Logo BeritaSatu

KPAI: Pengasuhan Orangtua yang Bermasalah Hambat Keberhasilan PJJ

Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:26 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan pengasuhan orangtua yang bermasalah selama pandemi telah menghambat keberhasilan anak dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Berdasarkan pengawasan KPAI di SMK Negeri 5 Kota Cimahi dan SMK Negeri 9 Kota Bandung, disimpulkan bahwa situasi PJJ semakin memperlihatkan anak sebagai kelompok paling rentan terdampak pandemi Covid-19.

“Selain permasalahan alat daring, ternyata anak-anak yang mengalami kesulitan belajar dari rumah juga dikarenakan permasalahan lain, seperti terjadi perceraian kedua orangtua di masa pandemi sehingga anak-anak mengalami masalah psikologi,” kata Retno lewat siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (27/2/2021).

Retno mengatakan Belajar dari Rumah (BDR) menjadi kurang efektif ketika pengasuhan anak dalam lingkungan rumahnya bermasalah. Misalnya, kedua orangtua bekerja sehingga anak dalam pengasuhan pengganti atau orangtua bercerai menyebabkan anak terpaksa mengikuti ayah atau ibu, atau justru nenek sebagai pengasuh pengganti.

Temuan tentang persoalan pengasuhan didapatkan saat tim KPAI mendatangi SMPN 5 Kota Cimahi dan bertemu dengan kepala dinas pendidikan kota Cimahi didampingi kepala bidang dan kepala seksi SMP. Latar belakang pengawasan tersebut adalah ribuan anak berpotensi tidak naik kelas karena tidak mengumpulkan tugas-tugas sekolah selama PJJ.

“Adanya pengasuhan pengganti seperti ikut nenek atau kerabat dekat lainnya. Anak dibawa salah satu orangua padahal masih proses perceraian. Anak terpaksa mutasi (ke luar kota) karena orangtuanya sudah resmi bercerai, bahkan ada anak yang terstigma karena pernah terinfeksi Covid-19 dari kluster keluarga,” kata Retno.

Menurut Retno, disparitas digital juga mengakibatkan anak-anak dari keluarga miskin tidak bisa terlayani PJJ selama berbulan-bulan. Dari pengawasannya di SMPN 5 kota Cimahi, beberapa guru yang mengunjungi siswanya tidak mengikuti sekolah daring, mengaku menerima banyak cerita pilu tentang kondisi siswa dari keluarga tidak mampu secara ekonomi. “Ada siswa yang sama sekali tidak memiliki alat daring dan akhirnya bekerja membantu ayahnya sebagai kuli bangunan,” kata Retno.

Selain itu, ujarnya, seorang siswa mengaku alat daring di rumahnya telah rusak. Namun saat diperbaiki ternyata dibawa kabur oleh jasa layanan perbaikan (service) handphone. “Ada siswa bisa mengerjakan tugas kalau sudah mendampingi adiknya belajar karena orangtua tunggal yang harus bekerja dan banyak cerita pilu lainnya,” lanjut Retno.

Retno menambahkan KPAI mengapresiasi upaya dan kerja keras para guru untuk membantu siswa BDR, baik secara daring maupun luring. Para guru bersedia mengantarkan dan mengambil tugas-tugas peserta didiknya, bahkan membantu membeli alat daring secara bersama-sama lewat insiatif “Guru Peduli”.

Retno menjelaskan pengumpulan bantuan dilakukan setiap bulan dan secara bertahap. Tujuannya, guru-guru dapat membelikan handphone Android untuk peserta didik agar bisa mengikuti sekolah daring. “Dari program Guru Peduli SMP Negeri 5 Kota Cimahi, telah terbeli 7 telepon pintar dengan kisaran harga Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta,” kata Retno.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Sebanyak enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tragedi Kanjuruhan pascakericuhan di Stadion Kanjuruhan

NEWS | 6 Oktober 2022

Komnas Perempuan: Pencegahan KDRT Harus Dilakukan secara Sistematik

Komnas Perempuan untuk melakukan pencegahan terhadap kekerasan dalam rumah tangga KDRT harus dilakukan secara sistematik

NEWS | 6 Oktober 2022

Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

Perkara dugaan korupsi Helikopter AW-101 kini tinggal menunggu jadwal untuk disidangkan. 

NEWS | 6 Oktober 2022

Jelang Puncak G-20, Mendagri Tinjau Pembangunan TPST Kesiman Kertalangu

Mendagri berharap, pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu rampung pada akhir Oktober 2022.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kemenag: Moderasi Beragama di Indonesia Dilirik Bangsa Lain

Kemenag menyatakan, saat ini moderasi beragama yang dipraktikkan oleh Indonesia telah dilirik oleh bangsa asing sebagai solusi mempererat keberagaman.

NEWS | 6 Oktober 2022

BPBD: 17 Jalan Tergenang dan 41 RT Terdampak Banjir Jakarta

Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, sebanyak 17 ruas jalan tergenang dan 41 RT terdampak banjir Jakarta

NEWS | 6 Oktober 2022

Dana Desa Bisa untuk Atasi Susah Sinyal di Pelosok Kaltim

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyarankan agar dana desa digunakan untuk memudahkan masyarakat desa mengakses internet di Kalimantan Timur (Kaltim).

NEWS | 6 Oktober 2022

Kapolres Belum Terima Laporan Korban Hilang di MTsN 19

Polres Metro Jakarta Selatan belum menerima adanya laporan orang hilang di lokasi tembok MTSn 19 Pondok Labu, Cilandak yang ambruk akibat banjir.

NEWS | 6 Oktober 2022

Besok, Polisi Periksa Baim Wong dan Paula Verhoeven Terkait Prank KDRT

Penyidik Polres Jakarta Selatan akan memeriksa Baim Wong dan Paula Verhoeven pada Jumat (7/10/2022) terkait prank KDRT

NEWS | 6 Oktober 2022

Banjir di Pulogadung, Gulkarmat Jaktim Kerahkan Personel dan Perahu Karet

Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan personel dan perahu karet untuk mengatasi banjir di Pulogadung.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tersangka Dirut PT LIB Sempat Sesalkan Tragedi Kanjuruhan

Tersangka Dirut PT LIB Sempat Sesalkan Tragedi Kanjuruhan

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings