Gigih Menentang Ekspansi Agraria, Tuan MH Manullang Pantas Menjadi Pahlawan Nasional
Logo BeritaSatu

Gigih Menentang Ekspansi Agraria, Tuan MH Manullang Pantas Menjadi Pahlawan Nasional

Minggu, 28 Februari 2021 | 22:18 WIB
Oleh : LES

Medan, Beritasatu.com – Mangaradja Hezekiel Manullang atau yang dikenal sebagai Tuan MH Manullang dinilai pantas menjadi pahlawan nasional. Karena sejak usia muda, ia sudah menulis gagasan nasionalisme dan menentang ekspansi agraria ke Tanah Batak.

Dalam usia yang baru 19 tahun, Tuan Manullang menerbitkan surat kabar Soera Batak yang terbit di Tarutung (dicetak di Padang) tahun 1919.

Demikian kesimpulan yang dapat ditarik dari sejumlah sejarawan dalam web seminar (webinar) “Perlawanan MH Manullang Menentang Eskpansi Agraria Belanda ke Tanah Batak,” yang diadakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) Sabtu (27/2/2021), melului zoom dan https://youtu.be/EDOSo1niis0.

Setelah dibuka Ptof Dr Baharuddin ST MPd (Ketua LPPM Unimed), para pembicara adalah Prof Dr Hermawan Sulistyo (LIPI Jakarta), Dr Wannofri Samry MHum (ahli sejarah pers, Universitas Andalas), Dr Dimpos Manalu (aktivis agraria, Universitas HKBP Nomensen), Dr Edy Ikhsan SH MA (serajawan agraria, Universitas Sumatra Utara). Sejarawan Unimed, Dr Phil Ichwan Azhari MS bertindak sebagai moderator.

Dr Ichwan Azhari dalam pengantarnya mengatakan, perjuangan Tuan Manullang banyak diinspirasi oleh surat kabar Serikat Dagang Islam (SDI) di Medan tahun 1916, yang sudah berani menerbitkan koran dengan nama Merdeka. Menurut sejarawan ini, koran SDI itulah yang pertama kali berani menyebut kata-kata “merdeka.”

“Koran-koran yang diterbitkan Tuan Manullang, menjadi inspirasi banyak gerakan di Tanah Batak. Terutama Soeara Batak, yang sekalipun diterbitkan di Tarutung dan dicetak di Sumatra Barat, sudah merupakan karya luar biasa seorang pemuda yang baru berumur 19 tahun,” ungkap Dr Ichwan Azhari, sebagaimana ditulis dalam siaran pers panitia.

\“Tuan Manullang dipenjarakan oleh Belanda di Cipinang (Jakarta), karena dituduh menghasut orang-orang Barak agar menolak ekspansi agraria ke Tanah Batak. Harus diakui, perjuangan Tuan Manullang itulah yang membuahkan hasil, di Tanah Batak tidak ada perkebunan Belanda (onderneming). Oleh karena itu, Tuan Manullang sangat pantas menjadi Pahkawan Nasional,” jelas Azhari.

Prof Dr Hermawan Sulistyo menegaskan, satu fakta saja sudah membuktikan bahwa Tuan Manullang pantas menjadi Pahlawan Nasional. “Yakni, dalam usia 19 tahun sudah mampu menerbitkan surat kabar Soera Batak yang sudah berbicara tentang gagasan nasionalisme,” kata Hermawan Sulistyo, peneliti sejarah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta.

Menurut Hermawan, untuk zaman sekitar 100 tahun lalu, satu-satunya faktor produksi adalah tanah. Manakala tanah dirampas, maka artinya adalah merampas faktor produksi dari rakyat. Sampai sekarang pun, tanah adalah faktor produksi yang sangat penting. “Tetapi, gagasan nasionalisme Tuan Manullang jauh lebih penting dari perampasan tanah,” papar Hermawan Sulistyo.

Kalau kita pahami bibit-bibit nasionalisme sebagaimana konsep Prof Bennedick Anderson, bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia, penyebaran bibit nasionalisme selalu lahir melalui media yang sangat provokatif pada masanya, sudah cukup kuat untuk menobatkan Tuan Manullang sebagai pahlawan nasional. Dian bukan pejuang sektarian, tetapi pejuang nasionalisme. “Bagi saya, hanya orang bodoh yang tidak mengakui Tuan Manullang sebagai pahlawan nasional,” tandas Hermawan.

Edy Ikhsan SH MA, sejarawan agraria, mengungkapkan, akibat perkebunan (onderdeming), rakyat di Tanah Deli (Sumatra Timur) sudah habis, diambil Belanda menjadi perkebunan. Bahkan sudah sampai ke Simalungun. Sedangkan Tapanuli (tanah Batak), berkat perjuangan Tuan MH Manullang, tidak sempat menjadi area perkebunan yang merampas tanah rakyat dan menyengsarakan penduduk.



Sumber: PR


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sumut Kembali Perpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Pemprov Sumatera Utara akan memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah berakhir 28 Februari.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Kasus Aktif Covid-19 Menurun, Warga Batam Mulai Berani ke Pantai

Warga Kota Batam, Kepulauan Riau mulai memberanikan diri menghabiskan akhir pekan di pantai-pantai, seiring dengan kasus aktif Covid-19 yang terus menurun.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Harlah Ke-98 NU, Anies: Sulit Bangun Persatuan dalam Kondisi Ketimpangan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan tentang salah satu pekerjaan rumah yang besar bangsa Indonesia yakni mengatasi ketimpangan.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Forum Nasabah Ajukan Petisi Desak Pembatalan Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan bersedia turun tangan membatalkan program restrukturisasi polis yang hendak diterapkan PT Jiwasraya.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Utut: Gowes Bareng PDI Perjuangan Upaya Membangun Soliditas Partai

PDIP menempatkan politik dari banyak aspek, yang asyik untuk diikuti dan tentu dekat dengan rakyat, salah satunya gowes bareng.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Gubernur Bali: Pariwisata Jadi Target Pemulihan Pertama

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan sektor pariwisata merupakan target yang diberikan kesempatan pertama dalam tahapan pemulihan perekonomian di Pulau Dewata.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Kenang Almarhum Artidjo Alkostar, Anies Baswedan: Tokoh Berintegritas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum Artidjo Alkostar.

NASIONAL | 28 Februari 2021

Warga NTB Diimbau Waspadai Bencana Dampak Curah Hujan Tinggi

Masih adanya curah hujan tinggi di beberapa kabupaten di NTB hingga awal Maret 2021, karena indeks ENSO saat ini masih menunjukkan kondisi la nina.

NASIONAL | 28 Februari 2021

PBNU: Artidjo Alkostar, Pembela Hukum dan Keadilan

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Robikin Emhas mengatakan kehilangan atas meninggalnya Artidjo Alkostar, Minggu (28/2/2021).

NASIONAL | 28 Februari 2021

Nurdin Abdullah Bantah Terima Suap, KPK: Kami Punya Bukti Kuat

Nurdin Abdullah membantah menerima suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur.

NASIONAL | 28 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS