Aktivis: Bijak Bermedsos Tidak Cukup dengan Regulasi
Logo BeritaSatu

Aktivis: Bijak Bermedsos Tidak Cukup dengan Regulasi

Kamis, 25 Februari 2021 | 22:55 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Aktivis media sosial Enda Nasution mengatakan, bijak dalam bermedia sosial (medsos) tidak cukup dengan regulasi, tetapi perlu edukasi secara masif. Hal itu demi membangun iklim dan ruang dunia maya menjadi sehat dan beradab.

Menurut dia, hoax saat ini bisa disebut sudah sangat meresahkan, tetapi saling lapor atas nama pencemaran nama baik juga tidak kalah mengkhawatirkan.

"Demokrasi kita seperti sedang diuji dengan ragam persoalan, khususnya yang terjadi di dunia maya. Maka tidak sekadar pendekatan regulasi dengan menggunakan UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) saja," kata Enda, dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Dikatakan, UU ITE sendiri sebenarnya tidak melulu berbicara di ranah hukum saja, tetapi ada juga di tataran sosialnya, yaitu bagaimana membuat masyarakat menjadi bijak dalam menggunakan medsos.

Menurut Enda, yang sering melakukan pelaporan itu kadang justru bukan pihak yang disebut dalam konten, tetapi malah mungkin para pendukungnya.

Bapak Blogger Indonesia menambahkan, saat terjadi kecenderungan pelaporan menggunakan UU ITE, hal itu karena pengguna medsos di Indonesia makin banyak. “Mereka merasa bisa bicara apa saja di medsos tanpa sadar ada UU ITE ini yang bisa untuk melaporkan,” katanya.

”Kalau mau kita lihat kembali, sebetulnya dari sekian ratus juta pengguna internet di Indonesia, yang terkena UU ITE ini sebenarnya justru minoritas sekali. Karena medsos sendiri sebetulnya kita gunakan untuk hiburan, sharing informasi yang berguna, atau untuk jualan, kebanyakan seperti itu,” ucap Enda.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Telkom University Gelar Bedah Buku "PR Crisis"

Tugas utama PR adalah membantu perusahaan bisa tetap bertahan atau sustain.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Seusai Diperiksa KPK, Politikus PDIP Ihsan Yunus Irit Bicara

Mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PDI, Ihsan Yunus rampung diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (25/2/2021) malam.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Polisi bak Koboi, Kapolri Keluarkan Instruksi

Kapolri mengeluarkan surat telegram nomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 tertanggal 25 Februari 2021 yang yang ditujukan untuk para Kapolda.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Firli Bahuri Jelaskan Alasan Tahanan KPK Divaksin

Tahanan KPK merupakan salah satu pihak yang rentan untuk tertular dan menularkan Covid-19 karena banyak berhubungan dengan berbagai pihak

NASIONAL | 25 Februari 2021

Pabrik Ajinomoto Kurangi 38.500 Ton CO2 Emisi Karbon

Ajinomoto menargetkan dapat mengurangi 65.000 - 70.000 ton CO2 pada tahun 2028.

NASIONAL | 25 Februari 2021

DPRD Harus Membuat Kebijakan Berlandaskan Pancasila

DPRD harus buat Perda yang membumikan Pancasila.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Kota Bekasi Masuk 10 Besar Kota Toleransi Versi Setara Institute

Kota Bekasi masuk 10 besar kota/kabupaten toleransi 2020 versi Setara Institute.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Tingkatkan Mutu Operasional Sekolah, Mendikbud Terbitkan Kebijakan BOS Reguler dan DAK Fisik 2021

Mendikbud, Nadiem Makarim, menyatakan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait skema penyaluran BOS dan DAK Fisik 2021.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Pakar Hukum: UU ITE Mengerikan

Pakar hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hadjar berpendapat, UU ITE berubah hampir menjadi seperti UU subversif pada masa lalu.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Mahfud MD: Hukum Bukan Ayat Suci yang Tak Bisa Diubah

Mahfud MD mengatakan, hukum adalah produk resultan, dari perkembangan situasi politik, sosial, ekonomi hingga hukum itu sendiri masyarakat.

NASIONAL | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS