Menag: Pendidikan Agama Islam Harus Perkuat Moderasi Agama
Logo BeritaSatu

Menag: Pendidikan Agama Islam Harus Perkuat Moderasi Agama

Kamis, 25 Februari 2021 | 23:14 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / IDS

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pendidikan agama Islam (PAI) harus dimanfaatkan sebagai wadah untuk memperkuat moderasi agama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Menag menyayangkan fungsi dan tanggung jawab dosen PAI di perguruan tinggi umum yang selama ini telah diambil alih oleh organisasi kemahasiswaan atau organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai lebih banyak mengembangkan ide diskriminatif dan transnasional.

“Sebagaimana kita ketahui, kecenderungan sikap diskriminatif dalam segala bentuknya di tengah masyarakat dari tahun ke tahun, dari waktu ke waktu menunjukkan tren yang terus meningkat,” kata Menag yang biasa disapa Gus Yaqut, dalam rekaman pidato dalam diseminasi hasil penelitian bertema “Potret Moderasi Beragama di Kalangan Mahasiswa Muslim: Kasus Tiga Kampus Islam (Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta)" yang digelar oleh Pusat Pengkajian Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Kamis (25/2/2021).

Menag mengatakan, lembaga pendidikan termasuk perguruan tinggi (PT) memiliki peran dan fungsi yang penting untuk menyemai prinsip-prinsip keagamaan yang moderat. Di sisi lain, peserta didik perlu memahami fitrah keragaman umat manusia dari sisi keagamaan, kehidupan sosial masyarakat, dan kebangsaan.

“Pengarusutamaan prinsip moderasi agama melalui peran lembaga keagamaan menjadi sangat strategis,” ujarnya.

Menurut Menag, berdasarkan kajian dari Litbang dan Diklat Kementerian Agama pada 2019 kepada 14 lembaga keagamaan di 7 provinsi, terdapat dua kategori praktik moderasi agama.

Pertama, moderasi agama yang pasif dimana lembaga pendidikan keagamaan mengajarkan moderasi agama lebih kepada pemenuhan kebutuhan personal pemeluk agama, landasan pandangan hidup, dan nilai etik kehidupan sehari-hari.

Kedua, moderasi agama sebagai belief (keyakinan) yaitu modal dasar dan inisiasi yang lebih produktif baik untuk tujuan keagamaan maupun kebangsaan secara lebh luas. Menurut Menag, moderasi agama harus diarahkan kepada praktik yang kedua untuk kepentingan lebih luas.

Gus Yaqut menyebut keterbatasan ajaran narasi agama untuk memaknai dan mendefinisikan konsep moderasi agama menyebabkan terjadinya perbedaan terminologi atas moderasi beragama. Itu sebabnya, Menag mendorong tiga hal, yaitu merumuskan konsep moderasi agama secara tepat, menginternalisasikan moderasi agama secara terstruktur di dalam peserta didik dan lembaga keagamaan, serta melakukan sosialisasi secara berkesinambungan kepada masyarakat luas terutama di lembaga pendidikan.

“Kementerian Agama berkepentingan atas terwujudnya prinsip moderasi dalam beragama demi menjaga dan memelihara keutuhan bangsa dan memelihara kedaulatan negara,” kata Gus Yaqut.

“Sikap keagamaan moderat adalah ajaran agama tulus, tidak menyimpang atau berlebihan atau melampaui batas,” lanjutnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aktivis: Bijak Bermedsos Tidak Cukup dengan Regulasi

Hal itu demi membangun iklim dan ruang dunia maya menjadi sehat dan beradab.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Telkom University Gelar Bedah Buku "PR Crisis"

Tugas utama PR adalah membantu perusahaan bisa tetap bertahan atau sustain.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Seusai Diperiksa KPK, Politikus PDIP Ihsan Yunus Irit Bicara

Mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PDI, Ihsan Yunus rampung diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (25/2/2021) malam.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Polisi bak Koboi, Kapolri Keluarkan Instruksi

Kapolri mengeluarkan surat telegram nomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 tertanggal 25 Februari 2021 yang yang ditujukan untuk para Kapolda.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Firli Bahuri Jelaskan Alasan Tahanan KPK Divaksin

Tahanan KPK merupakan salah satu pihak yang rentan untuk tertular dan menularkan Covid-19 karena banyak berhubungan dengan berbagai pihak

NASIONAL | 25 Februari 2021

Pabrik Ajinomoto Kurangi 38.500 Ton CO2 Emisi Karbon

Ajinomoto menargetkan dapat mengurangi 65.000 - 70.000 ton CO2 pada tahun 2028.

NASIONAL | 25 Februari 2021

DPRD Harus Membuat Kebijakan Berlandaskan Pancasila

DPRD harus buat Perda yang membumikan Pancasila.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Kota Bekasi Masuk 10 Besar Kota Toleransi Versi Setara Institute

Kota Bekasi masuk 10 besar kota/kabupaten toleransi 2020 versi Setara Institute.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Tingkatkan Mutu Operasional Sekolah, Mendikbud Terbitkan Kebijakan BOS Reguler dan DAK Fisik 2021

Mendikbud, Nadiem Makarim, menyatakan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait skema penyaluran BOS dan DAK Fisik 2021.

NASIONAL | 25 Februari 2021

Pakar Hukum: UU ITE Mengerikan

Pakar hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hadjar berpendapat, UU ITE berubah hampir menjadi seperti UU subversif pada masa lalu.

NASIONAL | 25 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS