Pengamat: Perlu Edukasi Publik untuk Ciptakan Dunia Maya yang Sehat
Logo BeritaSatu

Pengamat: Perlu Edukasi Publik untuk Ciptakan Dunia Maya yang Sehat

Minggu, 28 Februari 2021 | 11:08 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat media sosial, Ismail Fahmi, memandang perlu mengedukasi masyarakat secara terus-menerus untuk menciptakan dunia maya yang sehat.

Menurut Founder dan Penggagas aplikasi Drone Emprit, polisi khususnya dari Cyber Crime Polri sebagai aparat penegak hukum dapat melakukan edukasi kepada masyarakat dengan menegur terlebih dahulu konten yang berpotensi melanggar Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE).

”Itu salah satu edukasi melalui aparat kepolisian. Dari situ kemudian orang-orang yang mengikuti akun-akun milik Polri ini 'kan kemudian akan belajar. Oh, ternyata yang seperti ini yang melanggar’. Dari situ saja sebenarnya termasuk dalam proses belajar langsung, jadi penegak hukum mengedukasi masyarakat,” kata Ismail Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/2/2021).

​​​​​​Fahmi mencontohkan, masyarakat bisa lapor atau bertanya kepada akun resmi kepolisian apakah konten yang dibuat melanggar UU ITE atau tidak, kemudian bisa dijawab langsung oleh aparat sehingga membuat masyarakat belajar dengan sendirinya.

"Memang saat ini banyak orang saling lapor menggunakan UU ITE ini. Akan tetapi, sebelum ada UU ITE ini pun juga sudah demikian, menggunakan KUHP. Seperti menggunakan pasal perbuatan tidak menyenangkan untuk melaporkan orang lain," kata pendiri aplikasi sistem untuk memonitor dan menganalisis media sosial berbasis big data, Drone Emprit.

Fahmi menyebut, sebetulnya penipuan elektronik itu ada banyak sekali. Hal itu sebenarnya bisa diselesaikan dengan UU ITE.

Akan tetapi, saat ini yang banyak dibahas di media justru pelaporan orang menggunakan UU ITE. Hal itu lantaran karena idealnya semua orang sama di depan hukum. Namun, dalam kenyataan kadang-kadang tidak seperti itu.

"Misalnya, ’kok, yang gini tidak diproses tetapi yang itu yang lebih sepele, kok, malah diproses’. Inilah yang kemudian membuat masyarakat menjadi tidak puas. Makanya, ini yang kemudian membuat banyak warga protes karena penerapan UU tersebut yang tidak bisa adil. Yang seharusnya tidak kena malah kena, yang harusnya kena malah lolos. Itulah kemudian yang menjadi keberatan," katanya.

Hal ini terjadi, kata peraih doktoral bidang sains informasi dari Universitas Groningen Belanda itu, bukan karena kurangnya literasi digital saja, melainkan masyarakatnya yang kurang paham tentang hukum.

"Jadi, masyarakat sebenarnya perlu dikasih tahu juga bagaimana supaya kemudian tidak sampai terkena UU ITE ini. Karena kadang-kadang, dia tidak tahu informasi yang diterima itu hoax, kemudian dia share. Kebetulan polisi juga lagi patroli untuk bersih-bersih, akhirnya, ya, kena dan ketangkap," terang pria yang juga dosen pascasarjana Teknologi Informasi Universitas Indonesia (UI) itu.

Strategi
Untuk itu, menurut dia, strategi paling dekat yang bisa dilakukan oleh masyarakat agar terhindar dari UU ITE ada pada aparat penegak hukum itu sendiri, karena aparat penegak hukum sebetulnya bisa menerima atau menolak setiap pelaporan.

"Orang mengkritik, misalnya, karena dia tidak puas dengan perusahaan atau lainnya, itu 'kan kalau dilaporkan dan laporannya diterima oleh polisi maka langsung kena. Akan tetapi, kalau kemudian lebih selektif, dipanggil dahulu tidak sampai diproses itu 'kan sebetulnya bisa. Jadi, ya, itu, saya kira yang paling dekat yang bisa dilakukan sebelum revisi UU ITE ini," ujarnya.

Terkait dengan edukasi, lanjut dia, juga tidak bisa melibatkan influencer karena yang dibutuhkan masyarakat itu penjelasan dari pihak berwajib, pengetahuan tentang UU ITE itu sendiri. Apalagi, influencer atau buzzer ini sekarang identik dengan politik dan polarisasi politik.

Polarisasi ini diciptakan dengan andil buzzer yang pada akhirnya yang dirugikan adalah masyarakat sendiri.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi, Nurdin Abdullah Mengaku Ikhlas Jalani Proses Hukum

Kepada awak media, Nurdin mengklaim tak tahu menahu mengenai transaksi suap antar Agung dan Edy yang merupakan orang kepercayaannya.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Ada Tawar-menawar Fee Proyek untuk Nurdin Abdullah

Saat itu Nurdin mengatakan yang penting operasional kegiatan Nurdin tetap bisa dibantu oleh AS.

NASIONAL | 28 Februari 2021

5 Anak Keracunan Makanan Pesta Ulang Tahun Dirawat di RSMM Timika

Saat acara pesta ulang tahun berlangsung, tuan rumah menyediakan hidangan berupa nasi kuning.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Dua Awak KM Uty Star Ditemukan di Pantai Kasuari Asmat, 4 Masih Dicari

Operasi pencarian terhadap awak KM Uty Star telah ditutup sejak Senin (22/2/2021).

NASIONAL | 28 Februari 2021

Kronologi OTT Nurdin Abdullah

Sekitar pukul 21.00 WIB, IF kemudian mengambil koper yang diduga berisi uang dari dalam mobil milik AS dipindahkan ke bagasi mobil milik ER di Jalan Hasanuddin

NASIONAL | 28 Februari 2021

Pascalongsor, Tol Surabaya-Gempol Normal Kembali

Pada sisi Right Of Way (ROW) masih dilakukan kegiatan berupa pekerjaan pelengkap bangunan perkuatan tanah sehingga pengguna jalan diminta tetap berhati-hati.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Bantah Terlibat Suap

"Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Sama sekali tidak tahu, demi Allah demi Allah," ucap Nurdin.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Jadi Tersangka Korupsi, Gubernur Sulsel Ditahan di Rutan Pomdam Jaya

KPK menetapkan Nurdin Abdullah, Edy Rahmat dan Agung Sucipto sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Pemprov Sulsel.

NASIONAL | 28 Februari 2021

KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Tersangka Kasus Suap dan Gratifikasi

Tak hanya Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Sekdis PU Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Nurdin Abdullah Kerap Terima Setoran dari Kontraktor Proyek di Sulsel

KPK menduga Nurdin telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai total Rp 5,4 miliar.

NASIONAL | 28 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS