Dari Diplomat Dino Jadi Detektif Mafia Tanah
Logo BeritaSatu

Wawancara Dino Patti Djalal

Dari Diplomat Dino Jadi Detektif Mafia Tanah

Selasa, 23 Februari 2021 | 13:38 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritastu.com - Dino Patti Djalal selama ini dikenal sebagai seorang diplomat. Ia adalah Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 2010-2013 dan Wakil Menteri Luar Negeri 2014. Namun kini ia adalah detektif mafia tanah.

Dino Patti Djalal bukan hanya menjadi pelapor pasif kasus mafia tanah yang menimpa ibunya. Pria yang pernah mengemban tugas sebagai juru bicara Satgas Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur (P3TT) ini aktif mencari informasi dan menemukan oknum-oknum yang terlibat mengangkangi tanah dan bangunan milik ibunya di tiga lokasi, Kemang, Cilandak, dan Pondok Indah.

“Yang jelas dari diplomat saya berpindah jadi detektif,” katanya dalam wawancara khusus dengan Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Dino menjawab pertanyaan terkait laporan keluarganya ke Polda Metro Jaya dan juga unggahannya mengenai kasus mafia tanah di akun media sosialnya.

Dari uraian yang diunggah Dino, warganet bisa menilai bahwa Dino maju bukan tanpa bekal. Sebaliknya, ia mengantongi bukti-bukti. Ada banyak data mengenai polah anggota mafia tanah yang ia beberkan.

Bagaimana ia mengumpulkan data dan bukti-bukti? “Metodologinya (dalam mengungkap sindikat) adalah wawancara orang dan setiap saya dapat informasi kemudian saya coba connecting the dot atau menghubungkan titik,” kata Dino yang pernah juga menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara dan Amerika Tengah Kementerian Luar Negeri ini.

Kiatnya mengungkap mafia tanah, kata Dino, harus selalu berpikir kritis.

“Setiap informasi yang saya terima selalu saya olah, tidak saya telan mentah-mentah dan jangan lupa selalu connecting the dot,” katanya.

Orang yang diwawancarai tentu tidak sembarang orang melainkan mereka yang memiliki keterkaitan dengan kasus dan tahu profil-profil tersangka. “Dengan begitu saya semakin tahu cerita di balik cerita. Jadi jangan hanya tahu ceritanya, melainkan tahu apa di balik cerita itu,” katanya.

Tiga bulan terakhir ini merupakan hal yang luar biasa bagi Dino setelah mendapatkan cerita di balik cerita persoalan sertifikat tanah milik ibunya.

“Bahkan nama Fredy Kusnadi (salah satu tersangka) pun tadinya tidak pernah tahu, tidak pernah nongol karena orang ini berada di belakang layar terus. Bisa bayangkan bagaimana dia bisa menjadi pemilik rumah ibu saya di Paradiso padahal kami nggak kenal dia dan ketemu dia juga nggak pernah,” beber Dino.

Mewawancarai orang untuk mendapatkan informasi ternyata tidak sederhana dan gampang. Dino juga menemui kedala dalam menggali informasi.

“Tentu ada kendalanya karena banyak yang ditutup-tutupi kalau saya bicara dengan orang-orang itu,” katanya.

Namun, Dino tidak mandek ketika satu sosok tidak memberikan informasi atau menutup diri. Ia mencari informasi dari sumber lain.

“Biasanya dari satu orang dapat satu nama (orang lain). Dari satu nama itu dapat lagi nama-nama (sebagai sumber informasi) lain. Dari nama itu ternyata terkait dengan nama lainnya lagi. Menurut saya, prosesnya itu agak jelimet tapi penting,” katanya.

Melalui proses yang tidak sederhana itu, Dino mencontohkan, akhirnya ia mengetahui bahwa seorang broker yang bermain di kasus rumah kedua ibundanya ternyata teman baik Fredy Kusnadi. “Dan dia ada hubungannya dengan kasus rumah ketiga,” tambah Dino.

Hal luar biasa lainnya menurut Dino adalah 15 orang sudah di tangan polisi alias ditangkap. Dino yakin, mereka adalah bagian dari sebuah organisasi atau perkumpulan atau komplotan.

Meski selama ini bertindak bak detektif dalam menelusuri kasus tanah sang ibu, Dino mengakui ada bagian yang tak bisa ia lakukan karena merupakan kewenangan kepolisian.

“Rekening bank komplotan itu pasti ada. Aliran uangnya ke mana saja bisa ditelusuri. Tapi itu semua di luar kemampuan saya. Ini sudah ada di tangan polisi dan saya yakin polisi bisa mengungkapnya,” katanya.

Dino yakin mafia tanah bakal terbongkar karena adanya perhatian dari Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Diplomat yang pernah menjadi peserta konvensi pemilihan calon presiden 2014-2019 Partai Demokrat ini mengaku awalnya tidak tahu menahu mengenai urusan properti.

“Saya baru ngeh awal 2020-an. Waktu itu ibu saya hendak menjual salah satu rumah,” katanya.

Ketika itu sang ibunda sudah sepakat mengenai penjualan rumah, namun tidak kunjung dibayar sampai setahun, bahkan satu setengah tahun. Dino pun curiga. Pertengahan 2020 kasus itu dilaporkan ke polisi.

“Tapi saya merasa ada yang salah. Saya melihat brokernya kelihatannya tidak konsisten, saya ada kecurigaan. Ada yang tidak tertangkap yakni pembeli pertamanya dan kabur. Sementara sertifikatnya sudah berganti nama berkali-kali setelah kami cek ke BPN,” ujar Dino.

Setelah itu ada kasus lagi ketika ibunda Dino kembali hendak menjual rumah pada November 2020. Ternyata calon pembelinya mencoba mengambil sertifikat dengan menggunakan KTP palsu. “Untung tercium dan tertangkap tiga orang,” katanya.

Dari situlah Dino berkesimpulan ada sindikat yang benar-benar menargetkan rumah ibunya.

“Karena sudah dua rumah, dan orangnya adalah broker kepercayaan ibu saya,” kata Dino yang pernah menjadi juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Andi Mallarangeng.

Setelah itu, pada bulan Januari 2021 tiba-tiba salah satu rumah ibunda Dino yang tidak dijual ternyata sudah berbalik nama ke orang lain. “Jadi saya seyakin-yakinnya bahwa ada kompolotan yang menargetkan rumah ibu saya,” katanya.

Selain tiga kasus tersebut, Dino juga tengah mempelajari dua kasus lainnya terkait modus operandi mafia tanah ini. Istimewanya, dalam investigasinya Dino mengaku bekerja sendiri. “Saya single player,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hampir Meninggal karena Covid-19 Alasan Dino All Out Lawan Mafia Tanah

September 2020, Dino menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, bahkan harus masuk ICU gara-gara Covid-19 ini.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Sekda DIY Dicecar KPK Soal Penyimpangan Proyek Stadion Mandala Krida

Para saksi didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh para subkontraktor.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Pembangunan Food Estate untuk Entaskan Kemiskinan di Sumba Tengah

Saat ini pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 5.000 hektare untuk ditanami padi dan jagung.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Jokowi Optimistis NTT Bisa Jadi Lumbung Pangan

Perluasan lahan dilakukan karena tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumba Tengah mencapai 34%, sementara panen padi hanya sekali setahun.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Skandal Djoko Tjandra, Jaksa Minta Hakim Tolak Pembelaan Brigjen Prasetijo

Jaksa menilai Prasetijo telah terbukti menerima uang USD 100.000 dari Djoko Tjandra.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Besok, Kemdikbud Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

“Data lengkap sedang disiapkan,” kata Hendarman, saat ditanyakan tentang sasaran penerima vaksin dari kelompok PTK.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Merapi Meluncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1,2 Km

Asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Hari Ini, Presiden Akan Resmikan Bendungan Napun Gete NTT

Pembangunan bendungan menggunakan biaya APBN sebesar Rp880 miliar yang dilaksanakan kontraktor PT Nindya Karya (Persero) sejak 2017.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Buol, Sulteng

Dari laporan BMKG, gempa bumi tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Tindaklanjuti Instruksi Kapolri, Polda Bentuk Satgas Anti Mafia Tanah

Jajaran Kepolisian daerah (polda) membentuk Satgas Anti Mafia Tanah untuk memberantas praktik-praktik mafia tanah di daerah dan memproses hukum para pelakunya

NASIONAL | 22 Februari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS