Telkom University Gelar Bedah Buku "PR Crisis"
Logo BeritaSatu

Telkom University Gelar Bedah Buku "PR Crisis"

Kamis, 25 Februari 2021 | 22:39 WIB
Oleh : Irawati D Astuti / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Penulis buku "Public Relations (PR) Crisis", Dr Firsan Nova, menyatakan aktivitas kerja PR itu tak hanya sekadar menjaga citra dan reputasi secara baik atau menggunakan alat ukur PR value saja. Lebih utama adalah tugas PR itu adalah membantu perusahaan bisa tetap bertahan atau sustain.

Demikian kesimpulan yang didapatkan dari webinar bedah buku "PR Crisis" yang digelar Telkom University, Kamis (25/2/2021).

“Krisis itu adalah setiap peristiwa yang berpotensi membahayakan atau mengancam citra, reputasi, atau stabilitas keuangan suatu entitas. Untuk menghadapi krisis itu diperlukan pemahaman mengenai definisi, faktor, dan stakeholders yang terlibat,” kata Firsan.

Selain Firsan, hadir pula dua penulis buku "PR Crisis" yang lain yakni Dian Agustine yang berlatar belakang praktisi PR serta Mohammad Akbar yang berlatar belakang sebaai jurnalis. Bedah buku ini dipandu oleh Dosen Digital PR Telkom University, Martha Tri Lestari.

Firsan mengatakan, dengan bekal pengetahuan yang cukup terhadap situasi krisis, maka hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasi masalah yang muncul agar tidak membesar adalah kemampuan untuk mengisolasi krisis. “Menemukan cara agar krisis tidak melebar atau berdampak pada stabilitas keuangan, itulah yang diperlukan,” ujarnya.

Dian Agustine mengatakan hal penting dari tugas PR adalah menjaga persepsi publik, dimulai dari penilaian terhadap brand ambassador. “Di sini sebuah perusahaan perlu berhati-hati dalam memilih brand ambassador karena personal branding dapat mempengaruhi perusahaan,” ujarnya.

Sebagai tips tambahan Dian Agustine mengatakan, “PR harus paham keinginan stakeholders dengan apa yang akan ditampilkan agar dapat mengelola persepsi dengan baik.”

Menambahkan perspektif dari sudut pandang jurnalis, Akbar membahas pengelolaan krisis terkait pada relasi kepada media. Ia mengatakan media bisa mempengaruhi persepsi publik. “Dari sumber yang sama, bisa terbentuk beberapa framing yang menimbulkan perbedaan persepsi,” ujarnya.

Pada salah satu bab pada buku juga membahas secara lengkap bagaimana pembentukan framing dan bagaimana mengelola media untuk menyukseskan strategi penanganan krisis.

“Jadi ketika terjadi krisis maka jangan menjauhi media, tetapi bagaimana kita mampu mengelolanya,” ujar Akbar.

Acara bedah buku ditutup dengan sesi tanya jawab mahasiswa Telkom University dan dosen dengan para penulis. Pihak penyelenggara juga memberikan hadiah berupa e-money dan buku "PR Crisis" bagi mahasiswa yang aktif selama kegiatan berlangsung.

Buku ini diterbitkan oleh Nexus yang bekerjasama dengan NAGARU Communication serta didukung oleh Andaf Corporations dan @2N_prnavigation. Buku ini dapat dibeli melalui E-Commerce seperti Tokopedia dan Shopee atau menghubungi Nexus untuk mendapatkan buku eksklusif bertanda tangan penulis. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi instagram buku "PR Crisis" di @pr.crisis.id.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Seusai Diperiksa KPK, Politikus PDIP Ihsan Yunus Irit Bicara

Mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PDI, Ihsan Yunus rampung diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (25/2/2021) malam.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Polisi bak Koboi, Kapolri Keluarkan Instruksi

Kapolri mengeluarkan surat telegram nomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 tertanggal 25 Februari 2021 yang yang ditujukan untuk para Kapolda.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Firli Bahuri Jelaskan Alasan Tahanan KPK Divaksin

Tahanan KPK merupakan salah satu pihak yang rentan untuk tertular dan menularkan Covid-19 karena banyak berhubungan dengan berbagai pihak

NASIONAL | 25 Februari 2021

Pabrik Ajinomoto Kurangi 38.500 Ton CO2 Emisi Karbon

Ajinomoto menargetkan dapat mengurangi 65.000 - 70.000 ton CO2 pada tahun 2028.

NASIONAL | 25 Februari 2021

DPRD Harus Membuat Kebijakan Berlandaskan Pancasila

DPRD harus buat Perda yang membumikan Pancasila.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Kota Bekasi Masuk 10 Besar Kota Toleransi Versi Setara Institute

Kota Bekasi masuk 10 besar kota/kabupaten toleransi 2020 versi Setara Institute.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Tingkatkan Mutu Operasional Sekolah, Mendikbud Terbitkan Kebijakan BOS Reguler dan DAK Fisik 2021

Mendikbud, Nadiem Makarim, menyatakan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait skema penyaluran BOS dan DAK Fisik 2021.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Pakar Hukum: UU ITE Mengerikan

Pakar hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hadjar berpendapat, UU ITE berubah hampir menjadi seperti UU subversif pada masa lalu.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Mahfud MD: Hukum Bukan Ayat Suci yang Tak Bisa Diubah

Mahfud MD mengatakan, hukum adalah produk resultan, dari perkembangan situasi politik, sosial, ekonomi hingga hukum itu sendiri masyarakat.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Menkominfo: Prancis Turut Biayai 3 Proyek Kemkominfo

Menkominfo Johnny G Plate membeberkan hasil pertemuannya dengan Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, Olivier Chambard di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

NASIONAL | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS