Tingkatkan Mutu Operasional Sekolah, Mendikbud Terbitkan Kebijakan BOS Reguler dan DAK Fisik 2021
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Tingkatkan Mutu Operasional Sekolah, Mendikbud Terbitkan Kebijakan BOS Reguler dan DAK Fisik 2021

Kamis, 25 Februari 2021 | 20:41 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / JAS

Jakarta, Beritasatu.comMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait skema penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk tahun 2021.

Seperti diunggah laman Sekretariat Kabinet, pada Kamis (25/2/2021), disebutkan bahwa kebijakan anggaran ini merupakan kelanjutan dari Merdeka Belajar Episode 3 tahun lalu, yang didukung Kementerian Keuangan (Kemkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) untuk meningkatkan kualitas mekanisme penyaluran dan penggunaan dana BOS langsung ke rekening sekolah.

“Kebijakan BOS dan DAK Fisik ini akan memberikan dampak positif kepada daerah terutama yang sangat membutuhkan seperti daerah 3T, karena mekanisme kebijakan anggaran afirmatif ini dirancang dengan mengikuti kebutuhan daerah masing-masing,” kata Mendikbud saat melakukan sosialisasi kebijakan BOS dan DAK Fisik Tahun 2021 secara daring, Kamis (25/2/2021).

Mendikbud mengatakan, hasil dari kebijakan mekanisme penyaluran dana BOS langsung ke sekolah sejak tahun lalu telah menerima tanggapan positif dan berhasil mengurangi tingkat keterlambatan dana sekitar 32% atau tiga minggu lebih cepat dibandingkan tahun 2019.

“Hal ini sangat membantu para kepala satuan pendidikan dalam mengelola sekolah masing-masing, utamanya di masa awal pandemi. Sebanyak 85,5% responden sekolah dan 96,1% responden pemerintah daerah memandang penyaluran BOS langsung ke rekening sekolah memudahkan atau sangat memudahkan,” ujarnya.

Upaya transformasi pengelolaan dana BOS terus dilakukan Kemdikbud dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS Reguler.

Pokok-pokok kebijakan dana BOS Tahun 2021 terdiri dari nilai satuan biaya BOS bervariasi sesuai karakteristik masing-masing daerah, penggunaan dana BOS tetap fleksibel termasuk dapat digunakan untuk keperluan persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), serta pelaporan penggunaan Dana BOS dilakukan secara daring melalui laman https://bos.kemdikbud.go.id dan menjadi syarat penyaluran untuk meningkatkan akuntabilitas penggunaan dana BOS.

Tahun ini, Pemerintah mengalokasikan dana Rp 52,5 triliun dana BOS bagi 216.662 satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB di Indonesia. Selain itu, mulai tahun ini, nilai satuan biaya operasional sekolah juga berbeda antardaerah, karena dihitung berdasarkan indeks kemahalan konstruksi (IKK) dan indeks peserta didik (IPD) tiap wilayah kabupaten/kota.

Rentang nilai satuan biaya per peserta didik per tahun jenjang SD rata-rata kenaikan 12,19% dengan satuan biaya Rp 900.000 hingga Rp 1,96 juta. SMP rata-rata kenaikan 13,23% dengan satuan biaya Rp 1,1 juta hingga Rp 2,48 juta. Kemudian, SMA rata-rata kenaikan sebesar 13,68% dengan satuan biaya Rp 1 juta sampai dengan Rp 3,47 juta.

Sementara itu, SMK rata-rata mengalami kenaikan sebesar 13,61% dengan satuan biaya Rp 1,6 juta hingga Rp3,72 juta. Sementara itu, SLB rata-rata kenaikan 13,18% dengan satuan biaya Rp 3,5 juta sampai dengan Rp 7,94 juta.

“Sekarang dana BOS ada perubahan yang lebih afirmatif. Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah tetap fleksibel sesuai kebutuhan sekolah, termasuk untuk melengkapi daftar periksa pembelajaran tatap muka dan untuk mendukung Asesmen Nasional,” jelas Mendikbud.

Ketentuan penggunaan dana BOS untuk pembayaran honor, tidak dibatasi alokasi maksimal jika dalam kondisi darurat bencana yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah. Sementara pembayaran honor dalam kondisi normal adalah maksimal 50% untuk sekolah negeri dan swasta. Selain itu, honor juga dapat diberikan kepada tenaga kependidikan apabila dana masih tersedia.

Pada tahun 2020, kebijakan mewajibkan pelaporan penggunaan BOS sebagai persyaratan penyaluran berhasil mempercepat dan meningkatkan tingkat pelaporan. Pada bulan September 2020, 70% sekolah sudah melaporkan penggunaan BOS tahap 1 dan di bulan Desember 2020, sebanyak 99% sekolah sudah melaporkan penggunaan BOS tahap 1.

“Ini meningkat secara dramatis karena kita menerapkan pelaporan secara daring (online). Transformasi yang luar biasa di dalam transparansi penggunaan dan pelaporan dana kita,” kata Mendikbud.

Sementara itu, alokasi DAK Fisik untuk tahun 2021 adalah sebesar Rp17,7 triliun untuk 31 ribu satuan pendidikan seluruh Indonesia. Penggunaan DAK Fisik adalah untuk memastikan ketuntasan sarana prasarana pendidikan, pelaksanaan pembangunan, dan rehabilitasi bersifat kontraktual demi membantu kepala sekolah agar lebih fokus ke proses pembelajaran dan tidak terbebani administrasi proses pengadaan barang dan jasa.

Hal ini didukung pelibatan dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) untuk melakukan asesmen kerusakan sekolah sehingga meningkatkan validitas data sarana prasarana sekolah.

“Setiap dinas PUPR punya tenaga profesional yang akan melakukan asesmen, evaluasi dan memonitor sehingga bisa memastikan anggaran kita tepat sasaran dengan efisiensi yang terbaik,” tekan Mendikbud.

Pada tahun 2020, kebijakan Kemendikbud adalah menyasar sebanyak mungkin sekolah yang membutuhkan rehabilitasi dengan berbagai kategori kerusakan dan hal tersebut dipenuhi secara parsial. Sedangkan di tahun ini, strategi yang diterapkan adalah memastikan perbaikan sarana dan prasarana secara tuntas dan menyeluruh sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

“Harapannya walaupun sasaran sekolahnya lebih mengecil tapi seluruh permasalahan sarana prasarana di sekolah itu selesai,” kata Mendikbud.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar Hukum: UU ITE Mengerikan

Pakar hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hadjar berpendapat, UU ITE berubah hampir menjadi seperti UU subversif pada masa lalu.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Mahfud MD: Hukum Bukan Ayat Suci yang Tak Bisa Diubah

Mahfud MD mengatakan, hukum adalah produk resultan, dari perkembangan situasi politik, sosial, ekonomi hingga hukum itu sendiri masyarakat.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Menkominfo: Prancis Turut Biayai 3 Proyek Kemkominfo

Menkominfo Johnny G Plate membeberkan hasil pertemuannya dengan Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, Olivier Chambard di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

NASIONAL | 25 Februari 2021

Polisi Tolak Laporan Dugaan Kerumunan Presiden Jokowi

Langkah Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan untuk melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang diduga melibatkan Presiden Joko Widodo ditolak polisi

NASIONAL | 25 Februari 2021

Djoko Tjandra Sebut Sempat Diajak Bertemu Ma'ruf Amin

Djoko Tjandra mengaku sempat diajak kenalannya, Rahmat untuk bertemu dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kuala Lumpur, Malaysia.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Djoko Tjandra Ungkap Cara Pinangki Minta US$ 100 Juta

Djoko Tjandra membeberkan cara yang dilancarkan Pinangki Sirna Malasari meminta uang sebesar US$ 100 juta kepadanya.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Besok Dilantik Sebagai Bupati Semarang, Ngesti Nugraha Urung Diperiksa KPK

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Bupati Semarang terpilih, Ngesti Nugraha, Kamis (25/2/2021).

NASIONAL | 25 Februari 2021

Pengelolaan Sampah Harus Dilakukan Secara Holistik, Sistematik dan Terintegrasi

Bank sampah saat ini berkembang pesat, dimana pada tahun 2020 jumlah bank sampah telah mencapai 11.330 unit di 369 kabupaten/kota, dengan omset Rp 54 miliar.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Diperiksa Sebagai Tersangka, Ketua Tim Teknis Klaim Tak Tahu Aliran Dana Korupsi E-KTP

Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP, Husni Fahmi mengklaim tak tahu menahu mengenai anggaran maupun aliran dana kasus dugaan korupsi proyek e-KTP

NASIONAL | 25 Februari 2021

KLHK Adakan E-Learning Pelatihan Pengelolaan Sampah

Target peserta pelatihan ini lanjut Vivien, sebanyak 4.200 pengurus bank sampah di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS