Kawanan Kera Turun dari Merapi, Warga Mengadu ke GKR Hemas
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kawanan Kera Turun dari Merapi, Warga Mengadu ke GKR Hemas

Selasa, 2 Maret 2021 | 22:33 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Sleman, Beritasatu.com - Anggota DPD asal Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menampung pengaduan warga terkait kawanan kera yang turun dari Merapi. Warga mengadu saat GKR Hemas melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, DIY, Selasa (2/3/2021).

Yuyun, perwakilan pedagang di kawasan wisata Tlogo Putri, mengeluhkan banyaknya kera ekor panjang yang turun dari hutan Merapi dan menjarah barang dagangan di kios-kios di kawasan itu.

“Gusti Ratu, mohon perhatiannya. Itu kalau dagangannya kami jaga, keranya tidak mencuri tetapi merusak genteng. Kami serbasalah, karena ada imbauan untuk tidak memberi makan binatang dari pengelola kawasan," kata Yuyun.

Merespon keluhan tersebut, GKR Hemas langsung meneruskan kepada perwakilan Badan Lingkungan Hidup DIY, Wawan Setyo, yang turut hadir dalam pertemuan di halaman salah satu tempat peristirahatan milik Keraton Yogyakarta itu.

Menurut Wawan, serangan kera ekor panjang itu terjadi karena menipisnya persediaan pakan di lereng Merapi. Dia menduga, ada kerusakan terhadap tanaman sumber makanan di Bukit Plawangan yang menjadi habitat kera ekor panjang tersebut.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan segera melakukan kajian mengenai kemungkinan penanaman beberapa jenis tanaman yang menghasilkan pakan bagi kera- kera tersebut. "Segera kami lakukan kajian agar segera bisa disediakan sumber pakan yang memadai bagi kera- kera tersebut," jelas Wawan.

GKR Hemas mengatakan, penanganan kawanan kera yang dianggap sebagai hama tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kelestariannya. "Karena, binatang yang habitatnya di hutan sekitar lereng Merapi itu pasti memiliki fungsi ekologis," ujar GKR Hemas.

Selain Yuyun, sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan pelaku industri pariwisata bergantian menyampaikan keluh kesah dan meminta solusi nyata pemulihan ekonomi. Mereka terdampak pandemi Covid-19 yang hari ini genap 1 tahun melanda Indonesia.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Hargobinangun sekaligus Ketua Asosiasi Pedagang Jadah Tempe Kaliurang, Bejo Wiryanto mengatakan, saat ini ada 300 hotel dan penginapan, 367 pedagang, 400 pengemudi jip wisata, serta 90 pedagang asongan dari luar wilayah Kaliurang yang sangat terpukul secara ekonomi, Usaha mereka terdampak akibat tingkat kunjungan wisata yang turun drastis selama pandemi Covid-19.

"Tolong Gusti Ratu serta bapak dan ibu dari dinas terkait, bagaimana caranya wisatawan bisa datang ke sini lagi (Kaliurang). Kami ingin solusi yang konkret," pinta Bejo.

Dukuh Kaliurang Timur, Anggara Daniawan menyampaikan keluhan yang sama. "Warga kami hidup dari menjual jasa pariwisata, Gusti. Bagaimana caranya Kaliurang bisa ramai lagi. Kami berharap dinas terkait juga segera dapat menemukan solusi," kata Anggara.

Sementara itu, pembina Komunitas Pecinta Lingkungan Pagar Merapi, RM Gustilatika Marrel Suryokusumo meminta kepada pihak terkait untuk memberi garis pemisah yang tegas antara jalur yang digunakan untuk wisata dengan jalur angkutan hasil tambang pasir yang terdapat di sekitar area Merapi. Vucu Sultan HB X tersebut juga menyampaikan keprihatinan atas banyaknya kerusakan yang terjadi di jalur evakuasi pengungsi bila terjadi erupsi Merapi akibat dilalui oleh truk pengangkut pasir.

"Apalagi, dalam situasi Merapi diaga 3 seperti sekarang. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kerusakan yang terjadi di jalur evakuasi bisa membahayakan proses pengungsian warga bila terjadi erupsi," ujar Marrel.

Menanggapi cucunya itu, GKR Hemas mengatakan, seluruh usulan, kritik, dan saran akan ditampung dan didiskusikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupten Sleman sebagai pemangku wilayah dan dilanjutkan ke Pemprov DIY.

Seusai pertemuan, GKR Hemas melakukan penanaman pohon beringin di Bukit 76 yang terletak sekitar 1 kilometer dari lokasi pertemuan. Didampingi Dukuh Kaliurang Timur Anggara Daniawan, Ratu Yogyakarta itu meminta upaya-upaya penghijauan di lereng Merapi tetap diteruskan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kementan Jadikan Kupang Daerah Percontohan Pertanian Terintegrasi

Syahrul Yasin Limpo menetapkan Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah percontohan pengembangan usaha pertanian terintegrasi.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Dewan Pers Harap MK Tolak Uji Materi UU Pers

Dewan Pers berharap agar Mahkamah Konstitusi (MK) menolak pengajuan uji materi UU 40/1999 tentang Pers

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Seekor Harimau Sumatera Mati Terjerat di Bengkalis

Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan dalam kondisi mati oleh masyarakat di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Riau.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

KPK Akui Politik Dinasti Membuka Celah Terjadinya Korupsi

KPK mengakui politik dinasti membuka celah terjadinya korupsi. Sejumlah keluarga yang membangun politik dinasti telah dijerat KPK.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

PWI: Wartawan Tidak Tunduk pada UU Ketenagakerjaan

Ketum PWI Atal S Depari menegaskan, wartawan tidak tunduk pada UU Ketenagakerjaan ketika melaksanakan tugas jurnalistik

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Anggota DPR Apresiasi Kesigapan Pemerintah Berantas Pinjol Ilegal

Anggota Komisi I DPR Sukamta mengapresiasi kesigapan pemerintah memberantas kasus pinjaman online (pinjol) ilegal.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Minta Data Kemiskinan Lebih Mutakhir dan Akurat

Wapres Ma'ruf Amin memberikan arahan agar perbaikan data kemiskinan terus diupayakan.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Dorong BLK Komunitas Link and Match dengan Dunia Industri

Wapres Ma'ruf Amin meminta agar pemda lebih memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, dan dipastikan link and match dengan kebutuhan industri.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Sampaikan Simpati atas Bencana Gempa di Bali

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menyampaikan simpatinya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Bali.

NASIONAL | 17 Oktober 2021



TAG POPULER

# Guru Honorer


# Kereta Cepat


# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Dodi Reza Alex Noerdin



TERKINI
Piala Thomas: Fajar/Rian Taklukkan He/Zhou, Indonesia Unggul 2-0 atas Tiongkok

Piala Thomas: Fajar/Rian Taklukkan He/Zhou, Indonesia Unggul 2-0 atas Tiongkok

OLAHRAGA | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings