Eks Mensos Juliari Diduga Alirkan Uang Suap Bansos ke Politikus PDIP di Daerah
Logo BeritaSatu

Eks Mensos Juliari Diduga Alirkan Uang Suap Bansos ke Politikus PDIP di Daerah

Jumat, 26 Februari 2021 | 12:57 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara diduga mengalirkan uang suap yang diterimanya terkait pengadaan bansos Covid-19 kepada sejumlah politikus PDIP di daerah. Dugaan tersebut menguat dengan langkah tim penyidik memeriksa sejumlah politikus PDIP di daerah.

Salah satunya Ketua Komisi A DPRD Kendal, Munawir yang diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan suap bansos pada Kamis (25/2/2021) kemarin. Munawir merupakan politikus PDIP dan sempat menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Kendal.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik mencecar Munawir mengenai aliran uang dari Juliari kepada sejumlah pjhak di daerah.

"Didalami pengetahuannya terkait adanya dugaan aliran sejumlah uang yang diberikan oleh tersangka JPB (Juliari P. Batubara) ke beberapa pihak di daerah," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, Jumat (26/2/2021).

Ali menyatakan keterangan Munawir telah dituangkan di dalam berita acara penyidik (BAP). Keterangan tersebut akan dibeberkan di persidangan nanti. "Dan akan kembali dikonfirmasi di depan persidangan yang terbuka untuk umum," tegasnya.

Pada hari yang sama, tim penyidik sedianya memeriksa Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha. Namun, Ngesti meminta pemeriksaannya dijadwalkan ulang lantaran pada hari ini akan dilantik sebagai Bupati Semarang.

Sebelumnya, pada Jumat (19/2/2021) lalu, tim penyidik juga telah memeriksa Ketua DPC PDIP Kendal, Akhmat Suyuti. Dalam pemeriksaan itu terungkap Akhmat Suyuti mengembalikan uang yang diterimanya dari Juliar.

"Akhmat Suyuti, Ketua DPC PDIP Kab. Kendal, didalami pengetahuannya terkait dengan adanya pengembalian sejumlah uang oleh saksi yang diduga diterima dari tersangka JPB melalui perantaraan pihak lain," kata Ali terkait pemeriksaan Akhmat Suyuti.

Dalam kasus ini, Juliari bersama dua Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial (PPK Kemsos), Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama atau Tigra, Ardian Iskandar Maddanatja dan Sekretaris Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Pusat periode 2017-2020, Harry Sidabuke. Ardian dan Harry diduga menyuap Juliari dan dua anak buahnya untuk dapat menggarap proyek pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode. Juliari selaku Menteri Sosial menujuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan. Diduga disepakati adanya "fee" dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 per paket bansos.

Selanjutnya Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang diantaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus. Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Batubara melalui Adi dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar. Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N, selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang "fee" dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lantik 17 Kepala Daerah, Ganjar Pranowo Sampaikan Pesan Soekarno

Ganjar juga meminta para kepala daerah yang dilantik agar mempercepat penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

NASIONAL | 26 Februari 2021

Gibran-Teguh Resmi Jabat Wali Kota dan Wawali Surakarta

Mereka akan mengunjungai Pasar Gedhe untuk mengecek persiapan vaksinasi untuk pedagang, dan dilanjutkan dengan salat Jumat di DPC PDI-P Surakarta.

NASIONAL | 26 Februari 2021

Presiden: Transformasi Digital Harus Win-win Solution

Konektivitas digital harus berpegang teguh pada kedaulatan bangsa, di tengah globalisasi dan siber kompetisi sekarang ini.

NASIONAL | 26 Februari 2021

Jokowi: Konektivitas Digital Harus Berpegang Teguh pada Kedaulatan Bangsa

Peningkatan penggunaan produk-produk dalam negeri tidak dapat diartikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang menyukai proteksionisme.

NASIONAL | 26 Februari 2021

Jokowi Luncurkan Program Konektivitas Digital dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Covid-19

Menurut Kepala Negara, utilisasi Satelit Palapa Ring harus ditingkatkan.

NASIONAL | 26 Februari 2021

Pandeglang Diguncang Gempa Magnitudo 5,1

Sejauh ini, belum ada laporan terkait korban maupun kerusakan akibat gempa tersebut.

NASIONAL | 26 Februari 2021

Tanoto Student Research Award 2021 Dorong Generasi Muda Berinovasi

Mendorong inovasi di lingkungan perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas SDM dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

NASIONAL | 26 Februari 2021

Istri Ketua MK Meninggal Dunia

Almahumah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sela Pajang Jaya, Kota Tangerang, bada salat Jumat.

NASIONAL | 26 Februari 2021

Dilantik Langsung Kerja, Gibran: Kami Bukan Orang Kantoran

Bekerja tidak harus dimulai Senin, tetapi seusai dilantik.

NASIONAL | 26 Februari 2021

Daring, Ganjar Lantik Gibran sebagai Wali Kota Surakarta

Gubernur Jateng berada di Gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks Kantor Gubernur.

NASIONAL | 26 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS