Pakar Sebut 4 Kemungkinan Terjadi ke Depan Pasca Moeldoko Jadi Ketum Partai Demokrat
Logo BeritaSatu

Pakar Sebut 4 Kemungkinan Terjadi ke Depan Pasca Moeldoko Jadi Ketum Partai Demokrat

Jumat, 5 Maret 2021 | 23:27 WIB
Oleh : Yustinus Paat / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Pakar Komunikasi Publik Emrus Sihombing mengatakan, suka tidak suka bahwa realitas politik menunjukkan, Partai Demokrat saat ini sudah mempunyai dua "nakoda".

Menurut Emrus, dengan terpilihnya Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko menjadi Ketum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), maka terjadi dualisme kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat.

“Tampaknya dua nakoda ini punya arah politik yang berbeda. Satu ingin berlabuh ke utara dan satu lagi ke selatan,” ujar Emrus di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Kemudian Emrus memprediksikan empat kemungkinan yang bakan terjadi ke depannya. Pertama, kata dia, Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersepakat melakukan proses pertukaran kepentingan politik, dengan memunculkan Ketum yang baru di luar Moeldoko dan AHY dan berbagi posisi struktural.

“Tampaknya ini sulit terwujud karena masing-masing lebih cenderung mempertahankan posisi dan harga diri di hadapan para pendukung masing-masing di Demokrat. Selain itu, dua sosok ini berbeda jauh status dan posisi strukturnya ketika mereka berkarir di instasi yang sama sebelumnya,” jelas dia.

Kedua, kata Emrus, tetap berisikukuh pada posisi masing-masing sebagai Ketua Umum yang sah. Pada kemungkinan kedua ini, menurut Emrus, dapat dipastikan akan menguras tenaga, pikiran dan biaya politik yang luar biasa. “Dengan situasi ini, citra dan reputasi Demokrat berpotensi semakin tergerus di mata publik,” tandas dia.

Ketiga, lanjut Emrus, SBY turun gunung sebagai mediator untuk melakukan pertukaran kepentingan politik antara Moeldoko dan AHY. Menurut dia, kemungkinan ketiga ini bisa saja hasilnya, melahirkan kepemimpinan transisi yang disepakati kedua pihak yang ditugaskan menyelenggarakan Kongres Sangat Luar Biasa (KSLB) dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya.

"Keempat, melaui proses pengadilan. Pola ini tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar karena hanya memutuskan ke-legal-an dari dua kepengurusan. Namun, walaupun salah satu dari keempat kemungkinan tersebut ditempuh, posisi Partai Demokrat tetap berpotensi menurun dalam kontestasi politik mendatang,” pungkas Emrus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peradilan Kasus Mafia Tanah Rawan Intervensi

Aparat penegak hukum diharapkan dapat lebih jeli dan tegas saat menangani kasus yang melibatkan mafia tanah

NASIONAL | 5 Maret 2021

Forkorindo Resmi Gugat Kempupera ke PTUN

Forkorindo pada Jumat (5/3/2021) akhirnya resmi menggugat Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

NASIONAL | 5 Maret 2021

Wamenhan: Harmonisasi BUMN Indhan Diharapkan Jadi Lokomotif Kemandirian Industri Pertahanan

Harmonisasi BUMN Industri Pertahanan (Indhan) diharapkan dapat menjadi lokomotif bagi kemandirian industri pertahanan Indonesia.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Polresta Denpasar Tangkap 2 Bandar 30 Kg Ganja Lintas Provinsi

Tersangka Suhadi berperan menjadi bandar narkotika, sedangkan tersangka Rio membantu menjadi bandar dan juga pengedar sejak 2018.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Bank Jatim Dukungan Pengembangan Wisata Lumajang

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mendukung wahana wisata di kawasan Lumajang.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Kemhan Beri Piagam Bela Negara kepada Warga NTT Eks Timor Timur

Kemhan) melanjutkan pemberian penghargaan kepada 11.845 WNI di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pernah berperan aktif dalam mempertahankan keutuhan NKRI

NASIONAL | 5 Maret 2021

BLK Harus Jadi Titik Unggul Bagi Dunia Usaha

Menaker membuka pelatihan berbasis kompetensi tahap I di Balai Latihan Kerja (BLK) Ternate, Maluku Utara, bertempat di aula BLK Ternate.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Pangdam I/BB Resmikan Masjid Al Firman Kodim 0316 Batam

Pangdam I/BB mengajak prajurit dan PNS Kodim 0316/Batam untuk selalu cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial ke arah positif.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Nurdin Abdullah Klaim Uang yang Disita KPK untuk Bantuan Masjid

Nurdin Abdullah mengklaim uang miliaran rupiah yang disita tim penyidik KPK merupakan uang bantuan untuk masjid.

NASIONAL | 5 Maret 2021

Kejagung Ajukan Pemblokiran Aset Tersangka Kasus Asabri

Kejagung telah mengajukan pemblokiran aset tanah persil yang terkait dengan tersangka HS.

NASIONAL | 5 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS