Presiden Jokowi: Penanganan Pandemi Covid-19 Perlu Kerja Sama Erat Antarnegara
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Presiden Jokowi: Penanganan Pandemi Covid-19 Perlu Kerja Sama Erat Antarnegara

Selasa, 23 Februari 2021 | 17:17 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, penanggulangan krisis akibat pandemi Covid-19 memerlukan kerja sama erat antarnegara di dunia yang dirancang secara lebih akurat dan lebih detail.

“Yang paling penting agar kita dapat menangani pandemi ini adalah kerja sama, kerja sama, dan kerja sama,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada International Conference on Tackling The Covid-19 Pandemic, Health, Economic, Diplomacy and Social Perspective, secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Kepala Negara mengatakan, kerja sama global harus diperkokoh karena dunia tidak bisa sepenuhnya bebas dari virus pandemi Covid-19 jika masih ada satu negara saja yang belum bebas darinya. “Spirit kerja sama perlu terus ditekankan karena no one is safe until everyone is,” kata Kepala Negara.

Ia meyakini, masing-masing negara telah melakukan segala upaya untuk menanggulangi krisis ini. Keberadaan vaksin Covid-19 telah menimbulkan harapan baru bagi semua negara untuk keluar dari pandemi. Dalam hal ini, Indonesia terus mendorong kesetaraan akses terhadap vaksin bagi seluruh negara di dunia.

“Indonesia adalah salah satu co-chairs dari Covax AMC Engagement Group. Sudah menjadi tekad Indonesia untuk mengamankan akses vaksin bagi kebutuhan nasional, namun selalu berupaya untuk berkontribusi bagi negara-negara lain, bagi dunia.

Oleh karena itu, pentingnya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara terus saya bawakan sampai di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Presiden Jokowi mengatakan, vaksinasi bukanlah upaya satu-satunya untuk keluar dari pandemi. Pelaksanaan vaksinasi harus terus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) secara ketat dan juga upaya 3T (testing, tracing, dan treatment).

Selain itu, kata Presiden Jokowi, strategi pendekatan berskala mikro yang dikedepankan Indonesia dapat menjadi kunci untuk menekan laju penularan Covid-19. “Pemerintah Indonesia saat ini mengedepankan strategi penanganan berskala mikro dengan melibatkan unit sosial komunitas yang paling bawah, yaitu RT dan RW. Dengan pola penanganan berskala mikro, saya meyakini kurva laju penambahan kasus baru akan dapat ditekan dan masyarakat juga mendapatkan pelayanan bantuan yang diperlukan,” ujarnya.

Ditambahkan, RT dan RW pun turut dilibatkan dalam penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak. Di sisi lain, ia meyakini bahwa tahun 2021 adalah tahun kebangkitan bersama.

“Tahun 2021 adalah momentum untuk bangkit, tahun untuk menjawab berbagai peluang, tahun untuk bertransformasi menjadi kekuatan baru. Dunia harus terus memperkuat kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan bersama dan bangkit bersama,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Boyamin MAKI Ungkap King Maker Skandal Joko Tjandra Petinggi Penegak Hukum

Boyamin memberi waktu satu bulan untuk KPK mengusut sosok King Maker tersebut.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Kasus BPJamsostek Beda dengan Kasus Jiwasraya dan Asabri

Penurunan nilai investasi yang dialami BPJamsostek dinilai tidak bisa disamakan dengan bisa disamakan dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

NASIONAL | 23 Februari 2021

Novel Baswedan Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah Sukseskan Program Vaksinasi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan divaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Kasus Suap Benur, KPK Periksa Eks Staf Khusus Edhy Prabowo

Salah satu saksi yang dijadwalkan diperiksa yakni Gellwyn DH Yusuf yang diketahui mantan Staf Khusus Edhy selaku Menteri Kelautan dan Perikanan.

NASIONAL | 23 Februari 2021

KPK Dalami Sumber Fee Lawyer untuk Hotma Sitompul dari Tersangka Suap Bansos

KPK memastikan akan mendalami sumber fee lawyer yang diterima advokat Hotma Sitompoel dari mantan Pejabat Pembuat Komitmen Kemsos Adi Wahyono.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Pemerintah Wajib Hormati dan Lindungi Hak Tanah Legal Milik Masyarakat

Hak atas tanah yang telah dimiliki masyarakat pada prinsipnya bersifat final dan dalam prosesnya telah mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Diseret Irjen Napoleon, Ini Penegasan dari Menkumham

Menkumham menjelaskan bahwa masuk atau dicabutkan seseorang dari daftar cekal di Imigrasi berdasarkan permintaan dari aparat penegak hukum.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Soal King Maker Kasus Djoko Tjandra, MAKI Tagih Janji KPK

MAKI menagih janji KPK yang akan membongkar sosok King Maker dalam kasus Djoko Tjandra.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Ini Pembagian Peran Kaki Tangan Mafia Tanah

Dino yakin bahwa dalam sindikat ini ada penyandang dana.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Kepala Perpustakaan Nasional: Literasi untuk Kesejahteraan

“Jadi kalau penduduk Indonesia itu 270 juta jiwa, kita butuh sekitar 810 juta buku beredar di masyarakat setiap tahun,” kata Syarif.

NASIONAL | 23 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS