Kepala Perpustakaan Nasional: Literasi untuk Kesejahteraan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kepala Perpustakaan Nasional: Literasi untuk Kesejahteraan

Selasa, 23 Februari 2021 | 15:41 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Literasi atau kedalaman pengetahuan seseorang pada satu tingkat pengetahuan, parameternya yang harus dilihat saat ini adalah pada kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu yang bisa dipakai dalam kompetisi global. Kemampuan literasi pada taraf inilah yang sangat dibutuhkan untuk menuju pada pencapaian kesejahteraan rakyat yang menjadi tujuan abadi bangsa Indonesia.

Demikian dikatakan Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando dalam wawancara dengan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu, pada acara “60 Minutes with Muhammad Syarif Bando”, yang disiarkan Beritasatu New Channel, baru-baru ini di Jakarta.

“Literasi harus sampai kepada kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu, yang bisa dipakai dalam kompetisi global. Karena pada akhirnya persaingan global dalam tatanan ekonomi dunia adalah, siapa yang bisa menciptakan produksi untuk konsumsi massal,” kata Muhammad Syarif Bando.

Muhammad Syarif Bando mengatakan, saat ini kita dipaksa hidup pada zaman teknologi yang sangat cepat. Ketika komputer 3 giga ((gigabita) dengan kecepatan 284 giga per menit, kata Muhammad Syarif Bando, pihaknya membutuhkan waktu 26 jam untuk mengunggah suatu film yang pernah dipresentasikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, begitu ditemukan teknologi yang 4 gigabita, maka waktu 26 jam hanya butuh jadi 6 menit. Begitu 5 gigabita tinggal 3,6 detik. “Artinya sebentar lagi akan ditemukan komputer yang 6 giga yang kecepatannya bisa 0.00 sekian detik, yang itu bisa dipasang untuk menjadi pengganti driver di mobil mewah pengganti masinis di kereta mewah dan pengganti pilot di pesawat-pesawat canggih,” kata Muhammad Syarif Bando.

Pertanyaan besarnya, lanjut Muhammad Syarif Bando, apakah dunia pendidikan di Indonesia terutama perguruan tinggi sudah mereformasi kurikulumnya ke arah penciptaan barang dan jasa yang dipandu oleh kecepatan teknologi.

“Ini sebuah tantangan besar kita untuk mengubah sistem pendidikan kita untuk bersaing dengan negara- negara yang saat ini sudah maju,” kata Syarif.

Empat Literasi
Syarif menjelaskan ada empat tingkatan literasi. Literasi pertama atau yang paling rendah adalah literasi membaca dan menulis. Kondisi ini terjadi di awal kemerdekaan di masa pemerintahan Presiden Soekarno. Di masa itu, pemerintahan bekerja berat agar orang bisa membaca dan menulis dan bagaimana semua orang bisa bersekolah.

Kemudian literasi tingkat kedua yaitu orang bisa memahami. Jadi bisa mengerti pesan tersirat dari yang tersurat. Literasi tingkat ketiga adalah bagaimana orang bisa mengemukakan pendapat dan berinovasi, dan literasi keempat level yang paling tinggi yaitu kemampuan orang untuk memproduksi barang dan jasa yang bermutu yang bisa dipakai dalam kompetisi global.

Perpustakaan Nasional, lanjut Syarif, telah bekerja keras sehingga terus ada kemajuan literasi di Indonesia. Hal itu terbukti dari tiga tahun dalam masa kepemimpinannya, Pepustakaan Nasionional berhasil menjadi perpustakaan terbaik dunia di dalam top open akses jurnal ilmiah dengan kurang lebih 3-4 miliar artikel.

“Artinya kami bisa melayani seluruh mahasiswa dan tenaga pendidik, dan sekarang kami berposes untuk semua sekolah bisa kita layani kerja sama dengan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan),” katanya.

Syarif mengatakan, untuk mencapai Indonesia Maju, literasi tidak bisa lagi sekadar bisa baca atau tulis. Sebab kalau sampai tamat perguruan tinggi pun, kemampuan literasi seseorang masih hanya bisa membaca dan menulis, maka negara ini tidak akan mendapatkan apa-apa.

“Karena itu, literasi harus sampai kepada kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu, yang bisa dipakai dalam kompetisi global. Karena pada akhirnya persaingan global dalam tatanan ekonomi dunia adalah siapa yang bisa menciptakan produksi untuk konsumsi massal,” katanya.

Literasi dengan tingkat kemampuan menciptakan barang dan jasa, kata Syarif, sudah lama berkembang pesat di negara-negara maju seperti di Eropa Barat dan Amerika Utara, Tiongkok, Singapura, dan Australia. Indonesia sudah harus berada di tahapan ini, sehingga bisa menjadi bangsa yang ikut bersaing di tingkat global.

Syarif menjelaskan, peringkat Indonesia soal baca tulis saat ini berada di urutan ke 53 atau kategori sedang. Saat ini, 96 persen masyarakat Indonesia sudah bisa membaca dan menulis. Sementara 4 persen yang belum bisa membaca dan menulis berada di wilayah Papua, Sulawesi Barat, dan daerah-daerah pemekaran baru seperti di Kalimantan Utara.
Kalau mengikut variabel literasi dunia, kata Syarif, maka berdasarkan variabel yang dikehendaki Unesco, syaratnya tiga buku baru setiap orang setiap tahun.

“Jadi kalau penduduk Indonesia itu 270 juta jiwa, kita butuh sekitar 810 juta buku beredar di masyarakat setiap tahun,” kata Syarif. Syarif menjelaskan, Perpustakaan Nasional pada tahun 2021 ini akan fokus pada persoalan-persoalan literasi di sisi hilir dan hulu. Di sisi hilir fokus mengenai hasil survei bahwa faktanya masih rendah budaya baca.

Karena rendah budaya baca, kata Syarif, maka rendah indeks literasi. Kalau indeks literasi rendah, parameter yang dipakai dunia adalah daya saing global kita rendah, pendapatan perkapita rendah, tingkat kebahagiaan rendah, dan semua itu sudah fakta.

Lalu, di sisi hulunya apa? Syarif mengatakan, di sisi hulunya bagaimana peran eksekutif, legislatif, yudikatif dan semua komponen bangsa sebagaimana diatur UUD 1945. “Tugas kita hanya ada empat (sesuai UUD 1945). Satu, negara ini didirikan dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa siapa pun kita. Dua, mensejahterakan. Tiga, ikut serta dalam menjaga perdamaian dunia. Dan keempat adalah ketertiban,” ujar Syarif.

Tiga Aplikasi
Sebagai perpustakaan terbaik dunia, Perpustakaan Nasional telah menyediakan berbagai koleksi bacaan bermutu termasuk manuskrip. Bacaan-bacaan ini dapat diakses setiap saat pada tiga aplikasi di antaranya Kastara dengan 12 juta manuskrip dan iPusnas menyajikan 2 juta judul buku dan ribuan eksemplar termasuk di dalamnya terdapat tokoh-tokoh dunia.

Tentang manuskrip, Syarif mengatakan, ada tiga manuskrip yang disediakan yaitu Ilagaligo, Babat Diponegoro, Panji. Ketiga manuskrip ini telah diakui oleh dunia sebagai memory of the word.

“Kami pastikan bisa melayani sekitar 5 - 10 juta per detik dengan kemampuan 24 tera dengan akses internet yang cukup bagus,” ujar Syarif

Syarif mengatakan, perpustakaan nasional di seluruh Indinesia adalah sumber informasi, karena itu masyarakat Indonesia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memprioritaskan pembangunan gedung perpustakaan sebagai jantungnya pendidikan.

“Kenapa? Karena ini merupakan suatu institusi peradaban untuk memastikan sejarah panjang Indonesia, perpustakaan sebagai jembatan ilmu pengetahuan di abad lampau, kini, dan yang akan datang,” ujar Syarif.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Waspadai Serangan Balik Mafia Tanah

Mereka sudah punya "backing" di pengadilan.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Besok, Sertijab Kabareskrim Polri

Acara akan berlangsung terbatas, tertutup, dan ada yang digelar virtual untuk mencegah penularan Covid-19.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Ketua DPR Ajak Parlemen Dunia Pastikan Akses dan Distribusi Vaksin Covid Merata

Puan mengatakan pandemi global menyadarkan akan pentingnya kerja sama internasional dalam menangani masalah bersama.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Tokoh Masyarakat Papua Berharap Penyalahgunaan Dana Otsus Ditindak Tegas

Pemerintah perlu melakukan evaluasi bersama dengan Majelis Rakyat Papua dan Papua Barat, termasuk mengevaluasi kesenjangan antar wilayah adat yang masih terjadi

NASIONAL | 23 Februari 2021

Hipmi: Program Vaksin Mandiri Percepat Herd Immunity

Program vaksin mandiri akan memercepat herd immunity serta pemulihan ekonomi nasional.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Walau Kapolri Sudah Keluarkan SE UU ITE, Fahri Hamzah Tetap Usul Jokowi Keluarkan Perppu

Soal surat edaran Kapolri, Fahri menilainya sebagai inisiatif baik. Akan tetapi, surat itu bukanlah hukum yang sebenarnya.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Serakah, Mafia Tanah Tak Peduli Korbannya Tiba-tiba Jatuh Miskin

Mereka tidak peduli korban berasal dari masyarakat biasa, miskin, maupun golongan orang mampu.

NASIONAL | 23 Februari 2021

4 Ibu dan 2 Balita Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Kapolres Lombok Tengah telah melakukan upaya mediasi dengan pelapor hingga sebanyak sembilan kali. Namun mediasi tersebut menemui jalan buntu.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Dari Diplomat Dino Jadi Detektif Mafia Tanah

Rekening bank komplotan itu pasti ada. Aliran uangnya ke mana saja bisa ditelusuri.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Hampir Meninggal karena Covid-19 Alasan Dino All Out Lawan Mafia Tanah

September 2020, Dino menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, bahkan harus masuk ICU gara-gara Covid-19 ini.

NASIONAL | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS