Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas 4.500 Meter
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas 4.500 Meter

Selasa, 2 Maret 2021 | 19:56 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Gunung Sinabung kembali erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) akibat kubah lava membeku dengan jarak luncuran hingga 4.500 meter ke arah tenggara. Terpantau tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter pada Selasa (2/3/2021).

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), peristiwa APG terjadi selama tiga kali masing-masing pada pukul 07.07 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter, kemudian pukul 07.11 WIB dengan jarak luncur 3.000 meter, dan pada pukul 07.15 WIB dengan jarak luncuran 4.500 meter.

Sementara itu, sebanyak 17 desa di Kecamatan Tiganderket, delapan desa di Kecamatan Kutabuluh, dan 15 desa di Kecamatan Tigabinaga terdampak abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung.

"Guguran juga dapat berdampak ke masyarakat, baik permukiman maupun pertanian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr Raditya Jati, Selasa.

Raditya mengatakan, sejauh ini belum ada laporan terkait korban jiwa. "Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih terus melakukan patroli," katanya.

Satgas Tanggap Darurat Bencana Gunung Sinabung, lanjutnya, telah melaksanakan apel kesiapan dilanjutkan patroli dan pembersihan wilayah yang terkena dampak abu Sinabung.

Tim gabungan baik dari BPBD Kabupaten Karo, unsur TNI dan Polri, instansi dan lembaga terkait serta Satgas TD Bencana Gunung Sinabung telah mengimbau dan membagikan masker kepada masyarakat.

Untuk mengurangi dampak risiko yang bisa ditimbulkan dari aktivitas erupsi Gunung Sinabung, Raditya mengimbau masyarakat keluar dari zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB). Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas di daerah zona merah dengan alasan keselamatan.

Kegiatan pembersihan abu vulkanik masih terus dilakukan oleh personel TNI, Polri, BPBD dan Damkar dari Kabupaten Karo sebanyak 100 personel di tiga kecamatan terdampak.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Karo Natanail Paranginangin menjelaskan, potensi ancaman yang masih dapat terjadi dalam kaitan erupsi Gunung Sinabung meliputi awan panas guguran akibat kubah lava yang tidak stabil, potensi terjadinya erupsi kembali, terjadinya hujan abu di sekitar gunung Sinabung sesuai dengan arah dan kecepatan angin, dan potensi terjadinya laharan tergantung curah hujan di sekitaran Gunung Sinabung.

Hingga saat ini, Gunung Sinabung masih dalam status Siaga atau Level III.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Tiba di Indonesia

Pemerintah mendatangkan sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 di Tanah Air.

NASIONAL | 2 Maret 2021

KPK Akui Usut Dugaan Korupsi Pajak Bernilai Puluhan Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait pajak.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Industri Miras yang Ada Tetap Berjalan

Pencabutan isi lampiran ketiga Perpres 10/2021 terkait izin usaha industri miras tidak akan mengganggu perizinan industri miras yang telah berjalan.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Kasus BPJamsostek, Kejagung Periksa Tiga Saksi

Kasus dugaan korupsi BPJamsostek, Kejagung periksa tiga saksi.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Pencabutan Perpres Miras Bukti Jokowi Responsif Kritik dan Masukan

Jokowi telah mencabut Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang juga mengatur investasi industri minuman keras.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Awali Kerja Jajaran Direksi Baru, BPJS Kesehatan Fokus Serap Aspirasi

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti BPJS Kesehatan akan mengoptimalisasi kerja sama lintas sektoral.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Pemkot Malang Siapkan MPP Berbasis Digital Terkoneksi

Pemkot Malang menyiapkan Mal Pelayanan Publik (MPP) berbasis digital terkoneksi bagi masyarakat dan mahasiswa.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Bea Cukai Banten Musnahkan Miras, Rokok serta Cairan Vape Ilegal di Cikarang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Banten, Kejaksaan Tinggi Banten dan KPU Tipe C Soekarno-Hatta memusnahkan minuman keras.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Operasi Jatuhnya Sriwijaya Ditutup, 3 Jenazah Masih Hilang

Proses identifikasi korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) lalu akhirnya resmi ditutup.

NASIONAL | 2 Maret 2021

Joyday Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Banjarmasin

Green Asia Food Indonesia (GAFI) yang merupakan produsen es krim Joyday memberikan bantuan kepada korban banjir di Kota Banjarmasin.

NASIONAL | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS