Kasus Suap Bansos Covid-19, KPK Periksa Direktur PT Cipta Mitra Artha
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Suap Bansos Covid-19, KPK Periksa Direktur PT Cipta Mitra Artha

Rabu, 24 Februari 2021 | 11:34 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial atau bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang telah menjerat mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat orang lainnya. Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik KPK menjadwalkan memeriksa Direktur PT Cipta Mitra Artha Vloro Maxi Sulaksono Rabu (24/2/2021). Pemeriksaan terhadap Vloro Maxi ini untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemsos, Matheus Joko Santoso.

"Saksi Vloro Maxi Sulaksono diperiksa untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

Belum diketahui secara pasti materi yang bakal didalami penyidik dalam pemeriksaan terhadap Vloro Maxi Sulaksono. Namun berdasarkan informasi, PT Cipta Mitra Artha merupakan salah satu perusahaan yang mengerjakan proyek bansos Covid-19. Perusahaan itu disebut mendapatkan kuota sebanyak 1,25 juta paket dengan nilai kontrak sebesar 337,5 miliar.

Dalam kasus ini, Juliari bersama dua Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial (PPK Kemsos), Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama atau Tigra, Ardian Iskandar Maddanatja dan Sekretaris Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Pusat periode 2017-2020, Harry Sidabuke. Ardian dan Harry diduga menyuap Juliari dan dua anak buahnya untuk dapat menggarap proyek pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode. Juliari selaku Menteri Sosial menujuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan. Diduga disepakati adanya "fee" dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 per paket bansos.

Selanjutnya Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang diantaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus. Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono.
Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Batubara melalui Adi dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar. Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N, selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.
Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang "fee" dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Periksa Direktur Mitra Jaya Persada Terkait Suap Ekspor Benur Lobster

Edhy Prabowo dan lima orang lainnya diduga menerima suap dari Suharjito dan sejumlah eksportir terkait izin ekspor benur.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Gubernur Sulsel Dukung Program Langit Biru Pertamina

PLB Pertamina berupa pemberian harga khusus pertalite setara premium bagi kendaraan roda dua, roda tiga, taksi plat kuning, ojek online, dan angkutan umum.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Tulungagung Izinkan Tempat Wisata Beroperasi dengan Prokol Kesehatan

Soal risiko terjadinya ledakan pasien Covid-19 sebagai imbas pembukaan kembali tempat wisata, Galih tidak bisa menampik hal itu bakal terjadi.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Gubernur Sulsel Bagikan Bibit Mangrove di Galesong

Sebanyak 1.000 bibit mangrove dibagikan untuk ditanam.

NASIONAL | 23 Februari 2021

Wali Kota Makassar Terpilih Meminta Arahan ke Gubernur Sulsel

Nurdin mengajak pasangan DP-Fatma untuk meninjau beberapa ruangan yang telah direnovasi di kantornya yang terletak Jalan Urip Sumiharjo nomor 269 ini.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Stasiun Tawang Kembali Tergenang Banjir

Banjir juga menggenangi rel di stasiun tersebut dengan ketinggian mencapai 14 cm dari kopel.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Peran Learning Technology Krusial di Masa Pandemi

PPM Manajemen memperkuat learning technology sebagai tulang punggung layanan pembelajaran.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Kasus Korupsi Stadion Mandala Krida, KPK Ultimatum Sekdis Kebudayaan DIY

Sekdis Kebudayaan DIY Erlina Hidayati Sumardi tidak memenuhi panggilan penyidik KPK tanpa keterangan apapun, Selasa (23/2/2021).

NASIONAL | 24 Februari 2021

Dirut PT Kings Property Segera Diadili atas Suap Eks Bupati Cirebon

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, berkas penyidikan dengan tersangka Sutikno telah dinyatakan lengkap atau P21.

NASIONAL | 24 Februari 2021

KPK Perpanjang Penahanan Eks Anggota DPRD Tersangka Suap Banprov Indramayu

KPK kembali memperpanjang masa penahanan mantan anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Rozaq Muslim.

NASIONAL | 24 Februari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS