Gus Yaqut Tak Ingin Kasus Korupsi Al Quran dan Haji Terulang Kembali
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Gus Yaqut Tak Ingin Kasus Korupsi Al Quran dan Haji Terulang Kembali

Rabu, 3 Maret 2021 | 17:53 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut tak ingin kasus-kasus korupsi yang pernah terjadi di Kemag terulang kembali.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah menangani sejumlah kasus korupsi di lingkungan Kemag, seperti kasus korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama (Kemag) pada APBNP 2011 dan APBN 2012; kasus suap terkait jual beli jabatan di Kemag yang menjerat mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy atau Romy; serta kasus korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji dan menyalahgunakan dana operasional menteri (DOM) yang menjerat mantan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Yaqut mengatakan, kasus-kasus itu merupakan sejarah kelam yang diharapkan tak terjadi lagi.

"Itu kasus masa lalu yang kita tidak mau ulang kembali. Jadi sejarah kelam itu. Kita pastikan (tidak ada lagi)," kata Yaqut, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Untuk mencegah terulangnya sejarah kelam itu, Yaqut mendatangi Gedung KPK dan beraudiensi dengan pimpinan KPK pada hari ini. Dalam audiensi ini, Yaqut mengatakan dibahas kerja sama terkait pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi.

Dengan demikian, jajaran Kemag dapat berkonsentrasi menjalankan tugas pelayanan publik.

"Kita tadi mendiskusikan kerja sama pengaduan masyarakat. Karena di kementerian kami juga ada pengaduan-pengaduan yang masuk. Jadi supaya di Kementerian Agama ini lebih bisa konsentrasi melaksanakan tuhas-tugas pelayanan untuk urusan pengaduan kita kerjasamakan dengan KPK," katanya.

Selain itu, Yaqut berkomitmen untuk memperkuat sistem pengawasan internal Kementerian Agama sebagai bagian upaya pencegahan korupsi. Kementerian Agama juga menjadi satu dari 17 Kementerian/Lembaga yanf bekerja sama dengan KPK terkait pengawasan internal.

"Kita akan ikut masuk dalam bagian 17 Kementerian lembaga yang sudah bekerja sama dengan KPK dalam hal pengawasan internal," katanya.

Secara terpisah, Plt Jubir KPK, Ipi Maryati mengatakan, dalam audiensi tersebut, KPK meminta Yaqut dan jajarannya mengambil pelajaran dari sejumlah kasus korupsi yang pernah ditangani KPK terhadap jajaran di Kemag. Berdasarkan catatan KPK, modus korupsi yang terjadi di lingkungan Kemag terkait dengan pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan.

"Kewenangan Kemag khususnya dalam pengadaan barang dan jasa yang tersentralisasi seperti dalam kasus pengadaan laboratorium dan pengadaan Al-Quran dapat menjadi pembelajaran dan perlu dievaluasi. KPK mencatat kerawanannya dalam proses mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaannya. Kerawanan juga disebabkan besarnya kewenangan dan kontrol Kemag yang meliputi hingga ke daerah," kata Ipi.

Terkait upaya penguatan pencegahan korupsi melalui pendidikan, KPK telah dan akan terus mendorong implementasi pendidikan antikorupsi pada semua jenjang pendidikan di bawah Kemag sebagai upaya pembangunan integritas. Demikian juga untuk menjaga integritas penyelenggara negara dan pegawai negeri melalui kepatuhan LHKPN dan pengendalian gratifikasi.

"KPK juga mengingatkan agar Kemag mengevaluasi dan memperbaiki beberapa kerentanan yang telah diidentifikasi berdasarkan kajian sistem yang telah KPK sampaikan untuk mencegah tindak pidana korupsi ke depan," kata Ipi



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Reisa: Pembelajaran Tatap Muka Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, PTM terbatas dilaksanakan dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Polri Waspadai Transaksi Crypto untuk Peredaran Narkoba

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan peredaran narkoba di Indonesia, bahkan ada kecenderungan meningkat.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

KPK Cegah Bupati Hulu Sungai Utara Bepergian ke Luar Negeri

KPK meminta Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencegah Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid untuk bepergian ke luar negeri terkait kasus suap proyek.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Jengkel Jadi Khilaf, Alasan Eks Kapolres Nunukan Hajar Anak Buahnya

Mantan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar menghajar anak buahnya lantaran emosi dan khilaf.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Sesuai Konstitusi, TNI dan Polri adalah Komponen Utama Pertahanan dan Keamanan

Ketua Setara Institute Hendardi menyatakan, pengujian UU 23/2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN)di MK

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Kishore Mahbubani Dorong Indonesia Aplikasikan Musyawarah Mufakat sebagai Presidensi G-20

Akademisi dari Singapura, Profesor Kishore Mahbubani mengusulkan Indonesia membawa prinsip musyawarah dan mufakat dalam perannya sebagai Presidensi G20.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Survei IPI: Generasi Z dan Milenial Paham Isu Perubahan Lingkungan

Mayoritas generasi Z (Gen Z) dan milenial cukup mengetahui terhadap isu perubahan iklim dunia khususnya di Indonesia

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Franka Makarim Ingatkan Membaca Sangat Penting Bagi Anak

Penasihat Darma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikbudristek, Franka Makarim mengatakan, membaca sangat penting bagi anak-anak

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Survei IPI: Mayoritas Anak Muda Khawatir Isu Korupsi dan Kerusakan Lingkungan Hidup

Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menemukan bahwa mayoritas anak muda sangat khawatir terhadap masalah korupsi dan kerusakan lingkungan

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Soal Pembinaan Polisi, ICPW: Kalau Perlu 6 Bulan Sekali Anggota Dibina

Polri seharusnya bergerak cepat melakukan evaluasi pembinaan psikologi dan administrasi anggota.

NASIONAL | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Valentino Rossi


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Cristiano Ronaldo


# Anies Baswedan


# Timnas U-23



TERKINI
Satgas BLBI Setor Rp 2,4 Miliar dan US$ 7,6 Juta Hasil Hak Tagih ke Kas Negara

Satgas BLBI Setor Rp 2,4 Miliar dan US$ 7,6 Juta Hasil Hak Tagih ke Kas Negara

NASIONAL | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings