KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Mensos Juliari
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kasus Suap Bansos

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Mensos Juliari

Jumat, 5 Maret 2021 | 19:38 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara yang menyandang status tersangka kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Tak hanya Juliari, tim penyidik juga memperpanjang masa penahanan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos, Adi Wahyono yang juga tersangka kasus suap bansos.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, masa penahanan kedua tersangka diperpanjang selama 30 hari ke depan terhitung sejak 6 Maret 2021. Dengan demikian, Juliari dan mantan anak buahnya itu bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 4 April 2021.

"Hari ini (5/3/2021) tim penyidik KPK kembali memperpanjang penahanan Rutan selama 30 hari berdasarkan penetapan Ketua PN Jakarta Pusat yang kedua dimulai tanggal 6 Maret 2021 sampai 4 April 2021 untuk dua tersangka," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (5/3/2021).

Dengan perpanjangan masa penahanan ini, Juliari masih akan mendekam di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur, sementara Adi Wahyono di Rutan Polres Jakarta Selatan. Dikatakan, perpanjangan masa penahanan ini dilakukan lantaran penyidik masih memerlukan waktu merampungkan berkas penyidikan Juliari dan Adi Wahyono.

"Perpanjangan penahanan dilakukan karena tim penyidik masih memerlukan waktu menyelesaikan proses penyidikan dan pemberkasan perkara para tersangka tersebut," kata Ali.

Diberitakan, KPK menetapkan Juliari P Batubara selaku Mensos bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian IM dan Harry Sidabukke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kemsos tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode. Juliari selaku Mensos menunjuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan. Diduga disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kemsos melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 per paket bansos.

Selanjutnya Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang di antaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus. Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Batubara melalui Adi dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N, selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliar



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PGRI Minta Wali Kota Malang Perhatikan Nasib Guru

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa pemerintah Kota Malang berkomitmen akan terus memperhatikan kesejahteraan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Bank Panin Disidik KPK

Dalam sprindik disebutkan kedua oknum Ditjen Pajak menerima hadiah atau janji dari beberapa pihak termasuk Veronika Lindawati selaku kuasa PT Bank Panin.

NASIONAL | 5 Maret 2021

MAKI Minta KPK Juga Usut Dugaan Penyimpangan Pajak Rp 1,7 Triliun

KPK diminta mendalami adanya dugaan penyimpangan penagihan pajak senilai Rp 1,7 triliun

NASIONAL | 5 Maret 2021

Grup ABM Hadirkan Program Pelatihan Operator Alat Angkut Crane

Pelatihan merupakan wujud konsistensi PT ABM dalam memerkuat strategi Mining Value Chain (MVC) perusahaan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

NASIONAL | 5 Maret 2021

MUI Dukung Pemberantasan Mafia Tanah

MUI akan membahas masalah mafia tanah pada rapat pimpinan tanggal 9 Maret mendatang.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Presiden Joko Widodo Dukung Baznas Kampanyekan Gerakan Cinta Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengampanyekan Gerakan Cinta Zakat sebagai upaya memaksimalkan potensi zakat demi kesejahteraan masyarakat. Gerakan Cinta Zakat akan diluncurkan pada bulan Ramadan mendatang

NASIONAL | 5 Maret 2021

Tous les Jours Gandeng FCI Dukung Pemenuhan Gizi

Melalui kerja sama ini Tous les Jours berkomitmen mendonasikan roti setiap harinya untuk di distribusikan ke area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Begini Cara Polisi Hentikan Kasus Laskar FPI yang Jadi Tersangka

Minggu depan, polisi tetap mengirim berkas perkara

NASIONAL | 5 Maret 2021

KPK Setor Pembayaran Denda Perantara Suap Bowo Sidik

Jaksa Eksekutor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetorkan pembayaran denda Terpidana M Indung Andriani K sejumlah Rp 200 juta

NASIONAL | 5 Maret 2021

Anggota V BPK Terima Satyalancana Wira Karya dari Kemdagri

Anggota V BPK Bahrullah Akbar mendapat Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

NASIONAL | 5 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS