Djoko Tjandra Ungkap Cara Pinangki Minta US$ 100 Juta
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Djoko Tjandra Ungkap Cara Pinangki Minta US$ 100 Juta

Kamis, 25 Februari 2021 | 20:03 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Terdakwa perkara dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Djoko Tjandra membeberkan cara yang dilancarkan mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung, Pinangki Sirna Malasari untuk meminta uang sebesar US$ 100 juta kepadanya.

Uang tersebut terkait action plan upaya hukum permintaan fatwa ke MA agar Joko Tjandra dapat masuk ke Indonesia tanpa dieksekusi atas putusan Peninjauan Kembali (PK) perkara korupsi cessie Bank Bali. Hal ini disampaikan Djoko Tjandra saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Awalnya, Djoko Tjandra menceritakan pertemuannya dengan Pinangki di kantornya di The Exchange 106, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25 November 2019. Dalam pertemuan itu, Pinangki sempat menyingung biaya pembuatan Gedung The Exchange 106 yang merupakan gedung pencakar langit.

"Kita lagi minum kopi, ada cetus dari Pinangki 'wah Djoko bangun gedung ini berapa miliar?'. Saya bilang 'habis US$ 5,5 miliar'. Kata dia 'wah ini gedung kebanggaan Indonesia dibangun oleh orang Indonesia, saya bilang amin," kata Djoko Tjandra mengulang pembicaraannya dengan Pinangki.

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk Pinangki untuk menyinggung pembayaran action plan sebesar US$ 100 juta. Menurut Pinangki, nominal itu bukan jumlah yang besar bagi Djoko Tjandra. Namun, Djoko mengaku tak menanggapi pernyataan Pinangki tersebut. Djoko Tjandra mengganggap pernyataan itu bukan sesuatu yang serius.

"Dia bilang 'wah untuk Pak Djoko kalau pulang, buang US$ 100 juta nggak apa kan'. Jadi nggak spesifik, saya nggak tanggapi. Itu bisa jadi ditangkap ada permintaan US$ 100 juta. Jadi nggak spesifik mereka minta US$ 100 juta. Hanya bilang kalau saya pulang, uang US$ 100 juta nggak ada masalah," ungkapnya.

Diketahui, Djoko Tjandra didakwa memberikan suap sejumlah US$ 500.000 dari yang dijanjikan US$ 1 juta kepada Pinangki Sirna Malasari selaku Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung melalui pengusaha Andi Irfan Jaya yang juga mantan politikus Nasdem.

Suap itu diberikan Djoko Tjandra kepada Pinangki untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung agar pidana penjara yang dijatuhkan kepada Djoko Tjandra berdasarkan Putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani pidana.

Selain menyuap Pinangki terkait permintaan fatwa ke MA, Djoko Tjandra juga didakwa menyuap Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kabiro Kordinasi dan Pengawasan PPNS Polri dan Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter Polri untuk menghapus namanya dari daftar red notice Polri atau status daftar pencarian orang (DPO). Melalui perantara Tommy Sumardi, Djoko Tjandra memberikan suap sebesar 200.000 dolar Singapura dan US$ 270.000 kepada Napoleon, serta US$ 150.000 untuk Prasetijo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dewan Pers Harap MK Tolak Uji Materi UU Pers

Dewan Pers berharap agar Mahkamah Konstitusi (MK) menolak pengajuan uji materi UU 40/1999 tentang Pers

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Seekor Harimau Sumatera Mati Terjerat di Bengkalis

Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan dalam kondisi mati oleh masyarakat di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Riau.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

KPK Akui Politik Dinasti Membuka Celah Terjadinya Korupsi

KPK mengakui politik dinasti membuka celah terjadinya korupsi. Sejumlah keluarga yang membangun politik dinasti telah dijerat KPK.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

PWI: Wartawan Tidak Tunduk pada UU Ketenagakerjaan

Ketum PWI Atal S Depari menegaskan, wartawan tidak tunduk pada UU Ketenagakerjaan ketika melaksanakan tugas jurnalistik

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Anggota DPR Apresiasi Kesigapan Pemerintah Berantas Pinjol Ilegal

Anggota Komisi I DPR Sukamta mengapresiasi kesigapan pemerintah memberantas kasus pinjaman online (pinjol) ilegal.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Minta Data Kemiskinan Lebih Mutakhir dan Akurat

Wapres Ma'ruf Amin memberikan arahan agar perbaikan data kemiskinan terus diupayakan.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Dorong BLK Komunitas Link and Match dengan Dunia Industri

Wapres Ma'ruf Amin meminta agar pemda lebih memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, dan dipastikan link and match dengan kebutuhan industri.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Sampaikan Simpati atas Bencana Gempa di Bali

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menyampaikan simpatinya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Bali.

NASIONAL | 17 Oktober 2021


Permudah Tracing, Sekolah di Surabaya Diminta Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

Aplikasi PeduliLindungi untuk memudahkan tracing atau melakukan pelacakan apabila terdapat pelajar yang terpapar Covid-19.

NASIONAL | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Guru Honorer


# Pinjol Ilegal



TERKINI
Besok, 36 SD Kota Bogor Gelar Uji Coba PTM

Besok, 36 SD Kota Bogor Gelar Uji Coba PTM

MEGAPOLITAN | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings