Jokowi Minta Audit Ketahanan Bangunan terhadap Gempa Benar-benar Dilaksanakan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jokowi Minta Audit Ketahanan Bangunan terhadap Gempa Benar-benar Dilaksanakan

Rabu, 3 Maret 2021 | 14:47 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kebijakan nasional dan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan lagi setelah terjadi bencana, baru pontang panting dan saling menyalahkan. Presiden Jokowi juga secara khusus menyinggung soal pelaksanaan audit ketahanan bangunan, walau tak menyebut akan ada gempa besar mengguncang Indonesia.

Semua hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia telah mengalami bencana kemanusiaan yang belum ada bandingannya di dalam sejarah. Di satu sisi ada pandemi Covid-19, di sisi lain ada 3.253 bencana atau 9 bencana hidrometeorologi maupun geologi. Indonesia sendiri masuk ke dalam daftar 39 negara paling rawan bencana di dunia. Dan karena jumlah penduduk Indonesia besar, maka risiko jumlah korban yang terjadi apabila ada bencana juga sangat besar.

Presiden menyatakan kunci utama dalam mengurangi risiko terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana. Artinya, jangan sampai terlambat dan bersikap reaktif bila hanya terjadi bencana. Semuanya harus mempersiapkan diri dan melaksanakan antisipasi yang betul-betul terencana dengan baik.

"Karena itu kebijakan nasional dan kebijakan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan ada bencana baru kita pontang-panting, ribut, atau bahkan saling menyalahkan. Seperti itu tidak boleh terjadi," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, selama ini Indonesia sudah memiliki rencana induk penanggulangan bencana 2020-2024 melalui Perpres 87/2020. Namun, dia tak mau Indonesia berhenti hanya dengan memiliki grand design dalam jangka panjang. Presiden meminta agar grand design itu harus bisa diturunkan dalam kebijakan-kebijakan serta perencanaan.

Secara khusus presiden memberi penekanan pada perencanaan-perencanaan, termasuk tata ruang yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana. Serta dilanjutkan dengan audit dan pengendalian kebiajkan dan tata ruang yang berjalan di lapangan.

"Jadi bukan di atas kertas saja. Ini yang juga sudah berulang-ulang saya sampaikan. Saya ingin menegaskan beberapa hal, pertama, jangan kita disibukkan, jangan sibuk membuat aturan. Tapi yang utama adalah pelaksanaan di lapangan. Karana itu yang dilihat oleh masyarakat, dilihat oleh rakyat," kata Jokowi.

Presiden Jokowi sama sekali tak menyebut bahwa akan ada gempa di Indonesia. Tapi ketika bicara soal penegakan standar di lapangan, Jokowi mencontohkan penanganan gempa.

"Misalnya, ini urusan berkaitan dengan gempa, standar bangunan tahan gempa, fasilitas umum dan fasilitas sosial. Hal seperti ini harus dikawal dalam pelaksanaannya. harus diikuti dengan audit ketahanan bangunan agar betul-betul sesuai standar. Sehingga kalau terjadi lagi bencana di lokasi itu, di daerah itu, di provinsi itu, korban yang ada bisa diminimalisir dan segera melakukan koreksi dan penguatan apabila tidak sesuai dengan standar-standar yang ada. Dicek, dikoreksi lagi," beber Jokowi.

Jokowi juga meminta kebijakan untuk mengurangi risiko bencana harus benar-benar terintegrasi. Apa yang dilakukan di hulu, di tengah, di hilir, harus betul-betul dilihat. Dan tidak ada tidak boleh ada ego sektoral, ego daerah; semuanya harus benar-benar terintegrasi serta saling mengisi.

"Tidak boleh ada yang merasa kalau ini bukan tugasnya, bukan tugas saya, bukan urusan saya. Hati-hati ini bencana. Berbeda dengan hal-hal yang normal," kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga menekankan soal manajemen tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat. Baginya, hal ini penting di pasca bencana sehingga harus terus diperbaiki.

"Karena kecepatan itu yang dilihat oleh rakyat, kecepatan yang dilihat oleh masyarakat mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi. Jangan sudah tinggi lebih dari satu tahun belum nongol apa yang sudah kita sampaikan, apa yang sudah kita janjikan," ulas Jokowi.

Selanjutnya Presiden Jokowi meminta agar sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik dan dilaksanakan pengecekan terus menerus. Baginya, setiap peralatan itu harus dipastikan bekerja dengan cepat dan bisa bekerja dengan akurat.

"Dan kecepatan respons yang harus terus ditingkatkan. Semua rencana kontijensi dan rencana oeprasi saat tanggap darurat harus dapat diimplementasikan dengan cepat. Dan sekali lagi kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban. Sesali lagi kecepatan adalah kunci menyelematkan dan mengurangi jatuhnya korban. Sangat penting sekali," tegas Jokowi.

Presiden juga meminta agar ada upaya lebih keras memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait dengan kebencanaan. Dan itu harus terus menerus ditingkatkan, dimulai dari lingkup sosial yang paling kecil yaitu keluarga.

"Melakukan simulasi bencana secara rutin di daerah rawan bencana, sehingga warga semakin siap menghadapi bencana yang ada," imbuh presiden.

Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada para awak BNPB serta warga masyarakat yang selama ini aktif dalam aktivitas kebencanaan di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sajiku Kurangi Pemakaian Plastik hingga 9,5% di 2021

PT Ajinomoto Indonesia melalui merek Sajiku mendukung langkah pemerintah untuk mengurangi sampah plastik dengan mengurangi ketebalan kemasan.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Presiden Jokowi Apresiasi Kinerja BNPB

Jokowi secara khusus meminta jajaran BNPB dan pihak terkait lainnya untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi bencana secara terencana dan detail.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Sekjen Barikade 98 Dukung Erick Thohir Gandeng KPK Berantas Korupsi

Sebelumnya, KPK dan 27 BUMN menandantangani perjanjian kerja sama mengenai penanganan pengaduan dalam upaya pemberantasan korupsi

NASIONAL | 3 Maret 2021

Nikita Mirzani: Jangan Hapus UU ITE

Artis, yang kini juga dikenal sebagai pegiat media sosial (medsos), Nikita Mirzani meminta agar pemerintah memastikan UU ITE tidak dihapus

NASIONAL | 3 Maret 2021

Ustaz Yusuf Mansyur Apresiasi Keputusan Presiden Cabut Aturan Investasi Miras

Yusuf Mansur memuji sikap Presiden yang masih mau mendengarkan pendapat para alim ulama dan pemuka agama terkait rencana pembukaan investasi miras di Indonesia.

NASIONAL | 3 Maret 2021

KPK Periksa Direktur PT Energi Sejahtera Mas

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Direktur PT Energi Sejahtera Mas, Syafriadi, Rabu (3/3/2021).

NASIONAL | 3 Maret 2021

Ini Dukungan Kemkominfo untuk Pengembangan Pariwisata dan UMKM NTB

Dukungan dari Kemkominfo antara lain melalui penyediaan infrastruktur digital seperti Base Transceiver Station (BTS) dan akses internet gratis.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Tim Kajian UU ITE Akan Tampung Masukan Aktivis dan Asosiasi Pers

Tim kajian revisi UU Infomasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah selesai mengumpulkan sejumlah masukan dari narasumber pelapor dan terlapor.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Dukung Kampus Merdeka, 10 Perguruan Tinggi Bentuk Konsorsium "Ihilead"

Tujuannya adalah untuk mendukung implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

NASIONAL | 3 Maret 2021

Kejaksaan Tangkap Buronan Pembobol Dana Pensiun Pertamina Rp 1,4 Triliun

Terpidana tindak pidana korupsi tersebut atas nama Bety yang merupakan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas.

NASIONAL | 3 Maret 2021


TAG POPULER

# Covid-19 di Bekasi


# Markis Kido


# Covid-19


# Lionel Messi


# Pungli



TERKINI

IPO di Nasdaq, Anak Usaha IPTV Ajukan Registrasi ke Otoritas Bursa AS

EKONOMI | 10 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS