Waspadai Serangan Balik Mafia Tanah
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.24)   |   COMPOSITE 6251.05 (36.6)   |   DBX 1329.86 (16.43)   |   I-GRADE 180.794 (0.37)   |   IDX30 506.396 (0.71)   |   IDX80 136.709 (0.32)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.26)   |   IDXESGL 140.339 (-0.31)   |   IDXG30 143.133 (0.82)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.85)   |   IDXQ30 145.232 (0.08)   |   IDXSMC-COM 293.729 (4.11)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.13)   |   IDXV30 135.556 (1.47)   |   INFOBANK15 1043.56 (-1.32)   |   Investor33 435.417 (0.02)   |   ISSI 183.035 (1.53)   |   JII 629.726 (3.97)   |   JII70 221.943 (1.94)   |   KOMPAS100 1220.71 (3.06)   |   LQ45 950.717 (1.57)   |   MBX 1696.63 (7.99)   |   MNC36 322.327 (-0.01)   |   PEFINDO25 325.87 (0.43)   |   SMInfra18 306.901 (3.43)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.93)   |  

Wawancara Dino Patti Djalal

Waspadai Serangan Balik Mafia Tanah

Selasa, 23 Februari 2021 | 15:37 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Mafia tanah bukan hanya lihai dalam hal patgulipat sertifikat melainkan juga punya cara mengintimidasi korban dan bahkan menyerang balik bila ada korban yang melawan.

Hal tersebut disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menceritakan pengalamannya ketika mendapatkan perlawanan balik dari mafia tanah yang telah menguasai tanah milik ibunya.

"Penting sekali diamati sebagai pelajaran bagaimana mafia (tanah) ini berkelit dan melawan balik. Kalau misalnya kasus tidak terekspose, tidak ada yang tahu, tidak kedengaran, maka mereka akan mencoba untuk mengintimidasi korban," kata Dino dalam wawancara khusus dengan Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Dino, pihak yang paling lemah untuk diintimidasi mafia tanah biasanya datang dari masyarakat miskin. Kelompok masyarakat tidak mampu akan tunduk ketika sudah diteror dengan menggunakan jasa preman.

Bila korbannya kalangan kelas menengah ke bawah yang tidak punya duit untuk membayar pengacara maka akhirnya mereka pasrah.

Sedangkan bagi korban yang mencoba jalur hukum maka komplotan ini sudah bersiap menyogok ekosistem peradilan.

Dari pengalamannya menghadapi mafia tanah, Dino mengaku juga mendapat ancaman akan dituntut atau dimejahijaukan. Namun, dirinya tidak gentar dan menantang balik dengan mempersilakan mafia tanah untuk menuntutnya.

"Makanya dia (mafia tanah) sering bilang mau menuntut saya. Ayo ke pengadilan. Sementara mereka sudah punya backing di pengadilan. Tapi kalau sudah terekspose seperti sekarang ini, itu menarik," ujarnya.

Seperti diberitakan, pada 9 Februari 2021 Dino mengunggah cuitan melalui akun medis sosial twitter. Ia memperingatkan publik agar waspada karena satu lagi rumah keluarga Dino dijarah komplotan pencuri sertifikat.

Tahu-tahu sertifikat rumah milik ibundanya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada akta jual beli, tidak ada transaksi, bahkan tidak ada pertemuan apa pun. Modus komplotan tersebut mengincar target, membuat KTP palsu, berkolusi dengan broker hitam dan notaris bodong, serta memasang figur-figur "mirip foto di KTP". Figur tersebut dibayar untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu.

Cuitan itu, juga laporan keluarga DIno ke Polda Metro Jaya, menjadikan kasus mafia tanah mengemuka.

Menurut Dino, biasanya bila kasus tanah sudah terekspose oleh media maka mafia tanah akan menjadikan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagai salah satu senjata ampuh.

Langkah demikian dilakukan dengan tujuan agar korban menghentikan aktivitasnya membeberkan keberadaan kelompok mafia tanah.

"Menuntut dengan pasal pencemaran nama baik. Lalu sebisa mungkin menyerang korban dengan tuntutan lain, salah satunya menggunakan UU ITE. Kemudian mencoba merusak reputasi dari korban. Terakhir, mencoba mencitrakan diri sebagai victim (korban)," ucap Dino.

Untuk menghadapi mafia tanah, Dino pun berharap agar masyarakat tidak gentar jika mendapat ancaman serupa. Apalagi jika sudah mengetahui modus operandi mafia tanah dan memiliki bukti cukup untuk melawannya di persidangan.

Dalam wawancara khusus tersebut, Beritasatu.com juga menyebutkan bahwa model intimidasi dengan cara bakal membawa kasus ke jalur hukum tidak hanya dialami warga yang berani menghadapi mafia tanah. Wartawan di lapangan yang menulis sepak terjang mafia tanah pun tak luput dari ancaman serupa.

Berdasarkan pengalaman, intimidasi bisa secara langsung via telepon sampai dengan upaya membawa kasus ke pengadilan dengan delik pencemaran nama baik. Mereka biasanya langsung bicara soal pengadilan, namun sama sekali tidak menyebut UU Pokok Pers yang mengatur pelanggaran oleh pers maupun Dewan Pers sebagai institusi yang menaungi pers.

"Saya (menghadapi mafia tanah) senyum-senyum aja. Ternyata jurus-jurusnya begitu. Cukup kreatif. Tapi ini penting. Untuk korban lain harus tahu jurus ini. Ke depan pasti bisa ketebak. Tapi yang paling penting bagi korban tahulah kira-kira jurusnya," kata Dino.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Besok, Sertijab Kabareskrim Polri

Acara akan berlangsung terbatas, tertutup, dan ada yang digelar virtual untuk mencegah penularan Covid-19.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Ketua DPR Ajak Parlemen Dunia Pastikan Akses dan Distribusi Vaksin Covid Merata

Puan mengatakan pandemi global menyadarkan akan pentingnya kerja sama internasional dalam menangani masalah bersama.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Tokoh Masyarakat Papua Berharap Penyalahgunaan Dana Otsus Ditindak Tegas

Pemerintah perlu melakukan evaluasi bersama dengan Majelis Rakyat Papua dan Papua Barat, termasuk mengevaluasi kesenjangan antar wilayah adat yang masih terjadi

NASIONAL | 23 Februari 2021

Hipmi: Program Vaksin Mandiri Percepat Herd Immunity

Program vaksin mandiri akan memercepat herd immunity serta pemulihan ekonomi nasional.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Walau Kapolri Sudah Keluarkan SE UU ITE, Fahri Hamzah Tetap Usul Jokowi Keluarkan Perppu

Soal surat edaran Kapolri, Fahri menilainya sebagai inisiatif baik. Akan tetapi, surat itu bukanlah hukum yang sebenarnya.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Serakah, Mafia Tanah Tak Peduli Korbannya Tiba-tiba Jatuh Miskin

Mereka tidak peduli korban berasal dari masyarakat biasa, miskin, maupun golongan orang mampu.

NASIONAL | 23 Februari 2021

4 Ibu dan 2 Balita Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Kapolres Lombok Tengah telah melakukan upaya mediasi dengan pelapor hingga sebanyak sembilan kali. Namun mediasi tersebut menemui jalan buntu.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Dari Diplomat Dino Jadi Detektif Mafia Tanah

Rekening bank komplotan itu pasti ada. Aliran uangnya ke mana saja bisa ditelusuri.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Hampir Meninggal karena Covid-19 Alasan Dino All Out Lawan Mafia Tanah

September 2020, Dino menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, bahkan harus masuk ICU gara-gara Covid-19 ini.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Sekda DIY Dicecar KPK Soal Penyimpangan Proyek Stadion Mandala Krida

Para saksi didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan oleh para subkontraktor.

NASIONAL | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS