Hampir Meninggal karena Covid-19 Alasan Dino All Out Lawan Mafia Tanah
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Wawancara Dino Patti Djalal

Hampir Meninggal karena Covid-19 Alasan Dino All Out Lawan Mafia Tanah

Selasa, 23 Februari 2021 | 13:37 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketika Dino Patti Djalal berjuang mengungkap keberadaan mafia tanah dan bahkan mengunggahnya ke media sosial, ia sudah tahu kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bakal dihadapi.

Namun pria yang sudah lebih seperempat abad berkarier sebagai diplomat ini teguh dengan tekadnya. Mafia tanah harus diberantas. Apa pun risiko yang ia harus hadapi.

Dalam wawancara khusus dengan Beritasatu.com, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat 2010-2013 ini mengaku memutuskan untuk melawan habis-habisan mafia tanah saat ia mendapatkan “kesempatan kedua untuk hidup” setelah terpapar Covid-19.

Pertengahan September 2020, Dino menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Bahkan ia harus masuk ICU gara-gara Covid-19 ini.

"Alasannya (melawan dan mengungkap mafia tanah) karena Covid-19. Saya kena Covid pada September. Hampir lewat (meninggal dunia). Hampir dijemput maut. Setelah saya sembuh, saya merasa ada kesempatan kedua untuk hidup,” kata Dino, Sabtu (20/2/2021).

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada 2014 ini mengaku memiliki sikap berbeda melihat hidup. “Saya berpikir, kalau memperjuangkan sesuatu jangan tanggung-tanggung," katanya.

Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, dirinya memiliki keinginan kuat agar generasi berikutnya di negeri ini hidup di Indonesia yang adil dan supremasi hukum yang lebih baik.

“Ini kedengarannya klise, tapi itulah yang benar-benar saya rasakan ketika itu. Dan saat mendengar kasus (mafia tanah) ibu saya maka ada fearless attitude dalam diri saya,” ujar Dino.

Sikap tidak takut itu juga didorong karena keinginan membela ibunda yang sudah berusia 84 tahun. “Kalau bukan saya yang belain, siapa lagi,” katanya.

Hidup hanya sekali maka Dino tak mau lagi tanggung-tanggung dalam membela orang atau membetulkan apa yang salah. “Jadi September kena Covid, awal Oktober keluar RSPAD. Jadi baru mulai secara aktif dan secara intelektual menguak kasus ini akhir Oktober awal November,” katanya.

Pertimbangan lainnya, Dino merasa dirinya bukan lagi pejabat negara sehingga bisa bicara bebas.

“Saya sudah pensiun dan bukan lagi pejabat. Ini juga aset saya di mana saya bicara bebas tanpa beban apa pun. Di twitter, saya tulis di profil saya adalah advocate of truth, not power. Saya tidak mencari jabatan tapi kebenaran,” katanya.

Dino bersyukur bahwa kasus ini menjadi perhatian orang. Lebih dari itu, Dino yang awalnya merasa hanya mewakili ibunya dalam mengungkap kasus mafia tanah, seminggu kemudian ia merasa mewakili korban-korban mafia tanah lainnya.

Ketika ia mengungkap melalui media sosial ternyata banyak masyarakat yang mendukung. Sebagian besar masyarakat tersebut bahkan ikut mengungkapkan kekesalannya atas keberadaan mafia tanah.

Seperti dikutip dari komentar warganet dalam cuitan Dino mengenai mafia tanah, akun @marchelnapit misalnya menyebut, kami warga lubang buaya juga sedang mengalami hal yang sama, hak kami diakui oleh orang lain dan sekarang lebih dari 70 KK terancam tidak memiliki tempat bernaung akibat jahatnya mafia tanah. Kami mohon dapat didengarkan laporan2 kami.

Akun tersebut menautkan @DivHumas_Polri, @DelainaAnnur, dan @atr_bpn.

"Kuncinya harus terekspose. Publik tahu, media tahu. Kalau tidak terekspose dinamikanya jadi datar. Sementara aparat itu menangani banyak sekali kasus. Anggotanya juga sedikit," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dino juga mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang telah bekerja keras mengungkap laporan yang telah disampaikannya.

Kerja keras kepolisian yang dimaksud antara lain melakukan penangkapan salah satu terduga aktor mafia tanah pada pukul 04.00 atau dini hari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sekda DIY Dicecar KPK Soal Penyimpangan Proyek Stadion Mandala Krida

Para saksi didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh para subkontraktor.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Pembangunan Food Estate untuk Entaskan Kemiskinan di Sumba Tengah

Saat ini pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 5.000 hektare untuk ditanami padi dan jagung.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Jokowi Optimistis NTT Bisa Jadi Lumbung Pangan

Perluasan lahan dilakukan karena tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumba Tengah mencapai 34%, sementara panen padi hanya sekali setahun.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Skandal Djoko Tjandra, Jaksa Minta Hakim Tolak Pembelaan Brigjen Prasetijo

Jaksa menilai Prasetijo telah terbukti menerima uang USD 100.000 dari Djoko Tjandra.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Besok, Kemdikbud Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

“Data lengkap sedang disiapkan,” kata Hendarman, saat ditanyakan tentang sasaran penerima vaksin dari kelompok PTK.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Merapi Meluncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1,2 Km

Asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Hari Ini, Presiden Akan Resmikan Bendungan Napun Gete NTT

Pembangunan bendungan menggunakan biaya APBN sebesar Rp880 miliar yang dilaksanakan kontraktor PT Nindya Karya (Persero) sejak 2017.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Buol, Sulteng

Dari laporan BMKG, gempa bumi tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Tindaklanjuti Instruksi Kapolri, Polda Bentuk Satgas Anti Mafia Tanah

Jajaran Kepolisian daerah (polda) membentuk Satgas Anti Mafia Tanah untuk memberantas praktik-praktik mafia tanah di daerah dan memproses hukum para pelakunya

NASIONAL | 22 Februari 2021

Kompolnas Dukung Polri Kejar Mafia Tanah ke Australia

Kompolnas mendukung Polri untuk memberantas para mafia tanah

NASIONAL | 22 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS