Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2020 Meningkat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2020 Meningkat

Rabu, 24 Februari 2021 | 19:12 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Indonesia meningkat sebesar 3,72 poin dari angka 66,55 pada tahun 2019 menjadi 70,27 pada tahun 2020. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK, M.R. Karliansyah pada saat media briefing secara telekonferensi, Rabu (24/2/2021).

Karliansyah juga menyampaikan bahwa IKLH tahun 2020 telah melampaui target yang diamanatkan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yakni sebesar 68,71. Menurutnya, meningkatnya IKLH tahun 2020 dikarenakan adanya perbaikan pada Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Kualitas Air (IKA). Selain itu, adanya perubahan pembobotan dalam rumus untuk tahun 2020 juga berpengaruh dalam peningkatan IKLH.

Karliansyah menyebutkan, peningkatan IKLH tahun 2020 juga dipengaruhi oleh penambahan indeks baru yaitu Indeks Kualitas Ekosistem Gambut (IKEG) dan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL). Kedua indeks baru tersebut melengkapi dan menguatkan pengukuran IKLH yang terdiri dari Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Lahan (IKL), dan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL).

“Alhamdulillah, IKLH hampir di seluruh wilayah Indonesia didominasi oleh kondisi yang sangat baik, baik dan sedang”, ungkap Karliansyah saat menunjukkan gambar peta IKLH Indonesia.

Secara rinci, Karliansyah kemudian menjabarkan hasil pengukuran terhadap indeks-indeks yang mendukung peningkatan IKLH. IKA tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,91 menjadi 53,53 dibanding tahun 2019. Meskipun IKA mengalami kenaikan, namun belum memenuhi target RPJMN sebesar 55,1. Hal tersebut, menurut Karliansyah disebabkan karena parameter utama yaitu BOD, DO, Fecal Coli yang tidak memenuhi target. “Ini menunjukkan sumber pencemaran dari kegiatan domestik masih dominan sebagai penyebab penurunan kualitas air,” ungkap Karliansyah pada paparannya.

Kemudian pada IKU, nilainya telah mengalami kenaikan dari tahun 2019 sebesar 0,65 atau menjadi 87,21 pada tahun 2020. Capaian IKU Nasional tahun 2020 telah memenuhi target yang telah ditetapkan. Capaian IKU di 34 Provinsi tahun 2020 juga memenuhi target yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, Karliansyah menerangkan nilai IKL yang didalamnya terdiri dari IKTL dan IKEG, yang mempresentasikan kondisi kualitas lahan yang dipengaruhi oleh tutupan lahan. Khusus untuk ekosistem gambut, dipertimbangkan dampak kebakaran dan keberadaan kanal pada ekosistem lahan gambut sebagai faktor koreksi kualitas tutupan lahan.

IKTL mengalami penurunan sebesar 1,26 poin yaitu 60,74 dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 62.00, sehingga belum memenuhi target Rencana Strategis KLHK 2020-2024 yaitu sebesar 61,90. Penyebab turunnya nilai IKTL adalah penurunan tutupan belukar, hutan lahan kering sekunder dan hutan tanaman yang cukup besar menjadi perkebunan, pertanian lahan kering, dan campuran atau kebun campur.

Kemudian terkait IKEG tahun 2020, hasil analisis menunjukkan sebanyak 9 provinsi memenuhi target yaitu Jambi, Kep. Bangka Belitung, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. Kemudian, sebanyak 10 provinsi tidak memenuhi target yaitu Aceh, Bengkulu, Kep. Riau, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. Secara keseluruhan, nilai IKL pada tahun 2020 adalah sebesar 59,54.

Terakhir, hasil analisis terhadap IKAL tahun 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 13 provinsi telah memenuhi target dan 21 provinsi belum. Sebanyak 16 provinsi berkategori baik dan 18 provinsi berkategori cukup baik. Pemantauan kualitas air laut untuk mendapatakan nilai IKAL dilakukan 801 titik yang tersebar di 34 provinsi. Lokasi yang dipilih mewakili aktivitas di daerah pesisir yaitu wisata bahari, wilayah konservasi, pemukiman, pelabuhan penumpang, pelabuhan barang, kawasan industri, tempat pelelangan ikan dan muara sungai. IKAL Nasional bernilai 68,94 (berkategori baik), yang artinya telah memenuhi target dari RPJMN yang sebesar 58,5 (berkategori cukup baik).

"Hal ini perlu kami sampaikan, karena patut kita syukuri bahwa kualitas lingkungan hidup kita semakin membaik, artinya jaminan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat dapat kita penuhi,” ungkap Karliansyah. Meskipun demikian, Karliansyah mengingatkan bahwa seluruh pihak harus berupaya untuk meningkatkan nilai yang masih belum memenuhi target, dan mempertahankan indeks yang telah mencapai targetnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kejagung Periksa Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan

Kejagung memeriksa enam saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS Ketenagakerjaan.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Guguran Abu Gunung Sinabung Terpantau dengan Jarak Luncur 1.000 Meter

Guguran abu Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (24/2/2021), sekitar pukul 12.00 WIB teramati dengan jarak luncuran hingga 1.000 meter.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Putra Papua Irjen Paulus Waterpauw Resmi Jabat Kabaintelkam

Paulus Waterpauw resmi menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.

NASIONAL | 24 Februari 2021

YIA Jadi Bandara Percontohan Penggunaan GeNose

Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo akan dijadikan bandara percontohan pelaksanaan uji coba penggunaan GeNose C-19.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Edhy Prabowo Perintahkan Stafsus Beli 8 Sepeda Senilai Ratusan Juta Rupiah

Edhy Prabowo pernah memerintahkan staf khususnya, Safri untuk membeli delapan unit sepeda.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Stafsus Edhy Prabowo Kecipratan Uang Rp 276 Juta dari Bos PT Dua Putra Perkasa

Safri Muis, Staf Khusus Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan, mengaku menerima uang sebesar Sin$26.000 atau sekitar Rp 276 juta dari Suharjito

NASIONAL | 24 Februari 2021

Menteri Nadiem: Vaksinasi PTK Dimulai dari Jenjang Pendidikan Terbawah

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, vaksinasi Covid-19 kepada pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) menjadi kabar gembira untuk dunia pendidikan.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Waspada, BMKG Lihat Adanya Bibit Siklon Tropis Pemicu Hujan Ekstrem

Pantauan citra satelit cuaca selama enam jam terakhir menunjukkan terdapat aktivitas pertumbuhan awan hujan yang terlihat peningkatan kecepatan angin.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Dirut Tigapilar Agro Utama Didakwa Suap Eks Mensos Rp 1,95 Miliar

Suap itu diberikan lantaran PT Tigapilar Agro Utama mendapat pengerjaan proyek pengadaan sembako bantuan sosial (Bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

NASIONAL | 24 Februari 2021

Stafsus Edhy Prabowo Dititipkan Uang dari Bos PT Dua Putra Perkasa

Safri Muis, Staf khusus Edhy Prabowo, mengakui pernah menerima titipan uang dari pendiri PT Dua Putra Perkasa dan pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPP)

NASIONAL | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS