Ketua DPC PDIP Kendal Disebut Terima Fee Bansos Covid-19
Logo BeritaSatu

Korupsi Bansos

Ketua DPC PDIP Kendal Disebut Terima Fee Bansos Covid-19

Senin, 8 Maret 2021 | 23:19 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Aliran uang dari fee pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang diterima mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara bersama dua anak buahnya Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso mengalir ke sejumlah pihak. Salah satunya, Ketua DPC PDIP Kendal, Jawa Tengah, Akhmat Suyuti.

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja dan konsultan hukum Harry Van Sidabukke, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/3/2021).

Mulanya, Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi kepada Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial (Kemsos) sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Kantor Pusat Kemsos tahun 2020 dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan Bansos sembako Covid-19, Adi Wahyono mengenai pernyataan PPK Kemsos lainnya, Matheus Joko Santoso yang membeberkan mengenai penyerahan uang Rp 8,4 miliar kepada Juliari melalui Adi secara bertahap.

Uang yang dikumpulkan dari fee pengadaan bansos itu dipergunakan untuk kepentingan Juliari. Salah satunya uang sebesar Rp 2 miliar yang diserahkan Joko kepada Adi di Bandara Halim Perdanakusuma saat Juliari akan berangkat ke Semarang.

"Tadi Pak Adi mengatakan untuk operasional. Apakah ada dari penggunaan operasional tersebut di luar untuk kegiatan Kementerian, artinya untuk kegiatan pribadi Juliari sendiri?" tanya Jaksa KPK.

Adi mulanya mengklaim tidak tahu. Jaksa kemudian menyinggung soal kepergian Juliari ke Semarang. Menurut Adi, Juliari saat itu pergi ke Semarang untuk bertemu dengan Ketua DPC PDIP Kendal Akhmat Suyuti.

"Apa diberikan ke Ahmad Suyuti?" tanya Jaksa KPK.

"Saya tidak tahu dalam proses penyerahan di situ. Tugas saya hanya menyerahkan (uang) di Bandara," jawab Adi.

"Atas perintah siapa yang penyerahan (uang) di bandara?" tanya jaksa lagi.

"Pak menteri," kata Adi.

Jaksa kemudian memutarkan rekaman sadapan percakapan telepon antara Adi dengan Akhmat Suyuti. Dalam percakapan itu, Adi menyebut "ada titipan dari pak Menteri".

Adi mengakui, kalimat titipan itu berarti sesuatu yang hendak diberikan Juliari kepada Akhmat Suyut. Namun, Adi mengaku urung menyerahkan uang tersebut ke Akhmat Suyuti lantaran Juliari mengadakan kunjungan ke Semarang.

"Artinya memang mau dikirimkan, tapi terus tiba-tiba ada kunjungan kerja," jelasnya.

"Artinya betul ada penyerahan uang ke Pak Akhmad Suyuti ya?" tanya Jaksa.

Adi mengaku tak mengetahui persis mengenai hal itu. Belakangan saat bertemu di sela pemeriksaan KPK, Adi mengonfirmasi mengenai uang tersebut kepada Akhmat Suyuti. Saat itu, Akhmat Suyuti mengaku menerima uang dari Kukuh Ari Wibowo, staf ahli Menteri Sosial.

"Katanya yang menyerahkan uang itu Pak Kukuh (staf khusus menteri), tapi saya serahkan uang itu ke Pak Eko (ADC Menteri)," katanya.

Adi menuturkan, Juliari berhubungan akrab dengan Ahmad Suyuti. Hal ini lantaran, sebelum menjabat sebagai Mensos, Juliari merupakan Caleg PDIP untuk DPR dari Dapil I Jateng yang salah satunya meliputi Kendal.

"Secara persis saya tidak tahu (hubungan Suyuti dan Juliari), hanya pak menteri kan Dapilnya Jateng I, meliputi Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten semarang, sama Salatiga," kata Adi.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja dan konsultan hukum Harry Van Sidabukke telah menyuap mantan Menteri (Mensos) Juliari P Batubara bersama dua PPK Kemsos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso dengan total Rp 3,2 miliar. Suap tersebut untuk memuluskan penunjukan perusahaan sebagai vendor pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Harry didakwa memberikan suap senilai Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian didakwa memberi suap sebesar Rp 1,95 miliar. Pemberian suap dari kedua terdakwa ini dilakukan secara bertahap.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ada Aliran Fee Bansos ke Pedangdut Cita Citata

Salah satu pihak yang disebut turut kecipratan aliran fee bansos, yakni pedangdut Cita Citata

NASIONAL | 8 Maret 2021

Pemkot Medan Janji Segera Cairkan Insentif Tenaga Kesehatan

Salah satu prioritas adalah tenaga kesehatan di RSUD dr Pirngadi Medan yang belum menerima insentif tujuh bulan pada 2020.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Potensi Energi Terbarukan Indonesia Mencapai 417 Giga Watt

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan, potensi energi baru terbarukan itu berasal dari samudera, panas bumi, bioenergy, bayu, hidro.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Kejagung Sita Aset Benny Tjokro Tanah Seluas 179 hektare di Bogor

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita aset milik Benny Tjokrosaputro, berupa tanah seluas 179 hektare di Kabupaten Bogor

NASIONAL | 8 Maret 2021

Pengacara Rizieq Syihab Optimis Gugatan Praperadilan Dikabulkan

Pihak pemohon optimis gugatannya dikabulkan majelis hakim karena beranggapan bahwa administrasi yang dilakukan kepolisian salah.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Polresta Malang Tangkap 2 Pelempar Mobil Dinas Polisi, Salah Satunya Diduga Anak Jaksa

Jajaran Polresa Malang menangkap dua pelaku pelemparan 3 kendaraan mobil dinas patroli Satshabara dengan menggunakan batu batako.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Praperadilan Rizieq Syihab, Ini Argumen Polisi

Polisi menegaskan bahwa surat perintah penangkapan dan penahanan sudah pernah diuji dalam persidangan praperadilan soal penetapan tersangka Rizieq Syihab.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Ketua Dewan Pers: Kuasai Budaya Digital

Pengelola media massa berbasis internet atau media digital perlu memahami digital culture

NASIONAL | 8 Maret 2021

Kemhan Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi 5.441 Pegawai

Kemhan melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi pegawainya, di Gedung Urip Sumohardjo, Kemhan, Jakarta, Senin (8/3/2021).

NASIONAL | 8 Maret 2021

Unhas Jadi Kampus Pertama Lakukan Vaksinasi Seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan

Universitas Hasanuddin menjadi kampus pertama di Indonesia yang memberikan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh dosen dan tenaga kependidikan.

NASIONAL | 8 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS