Lewat Deradikalisasi, Polri Bawa Eks Napiter Kembali Cinta NKRI
Logo BeritaSatu

Lewat Deradikalisasi, Polri Bawa Eks Napiter Kembali Cinta NKRI

Sabtu, 27 Februari 2021 | 21:44 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Nama Iqbal Khusaeni atau Ramli alias Iboy dan biasa disapa Rambo pernah diciduk di Cipayung, Jakarta Timur, karena terlibat kasus penyediaan senjata api.

Dalam perjalanannya, Iqbal Khusaeni pertama kali datang ke Jakarta pada tahun 2000 dengan maksud mencari kerja. Kala itu, ia tinggal di Masjid Nurul Hidayah dan bertemu dengan Abdullah Sonata.

Abdullah merupakan mantan narapidana Nusa Kambangan terkait kasus terorisme. Singkat cerita, Iqbal Khusaeni akhirnya menikah dengan adik kandung Abdullah Sonata.

Setelah itu, Iqbal mendapat doktrin dari Abdulah Sonata terkait perjuangan jihad, yakni memusnahkan thogut orang-orang yang berdiri di atas Pancasila dan UUD 45 di antaranya TNI, Polri serta pegawai pemerintah lainnya.

Selain itu, Iqbal dan Abdulah Sonata juga pernah terbang ke Ambon untuk menjadi relawan jihad dan bertugas mendistribusikan senpi.

Aksi pengiriman dan kepemilikan senpi akhirnya tercium oleh pihak kepolisian. Iqbal atau Ramli alias Iboy "Rambo" diciduk dan mendapat hukuman selama 8 tahun.

Sebagai informasi, Iqbal mendapatkan senpi dari Ikik di Cipacing, Bandung, sebanyak 9 pucuk dengan berbagai jenis beberapa di antaranya air softgun yang dimodifikasi menjadi amunisi peluru tajam.

Tak hanya itu saja, Iqbal juga membeli senpi dari Kimley sebanyak 7 pucuk. Total 16 pucuk senpi dan langsung dijual lagi dengan harga Rp 5-10 juta ke Kriswahyudi, Ferdi dan Hasan.

Kriswahyudi merupakan seorang teroris yang pernah ditangkap Densus 88 di Bekasi. Sementara itu, Ferdi dan Hasan ditangkap Densus di Lamongan.

Sisanya, dijual kepada Eka seorang anggota Intel Kodam Pattimura sebanyak 3 pucuk, dan 2 senpi lagi disimpannya sendiri.

Akan tetapi jejak hitam Iqbal pun sudah tiada. "si Rambo" sudah kembali pada pangkuan Ibu Pertiwi. Hal itu juga tak lepas dari bantuan dan pembinaan yang dilakukan aparat selama menjalani kurungan.

Bahkan setelah bebas, Iqbal juga terus dipantau dan diarahkan oleh aparat hingga akhirnya lulus jurusan Ekonomi di STIE Tiara Rawamangun dan di wisuda pada tahun 2020 lalu.

Saat ini, Iqbal Khusaeni tinggal bersama isteri dan anaknya di Kampung Areman RT 004/007 No 23 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

"Tak sampai disitu, sebagai bentuk pembinaan terhadap para mantan napiter, Polri melalui Baintelkam dalam rangka menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan kembali pada NKRI secara utuh dilakukan deradikalisasi dengan cara memberikan bantuan serta dukungan modal usaha," dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com pada Sabtu (27/2/2021).

Usaha yang dijalani Iqbal pun berjalan lancar. Ia melakukan budidaya ikan lele dan sayuran hidroponik. Dari hasil tersebut, ia menjualnya secara online dengan bentuk kemasan yang sudah dibumbui.

Para pelanggan pada umumnya adalah warga sekitar tempat tinggalnya. Iqbal juga memiliki rencana untuk memperlebar sayap dengan memperkenalkan usaha di komplek-komplek sekitar wilayah Cimanggis.

Fokus usaha juga membuat Iqbal tak kembali bergabung dengan kelompok ektremisme yang secara pelan-pelan sudah mulai ditinggalkan.

Selain membangun usaha, Iqbal saat ini juga aktif bergabung dengan organisasi Lingkar Perdamaian, sebuah organisasi yang didirikan oleh para napiter yang sudah kembali kepada NKRI.

Organisasi ini diketuai oleh Ali Fauzi, organisasi tersebut bertujuan untuk memerangi, menanggulangi, dan mencegah aksi terorisme.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mafia Tanah Serobot Ratusan Ha Lahan Warga Tangerang

Negara harus turun tangan penyerebotan tanah di Tangerang.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Sukseskan Vaksinasi Covid-19, Jokowi Minta Dukungan NU

Jokowi menyampaikan harapannya agar Nahdlatul Ulama (NU) tetap mendukung dan membantu Pemerintah menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 27 Februari 2021

PPSDMPU Tingkatkan Keterampilan Dosen Lembaga Pendidikan

Pelatihan virtual dengan tema heart to heart communication for lecturer ini dibimbing Poppy Amalya sebagai master of communication.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Jokowi Puji Komitmen NU Jaga Pancasila

Puncak Harlah NU ini mengingatkan Indonesia menyongsong 1 abad NU yang akan terjadi pada 2 tahun mendatang

NASIONAL | 27 Februari 2021

RS Lapangan Covid-19 Akan Dibangun di Malang

RS Lapangan Covid-19 akan dibangun di lahan seluas 6.000 meter persegi di Universitas Muhammadiyah Malang dan ditargetkan selesai dalam 40 hari.

NASIONAL | 27 Februari 2021

UMM Universitas Islam Terbaik Dunia, Mendikbud Berikan Apresiasi

Mendikbud menyampaikan apresiasi atas prestasi Universitas Muhammadiyah Malang yang meraih peringkat pertama Universitas Islam Terbaik Dunia 2021 versi UniRank.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Terendam Banjir, 3.074 Hektare Sawah di Cirebon Gagal Tanam

Sebanyak 3.074 hektare tanaman padi yang mengalami gagal tanam imbas terendam banjir, yang melanda daerah Cirebon.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Ponpes di Majalengka Bangun Aula Diberi Nama Ibunda Jokowi

KH Maman Imanulhaq meletakan batu pertama pembangunan Aula Pertiwi Hj Sudjiatmi Notomihardjo (ibunda Presiden Jokowi) di pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi.

NASIONAL | 27 Februari 2021

Polisi: Tak Ada Pelanggaran Hukum dalam Kerumunan Presiden Jokowi

Mabes Polri angkat bicara terkait tidak menerima laporan yang mempermasalahkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat Jokowi kunjungan kerja ke NTT

NASIONAL | 27 Februari 2021

Ketika Burung Perkutut Dilaporkan ke KPK

Pemberian burung perkutut seharga Rp 100 juta itu dianggap gratifikasi.

NASIONAL | 27 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS