Serakah, Mafia Tanah Tak Peduli Korbannya Tiba-tiba Jatuh Miskin
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.24)   |   COMPOSITE 6251.05 (36.6)   |   DBX 1329.86 (16.43)   |   I-GRADE 180.794 (0.37)   |   IDX30 506.396 (0.71)   |   IDX80 136.709 (0.32)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.26)   |   IDXESGL 140.339 (-0.31)   |   IDXG30 143.133 (0.82)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.85)   |   IDXQ30 145.232 (0.08)   |   IDXSMC-COM 293.729 (4.11)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.13)   |   IDXV30 135.556 (1.47)   |   INFOBANK15 1043.56 (-1.32)   |   Investor33 435.417 (0.02)   |   ISSI 183.035 (1.53)   |   JII 629.726 (3.97)   |   JII70 221.943 (1.94)   |   KOMPAS100 1220.71 (3.06)   |   LQ45 950.717 (1.57)   |   MBX 1696.63 (7.99)   |   MNC36 322.327 (-0.01)   |   PEFINDO25 325.87 (0.43)   |   SMInfra18 306.901 (3.43)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.93)   |  

Wawancara Dino Patti Djalal

Serakah, Mafia Tanah Tak Peduli Korbannya Tiba-tiba Jatuh Miskin

Selasa, 23 Februari 2021 | 13:52 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Sindikat atau mafia tanah merupakan kumpulan orang-orang serakah yang tak peduli korbannya mendadak miskin karena kehilangan hak atas tanah dan bangunan. Mereka adalah golongan manusia yang tidak punya standar moral.

Penilaian tersebut diungkapkan gamblang dan tegas oleh Dino Patti Djalal, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 2010-2013 dan Wakil Menteri Luar Negeri pada 2014.

Seperti diberitakan, ibunda Dino, Zurni Hasyim Djalal menjadi korban mafia pemalsu sertfikat tanah sehingga kepemilikan atas tanah beralih ke orang lain begitu saja tanpa proses jual beli.

Dino tak tinggal diam. Ia menelusuri jejak kotor para pelaku dan kemudian melaporkannya ke Polda Metro Jaya serta mengungkapkannya di media sosial.

"Sadarlah kita menghadapi orang-orang (mafia tanah) yang tidak mempunyai standar moral. Kita menghadapi orang-orang yang sangat serakah," kata Dino dalam wawancara khusus dengan Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Dino yang pernah menjabat juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, mengatakan, mafia tanah tidak peduli siapa yang akan menjadi korbannya, apakah korban berasal dari masyarakat biasa, miskin, maupun golongan orang mampu sekali pun.

"Mereka tidak peduli siapa yang jadi korban, apa jadi miskin dan menderita. Kalau mereka peduli hanya pura-pura saja," ucap Dino.

Pernyataan Dino sangat masuk akal. Bisa dibayangkan kondisi korban penipuan mafia yang tiba-tiba kehilangan tanah dan bangunan yang adalah hak miliknya dalam sekejap. Tanah sudah beralih ke tangan orang lain padahal korban tidak merasa menjual atau mengalihkan kepemilikan.

Bagi keluarga muda, penipuan semacam ini sangat megguncang, apalagi bagi mereka yang sudah berusia senja yang nota bene kebanyakan sudah menempati tanah dan bangunannya seumur usia mereka.

Korban bisa saja mendadak sakit karena rasa kehilangan dan kekecewaan yang menganggu kejiwaan. Penderitaan semacam ini tentu tidak terlintas di benak mafia tanah.

Tidak sampai di situ. Keserakahan mafia tanah ini sangat terlihat dari pola mereka yang berusaha keras mendapatkan keuntungan secara ilegal. Dino mengingatkan, mafia tanah merupakan sekelompok orang yang sangat paham, lihai, dan mengerti sistem pengurusan tanah.

Komplotan mafia tanah tak segan menyerang balik korban yang melawan. Mereka biasanya akan membawa ke jalur hukum karena yakin bakal menang. Pasalnya, mereka diduga kuat sudah memiliki kaki tangan guna mengendalikan proses hukum dan memenangi perkara.

Mereka juga sangat paham hukum dan memiliki seribu satu cara untuk masuk mencari celah hukum demi memenangi perkara.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

4 Ibu dan 2 Balita Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Kapolres Lombok Tengah telah melakukan upaya mediasi dengan pelapor hingga sebanyak sembilan kali. Namun mediasi tersebut menemui jalan buntu.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Dari Diplomat Dino Jadi Detektif Mafia Tanah

Rekening bank komplotan itu pasti ada. Aliran uangnya ke mana saja bisa ditelusuri.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Hampir Meninggal karena Covid-19 Alasan Dino All Out Lawan Mafia Tanah

September 2020, Dino menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, bahkan harus masuk ICU gara-gara Covid-19 ini.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Sekda DIY Dicecar KPK Soal Penyimpangan Proyek Stadion Mandala Krida

Para saksi didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh para subkontraktor.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Pembangunan Food Estate untuk Entaskan Kemiskinan di Sumba Tengah

Saat ini pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 5.000 hektare untuk ditanami padi dan jagung.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Jokowi Optimistis NTT Bisa Jadi Lumbung Pangan

Perluasan lahan dilakukan karena tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumba Tengah mencapai 34%, sementara panen padi hanya sekali setahun.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Skandal Djoko Tjandra, Jaksa Minta Hakim Tolak Pembelaan Brigjen Prasetijo

Jaksa menilai Prasetijo telah terbukti menerima uang USD 100.000 dari Djoko Tjandra.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Besok, Kemdikbud Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

“Data lengkap sedang disiapkan,” kata Hendarman, saat ditanyakan tentang sasaran penerima vaksin dari kelompok PTK.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Merapi Meluncurkan Guguran Lava Pijar Sejauh 1,2 Km

Asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Hari Ini, Presiden Akan Resmikan Bendungan Napun Gete NTT

Pembangunan bendungan menggunakan biaya APBN sebesar Rp880 miliar yang dilaksanakan kontraktor PT Nindya Karya (Persero) sejak 2017.

NASIONAL | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS