Djoko Tjandra Ungkap Cara Pinangki Minta US$ 100 Juta
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Djoko Tjandra Ungkap Cara Pinangki Minta US$ 100 Juta

Kamis, 25 Februari 2021 | 20:03 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Terdakwa perkara dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Djoko Tjandra membeberkan cara yang dilancarkan mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung, Pinangki Sirna Malasari untuk meminta uang sebesar US$ 100 juta kepadanya.

Uang tersebut terkait action plan upaya hukum permintaan fatwa ke MA agar Joko Tjandra dapat masuk ke Indonesia tanpa dieksekusi atas putusan Peninjauan Kembali (PK) perkara korupsi cessie Bank Bali. Hal ini disampaikan Djoko Tjandra saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Awalnya, Djoko Tjandra menceritakan pertemuannya dengan Pinangki di kantornya di The Exchange 106, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25 November 2019. Dalam pertemuan itu, Pinangki sempat menyingung biaya pembuatan Gedung The Exchange 106 yang merupakan gedung pencakar langit.

"Kita lagi minum kopi, ada cetus dari Pinangki 'wah Djoko bangun gedung ini berapa miliar?'. Saya bilang 'habis US$ 5,5 miliar'. Kata dia 'wah ini gedung kebanggaan Indonesia dibangun oleh orang Indonesia, saya bilang amin," kata Djoko Tjandra mengulang pembicaraannya dengan Pinangki.

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk Pinangki untuk menyinggung pembayaran action plan sebesar US$ 100 juta. Menurut Pinangki, nominal itu bukan jumlah yang besar bagi Djoko Tjandra. Namun, Djoko mengaku tak menanggapi pernyataan Pinangki tersebut. Djoko Tjandra mengganggap pernyataan itu bukan sesuatu yang serius.

"Dia bilang 'wah untuk Pak Djoko kalau pulang, buang US$ 100 juta nggak apa kan'. Jadi nggak spesifik, saya nggak tanggapi. Itu bisa jadi ditangkap ada permintaan US$ 100 juta. Jadi nggak spesifik mereka minta US$ 100 juta. Hanya bilang kalau saya pulang, uang US$ 100 juta nggak ada masalah," ungkapnya.

Diketahui, Djoko Tjandra didakwa memberikan suap sejumlah US$ 500.000 dari yang dijanjikan US$ 1 juta kepada Pinangki Sirna Malasari selaku Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung melalui pengusaha Andi Irfan Jaya yang juga mantan politikus Nasdem.

Suap itu diberikan Djoko Tjandra kepada Pinangki untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung agar pidana penjara yang dijatuhkan kepada Djoko Tjandra berdasarkan Putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani pidana.

Selain menyuap Pinangki terkait permintaan fatwa ke MA, Djoko Tjandra juga didakwa menyuap Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kabiro Kordinasi dan Pengawasan PPNS Polri dan Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter Polri untuk menghapus namanya dari daftar red notice Polri atau status daftar pencarian orang (DPO). Melalui perantara Tommy Sumardi, Djoko Tjandra memberikan suap sebesar 200.000 dolar Singapura dan US$ 270.000 kepada Napoleon, serta US$ 150.000 untuk Prasetijo.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Besok Dilantik Sebagai Bupati Semarang, Ngesti Nugraha Urung Diperiksa KPK

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Bupati Semarang terpilih, Ngesti Nugraha, Kamis (25/2/2021).

NASIONAL | 25 Februari 2021

Pengelolaan Sampah Harus Dilakukan Secara Holistik, Sistematik dan Terintegrasi

Bank sampah saat ini berkembang pesat, dimana pada tahun 2020 jumlah bank sampah telah mencapai 11.330 unit di 369 kabupaten/kota, dengan omset Rp 54 miliar.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Diperiksa Sebagai Tersangka, Ketua Tim Teknis Klaim Tak Tahu Aliran Dana Korupsi E-KTP

Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP, Husni Fahmi mengklaim tak tahu menahu mengenai anggaran maupun aliran dana kasus dugaan korupsi proyek e-KTP

NASIONAL | 25 Februari 2021

KLHK Adakan E-Learning Pelatihan Pengelolaan Sampah

Target peserta pelatihan ini lanjut Vivien, sebanyak 4.200 pengurus bank sampah di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Mercu Buana Dorong Masyarakat Manfaatkan Lahan Terbatas untuk Ekonomi Kreatif

Masyarakat dapat melakukan urban farming dengan tujuan memanfaatkan lahan yang terbatas menjadi ruang terbuka hijau.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Ungkap Pengalaman Divaksinasi, Wapres: Aman

Sebab, ia sudah mengalami langsung sebagai seorang lanjut usia (lansia) yang sudah menerima vaksin.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Polisi di Malang Dibacok Pencuri Sepeda Motor, Dua Pelaku Ditembak

Anggota Reskrim Polres Malang Kota Malang, Jawa Timur menjadi korban pembacokan dua pelaku pencurian kendaraan bermotor.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Menkominfo Dampingi Presiden Tinjau Vaksinasi Massal Wartawan

Menkominfo Johnny G Plate bersama Presiden Joko Widodo meninjau kegiatan vaksinasi massal Covid-19 bagi awak media se-DKI Jakarta.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Jokowi: Transformasi Digital Jadi Kunci Bertahan di Masa Pandemi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan transformasi digital menjadi kunci untuk bertahan di masa pandemi

NASIONAL | 25 Februari 2021

Transformasi Digital Pendidikan Keagamaan, Kemag Rilis EMIS 4.0

Kementerian Agama (Kemag)merilis tahap pertama aplikasi Education Management Information System (EMIS) 4.0.

NASIONAL | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS