Oknum Polri Bak Koboi, Kompolnas: Tes kejiwaan, Narkoba, dan Alkohol Secara Berkala
Logo BeritaSatu

Oknum Polri Bak Koboi, Kompolnas: Tes kejiwaan, Narkoba, dan Alkohol Secara Berkala

Sabtu, 27 Februari 2021 | 17:13 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengatakan sejumlah insiden kekerasan yang melibatkan oknum polisi belakangan ini disebabkan karena masih belum tuntasnya Reformasi Kultural Polri. Juga diperlukan tes secara berkala bagi anggota yang membawa senjata api.

“Masyarakat masih melihat banyak anggota Polri yang menggunakan kekerasan berlebihan, arogan, bergaya hidup mewah, dan melakukan pungli. Oleh karena itu penting untuk terus menyuarakan Reformasi Kultural Polri dan meningkatkan perhatian, pembinaan serta pengawasan kepada anggota Polri, agar bisa benar-benar berubah,” kata komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (27/2/2021).

Reward and punishment harus dilaksanakan dengan baik, lanjut Poengky, dan contoh teladan dari pimpinan juga harus diberikan agar bawahan bisa meniru. Anak buah yang salah jangan dilindungi karena justru akan mereproduksi kesalahan. Sebaliknya, anak buah yang berprestasi harus diberi reward secara adil, antara lain kesempatan sekolah dan promosi jabatan, agar lebih berprestasi dan menjadi contoh bagi yang lain.

“Pengawasan berlapis dari pimpinan, rekan satu tim dan bawahan, diharapkan bisa mendeteksi penyimpangan perilaku, misalnya seperti mabuk-mabukan atau mengonsumsi narkoba, sehingga bisa segera diatasi, jangan sampai keterusan bersikap destruktif,” lanjutnya.

Terkait penggunaan senjata api seperti yang terjadi di RM Cafe, selain pengetatan pemberian izin, masih kata Poengky, memang dibutuhkan pembinaan, perhatian, dan pengawasan khusus terhadap anggota agar mampu membawa senjata api dengan baik. Pimpinan harus bisa mengontrol dan memastikan tidak terjadi penyalahgunaan.

“Bahkan sebutir peluru penggunaan senjata api wajib dilaporkan dan diketahui pimpinan. Saya melihat hal ini kurang menjadi perhatian pimpinan dan pengawas internal. Sehingga ketika melaksanakan tugaspun terkadang anggota melakukan penyalahgunaan senjata api, misalnya ketimbang mengejar pelaku/tersangka yang melarikan diri, anggota lebih memilih langsung menembaknya,” tambahnya.

Sayang hal tersebut tidak dievaluasi pimpinan, sehingga dianggap menjadi kebiasaan. Pimpinan harus memastikan dipatuhinya SOP penggunaan senjata api serta Perkap nomor 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dan Perkap nomor 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam melaksanakan tugas Polri.

“Terakhir, pengecekan secara berkala kondisi kejiwaan serta tes narkoba dan tes konsumsi alkohol terhadap anggota yang diberi izin membawa senjata api harus dilakukan sedikitnya 6 bulan sekali. Akan lebih bagus jika di klinik-klinik Polres disediakan konsultasi psikologi untuk merawat jiwa anggota agar tetap sehat. Tidak hanya fisiknya saja yang sehat,” ujarnya seraya menambahkan, sepengetahuan Poengky layanan konsultasi psikologi hanya ada di Polda.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terduga Teroris ARY Pernah Jabat Ketua RT

Salah seorang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, di Malang, Jawa Timur, pada Jumat ( 26/0/2/2021) siang diketahui bernama Alfa

NASIONAL | 27 Februari 2021

Buku Pelajaran Agama Islam Singgung Agama Lain, PGI Kirim Surat ke Menag

Buku pelajaran tersebut telah menjadi perbincangan dalam masyarakat.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Pakar: Perlu Evaluasi Sistem Pilkada

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah

NASIONAL | 27 Februari 2021

Ganjar Dukung Penuh Evita Nursanti Pimpin KBPPP

Evita dianggap salah satu sosok wanita yang gigih dan tangguh serta bertanggung jawab terhadap amanat yang diberikan.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Penghimpunan Zakat Lazismu Muhammadiyah Tembus Rp 239 Miliar

Belum optimalnya penghimpunan zakat di Indonesia, yaitu rendahnya pemahaman atau literasi masyarakat mengenai zakat itu sendiri.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Upaya Modifikasi Cuaca, Intensitas Hujan Terus Berkurang

Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi penanggulangan hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Teroris Dibekuk di Jatim Jaringan Usman Bin Sef

Pascabebas dari tahanan Fahim sempat terdeteksi terkait Jamaah Ansharu Daulah (JAD) dan mendukung ISIS sebelum kini kembali ditangkap polisi.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Pedagang Pasar di Kota Bandung Mulai Divaksinasi

Pada awal vaksinasi pedagang di pasar itu ada 200 orang yang menjadi target.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, PDI-P Sulsel: Dia Pemimpin Merakyat

Lies menjelaskan bahwa Nurdin dibawa ke Jakarta karena ada staf sang suami diduga menerima dana suap.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Menteri LHK Berikan Solusi Persoalan Sampah Desa

Menteri LHK bersama Pemprov Jatim serta akademisi Unair dan ITS menyiapkan solusi bagi masyarakat Desa Bangun di Mojokerto agar tak lagi mengolah sampah impor.

NASIONAL | 27 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS