Penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award untuk Nurdin Abdullah Akan Dievaluasi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award untuk Nurdin Abdullah Akan Dievaluasi

Selasa, 2 Maret 2021 | 16:46 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (P-BHACA) memastikan mengevaluasi penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award kepada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah. Evaluasi ini dilakukan setelah Nurdin Abdullah ditangkap dan ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021. Nurdin diketahui pernah menerima penghargaan BHACA pada 2017 semasa menjabat sebagai Bupati Bantaeng.

"P-BHACA sangat terkejut dan menyesalkan perkembangan yang terjadi. Apabila di kemudian hari terbukti telah terjadi penyelewengan/pengkhianatan terhadap nilai-nilai, maka kebijakan P-BHACA adalah me-review kembali penganugerahan tersebut," kata Ketua Dewan Pengurus P-BHACA Shanti L Poesposoetjipto, dalam keterangannya, Selasa (2/3/2021).

Nurdin Abdullah diketahui menerima penghargaan BHACA pada 2017 atau saat menjabat sebagai Bupati Bantaeng. Penghargaan diberikan atas upaya Nurdin menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, serta memberantas korupsi.

"Melalui seleksi yang ketat, di mana penerima award dipilih melalui proses yang amat saksama dan hati-hati oleh dewan juri yang independen pada tahun 2017, Nurdin Abdullah sebagai Bupati Bantaeng dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan BHACA yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan kejujuran serta independensi," ucap Shanti.

Namun, dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat Nurdin Abdullah, Shanti menyatakan, pihaknya bakal mengevaluasi secara internal melalui proses due diligence untuk kemungkinan menarik kembali award tersebut.

"Oleh sebab itu Dewan Pengurus P-BHACA akan mengevaluasi secara internal melalui proses due diligence yang berlaku di P-BHACA di mana penarikan kembali sebuah award memerlukan proses yang tidak kalah teliti dari penganugerahannya," tegasnya.

P-BHACA menegaskan akan senantiasa mengikuti dan menghormati proses hukum yang tengah dilakukan oleh KPK.

"P-BHACA percaya bahwa pribadi yang menjunjung tinggi kejujuran dan mengedepankan integritas akan dengan terbuka dan sukarela mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan kepadanya," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Nurdin Abdullah bersama Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021. Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung melalui Edy Rahmat. Tak hanya suap, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi dari kontraktor lainnya senilai Rp 3,4 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Geledah Rumah Dinas Nurdin Abdullah, KPK Sita Dokumen dan Uang Tunai

Hari ini tim penyidik menggeledah rumah pribadi Nurdin Abdullah dan Kantor Dinas PUTR Pemprov Sulsel.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Densus 88 Kembali Cokok Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah

Densus 88 Antiteror menangkap tersangka baru terkait Jamaah Islamiyah Jawa Timur.

NASIONAL | 2 Maret 2021

KPK Pastikan Dalami Aliran Dana Suap dan Gratifikasi Gubernur Sulsel

KPK memastikan akan mendalami aliran uang suap dan gratifikasi yang diduga diterima Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah

NASIONAL | 2 Maret 2021

Menteri Erick Sebut Kerja Sama BUMN dan KPK Sebagai Bentuk Introspeksi

KPK bersama direksi 27 perusahaan BUMN menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penanganan pengaduan dalam upaya pemberantasan korupsi

NASIONAL | 2 Maret 2021

Dua Terduga Teroris Poso Tewas, Tersisa Sembilan Orang

Dua orang DPO tewas sehingga buron yang tersisa tinggal 9 orang termasuk Ali Kalora.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Setahun Tanpa Hasil, KPK Belum Menyerah Buru Harun Masiku

Alex mengklaim, lembaga antikorupsi masih terus berusaha mencari Harun.

NASIONAL | 2 Maret 2021

PLN dan KPK Integrasikan Penanganan Pengaduan Tindak Pidana Korupsi

KPK akan membantu serta memberikan asistensi kepada PLN dalam rangka penyusunan dan/atau penguatan aturan internal serta sistem penanganan pengaduan.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Keputusan Melantik Sekda Papua Disebut Sudah Konstitusional

Peneliti Ahli Utama Politik Pemerintahan Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR, Mohammad Mulyadi menyatakan, pelantikan tersebut konstitusional.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Polemik Dualisme Sekda Papua, Pakar Sebut Komunikasi Tidak Efektif

Menurut Sumarsono, dialog sangat dibutuhkan untuk mengakhiri dualisme sekda Papua.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Kukuhkan Pengurus Nasional Karang Taruna, Ini Harapan Mensos Risma

Risma berharap, kader Karang Taruna akan menjadi pelopor-pelopor di daerah untuk memotong rantai penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS