Wamenag: Ujian PAI Harus Bermuatan Kebangsaan dan Toleransi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wamenag: Ujian PAI Harus Bermuatan Kebangsaan dan Toleransi

Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:08 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Agama (Kemag) menggalakkan penguatan moderasi beragama untuk semua layanan keagamaan termasuk pendidikan. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyoroti ujian Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen untuk mendiseminasikan nilai-nilai moderasi beragama seperti komitmen kebangsaan dan toleransi.

"Gunakanlah mata pelajaran Agama Islam ini menjadi instrumen untuk mendiseminasi moderasi beragama. Pastikan jangan sampai ada soal-soal ujian yang justru kontraproduktif dengan moderasi beragama," kata Zainut saat menutup rakor penyelenggaraan Ujian PAI pada sekolah di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (26/2/2021) malam.

Menurut Wamenag, ada empat indikator tentang moderasi beragama yang bisa dijabarkan dalam soal ujian PAI. Pertama, komitmen kebangsaan. Ini diwujudkan dengan penerimaan dan komitmen terhadap prinsip-prinsip berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Konstitusi UUD 1945 serta berbagai regulasi turunannya. "Komitmen kebangsaan juga dapat diterjemahkan sebagai cinta tanah air," katanya.

Kedua, toleransi yaitu sikap menghormati perbedaan dan memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinan, menyampaikan pendapat, serta menghargai kesetaraan dan mau bekerja sama. Sikap toleransi ini sama sekali bukan menyamakan semua agama atau mempercampuradukkan agama. "Toleransi adalah kita meyakini akan agama dan keyakinan kita sebagai sebuah kebenaran, dan pada saat yang sama kita menghargai atau menghormati atas keyakinan atau agama orang lain yang berbeda," ujar Zainut.

Dia menambahkan seseorang boleh memiliki sebuah pendapat sebagai sebuah kebenaran, tetapi pada saat sama harus menghormati jika ada pendapat orang lain yang berbeda.

Indikator moderasi beragama ketiga adalah anti-kekerasan. Artinya, menolak tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dalam mengusung perubahan yang diinginkan.

Wamenag melanjutkan indikator keempat adalah penerimaan dan ramah terhadap tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaan sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.

Wamenag mengharapkan soal ujian PAI bisa menggali pemahaman dan karakter siswa terkait empat indikator moderasi beragama tersebut, bukan sebaliknya, soal ujian PAI malah mencerminkan muatan yang berlawanan dengan hal-hal itu. "Jangan sampai ada kegaduhan yang tidak perlu," kata Zainut memberi pesan untuk direktur PAI.

Kepada Direktur PAI, Wamenag memberi pesan khusus untuk memastikan soal-soal ujian Pendidikan Agama Islam pada sekolah disusun dengan baik dan benar. "Jangan sampai ada kegaduhan yang tidak perlu," pesannya memberi penekanan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Segera Tentukan Nasib Nurdin Abdullah

KPK sendiri memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Nurdin Abdullah Mengaku Sedang Tidur Ketika Ditangkap KPK

Nurdin mengenakan topi biru, jaket hitam, berkacamata, dan bermasker putih.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK Usai Lantik 11 Kepala Daerah

Nurdin Abdullah dikabarkan diamankan bersama lima orang lainnya.

NASIONAL | 27 Februari 2021

SMKN 9 Kota Bandung Dinilai Sangat Siap Pembelajaran Tatap Muka

Sejak Januari 2021, SMKN 9 telah melakukan PTM secara terbatas.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Berharta Rp 51,3 Miliar, Gubernur Sulsel Juragan Tanah

Nurdin dan sejumlah pihak lainnya dibekuk lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Ditangkap KPK, Gubernur Sulsel Diterbangkan ke Jakarta untuk Diperiksa Intensif

Nurdin diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Sultan Hasanudin menggunakan Pesawat Garuda GA 617.

NASIONAL | 27 Februari 2021

KPAI: Pengasuhan Orangtua yang Bermasalah Hambat Keberhasilan PJJ

Belajar dari Rumah (BDR) menjadi kurang efektif ketika pengasuhan anak dalam lingkungan rumahnya bermasalah.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Selain Nurdin Abdullah, KPK Tangkap Pejabat Dinas PU dan Kontraktor

Nurdin yang diamankan di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, sedang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.

NASIONAL | 27 Februari 2021

KPK Tangkap Gubernur Sulsel

Nurdin dan sejumlah pihak lain ditangkap lantaran diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Gedung DPRD dan RSUD di Halmahera Selatan Rusak Pascagempa M 5,2

Beberapa pasien RSUD Labuha telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

NASIONAL | 27 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS