Radikalisme Menyebar Cepat Melalui Medsos
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Radikalisme Menyebar Cepat Melalui Medsos

Kamis, 25 Februari 2021 | 07:27 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Radikalisme merupakan paham atau ideologi yang menginginkan perubahan dengan menggunakan cara-cara kekerasan dalam memperjuangkan paham atau ideologinya. Radikalisme dapat terlihat dari sikap-sikap yang cenderung intoleran (tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain), maupun fanatik (selalu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah).

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan menilai, saat ini penetrasi radikalisme di Indonesia telah menyebar dengan cepat melalui media sosial (medsos). Informasinya dapat bersifat provokatif dengan kegiatan menyulut kebencian yang mengarah ke radikalisme. Termasuk hasutan kepada orang banyak untuk melakukan aksi radikalisme dan terorisme.

"Peningkatan penggunaan media sosial juga menimbulkan dampak negatif, dengan mudahnya penggunaan aplikasi media sosial, terjadi pula pergeseran operandi penyebaran radikalisme," kata Ken Setiawan, di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, tindakan radikalisme dengan medsos cenderung sporadis. Bahkan kerap dengan target beragam dengan tidak memandang pendidikan tinggi, latar belakang aparat pemerintahan maupun profesional.

Upaya penanggulangan yang efektif radikalisme yaitu dengan preemtif (edukatif, kontra narasi, counter opini), preventif (memberi peringatan, mengendalikan isu, dan lainnya). Termasuk upaya represif (penetrasi aktif sebagai bentuk upaya untuk melakukan penangkalan penyebaran perspektif negatif dan penegakan hukum), serta membuat cyber troops.

"Kelompok radikal jumlahnya tidak banyak, namun mereka masif, terstruktur dan sistematis dalam bergerak, 24 jam tanpa henti mereka bergerak, terutama di medsos," ungkapnya.

Saat ini sangat diperlukan langkah-langkah cepat, cerdas, terukur, terencana, terkoordinasikan dan massal guna menghadapi gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Bila kalangan nasionalis dan moderat diam, maka kelompok radikalisme atas nama agama akan meningkat.

Paham radikalisme dan terorisme, menurut Ken Setiawan, memang tidak bisa dihilangkan. Bahkan negara maju sekelas Amerika Serikat dan Selandia Baru pun pernah kecolongan dengan kasus terorisme yang menelan banyak korban.

Kelompok radikalisme juga memiliki banyak cara untuk menyebarkan pahamnya, termasuk melalui dunia maya dengan menyisipkan konten-konten radikal yang mampu membius orang untuk mengikutinya.

Namun demikian, radikalisme dan terorisme bisa dikikis sedikit demi sedikit dengan penguatan pendidikan sejak dini. Setidaknya mulai dari lingkup keluarga yang mengajarkan toleransi dan penghormatan atas kemajemukan.

Di sisi lain, para pemuka agama juga berperan menyampaikan dakwah yang menyejukkan dan memberikan pemahaman agama secara utuh agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan ajakan provokasi dari kelompok-kelompok radikalisme dan terorisme.

Selama ini, menurut pemetaan NII Crisis Center, justru banyak pemuka agama yang cenderung terpapar dan menyebarkan pahamnya di lingkungan lewat ceramah keagamaan. Di antaranya seperti khotbah Jumat yang selalu menyerang pemerintah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini, 10 Kota Paling Toleran di Indonesia

Setara Institute telah mengeluarkan sedikitnya empat kali laporan IKT sejak 2015.

NASIONAL | 25 Februari 2021

KPK Usut Dugaan Korupsi Terkait Cukai Barang di BP Bintan

KPK sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengaturan barang kena cukai di BP Bintan.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Gubernur Rohidin Ingin Bengkulu Jadi Pintu Gerbang Logistik Sumatera

Pada hari ini, Presiden Joko Widodo melantik Rohidin Mersyah dan Rosjhonsyah sebagai gubernur dan wakil gubernur Bengkulu periode 2021-2024.

NASIONAL | 25 Februari 2021

108 Korban Gempa Sulbar Terima Santunan Kematian

Kemsos kerja sama dengan Bank Mandiri menyalurkan santunan melalui mekanisme non-tunai,

NASIONAL | 25 Februari 2021

Edhy Prabowo Diduga Gunakan Uang Suap dari Eksportir Benur untuk Bangun Rumah

Edhy Prabowo diduga menggunakan uang suap dari para eksportir benur untuk berbagai kepentingan pribadinya termasuk membangun rumah.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Aliran Suap Ekspor Benur Diduga Mengalir ke Mahasiswi

Salah satu pihak yang diduga menerima aliran uang suap ini merupakan seorang mahasiswi bernama Esti Marina.

NASIONAL | 25 Februari 2021

MK Diingatkan Soal Urgensi Ambang Batas Gugatan

Sengketa Pilkada, MK diingatkan soal ambang batas.

NASIONAL | 25 Februari 2021

KPK Dukung Polri Bongkar Kasus Mafia Tanah di Indonesia

KPK memastikan mendukung jajaran kepolisian membongkar kasus mafia tanah di Indonesia.

NASIONAL | 25 Februari 2021

KPK Periksa Bupati Semarang Terpilih Terkait Kasus Suap Bansos

KPK jadwalkan memeriksa Bupati Semarang Terpilih, Ngesti Nugraha dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Semarang.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Sengketa Tambang di Sultra, Wang Dezhou Surati Kapolri

Karena area penambangan merupakan barang bukti, Polda setempat hendaknya menghentikan kegiatan penambangan tersebut.

NASIONAL | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS