Stafsus Edhy Prabowo Diduga Beli Rumah Pakai Uang Suap Ekspor Benur
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Stafsus Edhy Prabowo Diduga Beli Rumah Pakai Uang Suap Ekspor Benur

Senin, 22 Februari 2021 | 20:53 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Aliran dana kasus dugaan suap perizinan ekspor benih bening lobster atau benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo semakin terkuak seiring dengan proses penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat ini, tim penyidik sedang mendalami adanya transaksi pembelian rumah yang dilakukan Andreau Pribadi Misanta, staf khusus Edhy Prabowo dengan menggunakan uang suap dari para eksportir benur. Salah satunya rumah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Untuk mendalami hal itu, tim penyidik memeriksa karyawan swasta bernama Jaya Marlian, Senin (22/2/2021).

"Didalami pengetahuannya terkait dengan transaksi jual beli rumah milik tersangka APM (Andreau Pribadi Misanta) yang berlokasi di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan yang diduga sumber uang untuk pembeliannya dari para ekspoktir yang memperoleh izin ekspor benur tahun 2020 di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, Senin (22/2/2021).

Pembelian rumah oleh Andreau menggunakan uang suap dari eksportir benur juga didalami penyidik dengan memeriksa seorang karyawan swasta bernama Yusuf Agustinus dan seorang petani atau pekebun bernama Zulhijar. Andreau diduga membeli rumah dari Yusuf Agustinus.

"Yusuf Agustinus dan Zulhijar didalami pengetahuannya terkait pembelian rumah milik saksi Yusuf Agustinus oleh tersangka APM yang diduga sumber uang pembeliannya dari para ekspoktir yang memperoleh izin ekspor benur tahun 2020 di KKP," kata Ali.

Selain itu, pada hari ini penyidik KPK sedianya memeriksa Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP, Sjarief Widjaja. Namun Sjarief tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik.

"Yang bersangkutan (Sjarief Widjaja) dijadwalkan ulang pada Selasa (23/2/2021)," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan bersama dua stafsusnya Safri dan Andreau Misanta Pribadi; sekretaris pribadi Edhy bernama Amiril Mukminin; pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) bernama Siswadi; serta staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan bernama Ainul Faqih; sebagai tersangka penerima suap terkait izin ekspor benur.

Sementara tersangka pemberi suap adalah Chairman PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito.

Edhy Prabowo dan lima orang lainnya diduga menerima suap dari Suharjito dan sejumlah eksportir terkait izin ekspor benur yang jasa pengangkutannya hanya dapat menggunakan PT Aero Citra Kargo.

Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020. Saat itu, Edhy Prabowo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dengan menunjuk kedua stafsusnya, Andreau Misanta Pribadi dan Safri sebagai Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence). Salah satu tugas dari tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur.

Selanjutnya, pada awal bulan Oktober 2020, Suharjito datang ke lantai 16 kantor KKP dan bertemu dengan Safri. Dalam pertemuan tersebut, terungkap untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK (Aero Citra Kargo) dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor.

Atas kegiatan ekspor benih lobster yang dilakukannya, PT DPPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp 731.573.564. Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, sebagian uang tersebut, yakni sebesar Rp 3,4 miliar ditransfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf khusus istri menteri Edhy.

Uang itu, diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, istrinya IIs Rosita Dewi, Safri, dan Andreu Misanta Pribadi. Uang itu digunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi di Honolulu AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp 750 juta. Sejumlah barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya di Hawaii, di antaranya jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Praktisi Kimia Farma Berkesempatan Menjadi Dosen di Unhan

Unhan bertekad untuk berkontribusi menyukseskan program pemerintah guna mencapai kemandirian produksi vaksin.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Bela Diri Soal Penghapusan Red Notice Joko Tjandra, Napoleon Seret Nama Menkumham

Napoleon Bonaparte membacakan nota pembelaan atau pleidoi sebagai terdakwa perkara dugaan suap pengurusan penghapusan nama Joko Tjandra.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Banjir Masih Genangi Beberapa Wilayah Kabupaten Kudus

Banjir yang masing terjadi mengakibatkan sejumlah warga mengungsi ke tempat aman.

NASIONAL | 22 Februari 2021

FIK UI Manfaatkan Virtual Reality untuk Praktikum Selama Pandemi

FIK UI mengembangkan virtual laboratorium berbasis Virtual Reality Simulation (VRS) untuk praktikum mahasiswa FIK.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Mengaku Di-Bully, Edhy Prabowo Ungkit Soal Medali Emas Asian Games

Edhy Prabowo mengklaim bahwa dirinya tidak menyusahkan dan tidak mencuri uang negara serta berjasa dalam perolehan medali emas pencak silat di Asian Games 2018.

NASIONAL | 22 Februari 2021

PT Pos Indonesia Salurkan BST untuk Korban Longsor di Purwakarta

Faizal Rochmad Djoemadi dan jajaran Pos Purwakarta menyambangi warga yang terdampak bencana longsor dan tanah bergerak di Purwakarta.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Kompol Yuni Gunakan Sabu-sabu, Bareskrim Tes Dadakan Anggota

87 orang anggota yang dites secara mendadak itu hasilnya semua dinyatakan negatif narkoba.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Presiden Jokowi Ingatkan "Aturan Main" Pemecatan Jika Terjadi Karhutla

Jokowi mengingatkan soal "aturan main" yakni sanksi dicopot apabila terjadi kebakaran hutan tak terkendali.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Jokowi memerintahkan aparat penegak hukum untuk menindak tegas tanpa kompromi terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

NASIONAL | 22 Februari 2021

Presiden Jokowi Rilis 5 Langkah Pencegahan Karhutla

Presiden Jokowi mengeluarkan 5 langkah untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Tanah Air.

NASIONAL | 22 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS