Komisi Yudisial Buka Seleksi 13 Hakim Agung
Logo BeritaSatu

Komisi Yudisial Buka Seleksi 13 Hakim Agung

Senin, 1 Maret 2021 | 20:12 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Yudisial (KY) membuka proses seleksi calon hakim agung (CHA) Tahun 2021. Hal tersebut untuk memenuhi permintaan Mahkamah Agung (MA) sesuai Surat Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Nomor 7/WKMA-NY/SB/2/2021 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim Agung pada Mahkamah Agung (MA).

Melalui surat tersebut, MA membutuhkan 13 Hakim Agung. Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY, Siti Nurdjanah menjelaskan seleksi kali ini merupakan yang kedua digelar di masa pandemi. KY memastikan akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“KY kembali menggelar seleksi CHA di masa pandemi dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini penting karena KY harus memperhitungkan keselamatan calon dan panitia,” kata Siti Nurdjanah saat menggelar konferensi pers daring, Senin (1/3/2021).

Dikatakan, 13 posisi hakim agung yang dibutuhkan MA terdiri dari dua hakim agung untuk kamar perdata, delapan hakim agung di kamar pidana, satu hakim agung untuk kamar militer, dan dua hakim agung untuk kamar tata usaha negara khusus pajak.

Penerimaan usulan calon hakim agung dilakukan secara online melalui situs www.rekrutmen.komisiyudisial.go.id mulai 1 Maret s.d. 22 Maret 2021. Berkas persyaratan beserta softcopy (disimpan dengan format PDF dalam flash disk/DVD) dimasukkan dalam map plastik untuk dikirim melalui pos ke Komisi Yudisial Republik Indonesia u.p. Sekretariat Panitia Seleksi Calon Hakim Agung, Jl. Kramat Raya No. 57, Jakarta Pusat 10450 Telp: (021) 3905876-77 / 31903661 Fax: (021) 31903661- paling lambat tanggal 22 Maret 2021 (cap pos).

“KY tidak melayani pendaftaran langsung. KY juga meminta kepada para calon agar mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu keberhasilan atau kelulusan dalam proses seleksi,” tegas Nurdjanah.

Sesuai komitmen, dalam melakukan seleksi CHA, KY menekankan pada aspek kapasitas dan integritas calon. Dalam prosesnya para calon hakim agung akan menjalani serangkaian tahapan seleksi yaitu: seleksi administrasi, seleksi kualitas secara online, seleksi kesehatan dan kepribadian, serta wawancara terbuka yang dilakukan tujuh Anggota KY dan dua pakar. Terakhir, KY akan mengajukan CHA yang lulus seleksi kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan.

“Kemudian calon yang telah mengikuti seleksi dua kali berturut-turut tidak dapat mengikuti seleksi periode ini,” ujar Nurdjanah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gencarkan Pelacakan Kasus Covid-19, Menkes Akan Gandeng TNI-Polri

Menkes menegaskan perlunya menggandeng aparat TNI-Polri di desa untuk menggencarkan upaya pelacakan terhadap kontak kasus konfirmasi positif Covid-19.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Anggota Jamaah Islamiyah Dapat Dana dari Iuran Anggota

Terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah mendapatkan dana dari iuran anggota yang rutin menyumbang untuk organisasi setiap bulannya.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Kempupera Bangun Kampung Kumuh Jadi Kampung Wisata di Malang

Kempupera membangun kampung kumuh di kawasan Kayutangan Kota Malang melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

NASIONAL | 1 Maret 2021

Mendikbud Dorong Sekolah Tatap Muka Secara Terbatas

Akselerasi pembukaan sekolah tatap muka, khususnya untuk daerah yang kesulitan akses internet.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Kasus Korupsi di PT Dirgantara Indonesia, Dirut PT PAL Segera Diadili

Budiman Saleh bakal segera duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor Bandung.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Stimulus Listrik Maret Sudah Siap, Kini Bisa Dinikmati Lewat PLN Mobile

PLN memastikan penyaluran stimulus listrik periode Maret 2021 untuk 32 juta pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri, 450 VA.

NASIONAL | 1 Maret 2021

SOS Children’s Villages Bersama HSBC Indonesia Dukung Kebutuhan Anak dan Remaja Rentan

HSBC bersama SOS Children’s Villages pendampingan yang maksimal bagi anak dan remaja yang telah atau terancam kehilangan pengasuhan orang tua.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Ketum PBNU Tolak Perpres Investasi Miras

Menurut Kiai Said, Alquran telah jelas mengharamkan miras karena menimbulkan banyak mudharat.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Setahun Penanganan Covid-19 Tunjukkan Optimisme Pemulihan

Banyak kemajuan yang telah dicapai, namun pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

NASIONAL | 1 Maret 2021

Pemekaran Papua Harus Dilakukan Hati-hati dan Perlu Kajian Mendalam

Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar mengatakan, pembentukan provinsi dan kabupaten baru di Papua penting dilakukan.

NASIONAL | 1 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS