pengrusakan tempat hiburan itu terjadi pada 4 Oktober 2002.

Polda Metro Jaya kemudian memutuskan menahan Rizieq pada 16 Oktober 2002. Pada 11 Agustus 2003, Rizieq Syihab dijatuhi hukuman selama tujuh bulan penjara oleh majelis hakim yang diketuai Hery Swantoro di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ketiga, pada 20 April 2003, Rizieq Syihab ditahan karena dianggap menghina Kepolisian Negara Republik Indonesia lewat dialog di stasiun televisi SCTV dan Trans TV. Rizieq divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan diganjar 7 bulan penjara.

Rizieq dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan menghasut, melawan aparat keamanan, dan memerintahkan merusak sejumlah tempat hiburan di Ibu Kota. Yang bersangkutan kemudian menjalani hukuman di Rutan Salemba, dan mendekam di Blok R Nomor 19.

Kasus 2003 ini bermula dari kegiatan sweeping ke tempat hiburan malam yang dilakukan FPI. Kemudian pada, Sabtu (5/10/2002) dalam tayangan di sebuah stasiun televisi swasta Rizieq berkomentar, "Gubernurnya budek, DPRD-nya congek, polisinya mandul."

Rizieq juga menuding dengan keras bahwa sejumlah pejabat Pemda DKI Jakarta menjadi backing tempat hiburan malam. Selang sehari, 10 orang anggota FPI ditangkap untuk diperiksa di Polres Metro Jakarta Pusat.

Keempat, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka Kericuhan Monas pada 4 Mei 2008. Pada tahun 2008, insiden Monas terjadi. Yaitu kekerasan anggota FPI terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang tengah berdemonstrasi.

Terkait insiden Monas tersebut, polisi menahan 10 tersangka termasuk Ketua FPI Rizieq Syihab dan Munarman selaku Panglima Komando Laskar Umat Islam ketika itu.. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Rizieq hukuman 1,5 tahun penjara.

Kelima, penetapan tersangka penghinaan Pancasila pada 30 Januari 2017. Rizieq Syihab juga menjadi tersangka kasus dugaan penghinaan Pancasila dengan pelapor Sukmawati Soekarnoputri.

Rizieq ditetapkan tersangka oleh polisi pada 30 Januari 2017 dan dijerat Pasal 154a KUHP tentang tindak pidana terhadap lambang negara dan atau Pasal 320 KUHP tentang pencemaran nama baik. Adapun dua Pasal tersebut ancamannya di bawah 5 tahun bui.

Namun, pada 4 Mei 2018, polisi mengumumkan sudah menghentikan penyidikan kasus tersebut. Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat saat itu, Kombes Umar Surya Fana menjelaskan SP3 diberikan sekitar bulan Februari atau Maret 2018.

Keenam, pada 29 Mei 2017 tersangka kasus chat mesum. Rizieq Syihab ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi dan chat seks yang melibatkannya dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein.

Tidak hanya Rizieq, Firza Husein juga ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi berupa chat seks dan disangkakan dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Firza terancam hukuman di atas 5 tahun penjara. Pada 30 Mei 2017, Polda Metro Jaya bahkan menerbitkan surat penangkapan terhadap Rizieq.

Ketujuh, pada 10 desember 2020 Tersangka pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan. Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq Syihab sebagai tersangka terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pencegahaan Covid-19, yang menyebabkan kerumunan. Dianggap telah melanggar Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Penetapan status tersangka tersebut dilakukan beberapa minggu setelah kepulangan Rizieq dari Arab Saudi.

Laporan Polisi

Selain kasus-kasus yang akhirnya mengantarkan Rizieq sebagai tersangka, Rizieq juga banyak mendapatkan laporan polisi atas tindak tanduknya. Namun, laporan tersebut sebagian besar diantaranya tidak dilanjutkan pihak kepolisian.

Diantaranya seperti kasus dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda yakni memplesetkan salam "Sampurasun". Ketika itu Rizieq dilaporkan pada 24 November 2015. Selanjutnya kasus penguasaan tanah ilegal di Megamendung, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Rizieq dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 19 Januari 2016.

Kemudian kasus dugaan penghinaan terhadap agama Kristen terkait ceramahnya di Jakarta Timur. Rizieq dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 27 Desember 2016. Disusul kasus dugaan penghinaan agama. Rizieq dilaporkan oleh Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama ke Polda Metro Jaya pada 8 Januari 2017.

Rizieq juga pernah dilaporkan terkait kasus logo komunis yakni palu arit di mata uang pecahan Rp100 ribu. Rizieq dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 8 Januari 2017. Selanjutnya, masih di kasus yang sama Rizieq juga pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 10 Januari 2017.

Yang terbaru, PTPN VIII juga melakukan laporan ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan kasus penyerobotan lahan di Megamendung, Bogor pada 22 Januari 2021. Laporan tersebut telah teregistrasi di Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/0041/I/2021/Bareskrim tertanggal 22 Januari 2021, dengan terlapor Muhammad Rizieq Syihab.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bima Arya: Ada Jalan Rusak Akibat Hujan Adukan di Medsos

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor untuk bergerak cepat memperbaiki jalan rusak.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja Rampung, Pengusaha Harap EoDB di Indonesia Membaik

Pemerintah telah menyelesaikan 51 peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja).

NASIONAL | 22 Februari 2021

Dilantik Presiden, Ali Ghufron Mukti Resmi Jabat Dirut BPJS Kesehatan

Presiden Jokowi juga melantik Achmad Yurianto sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Dewan Komisioner Ombudsman RI

Dewan Komisioner Ombudsman diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 36/P/Tahun 2021.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Rizieq Syihab Diminta Bertanggung Jawab Terkait Kasus Penyerobotan Lahan PTPN VIII

Aarat penegak hukum bisa melakukan penyitaan lahan milik PTPN VIII yang diduga dikuasai Rizieq.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Risma Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Pebayuran Bekasi

Bantuan senilai lebih dari Rp 200 juta tersebut diangkut dengan dua truk langsung dari gudang Kemsos di Bekasi Timur.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 800 Meter

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Masih Terendam Banjir, Seluruh Perjalanan KA dari Gambir dan Pasar Senen Kembali Dibatalkan

Selain pembatalan perjalanan KA jarak jauh, seluruh perjalanan KA lokal relasi Cikarang - Purwakarta (PP) yang melintasi jalur tersebut juga dibatalkan.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Gempa Magnitudo 4,6 Dirasakan di Kabupaten Sukabumi

Hingga pukul 22.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

NASIONAL | 21 Februari 2021

Kepala BNPB Tinjau Penanganan Banjir di Karawang

Dalam hal ini, kelompok rentan yang dimaksud yaitu lansia, warga yang memiliki komorbid, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak-anak.

NASIONAL | 21 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS