Ini Penjelasan Lengkap Mahfud soal Laskar FPI Tewas Jadi Tersangka
Logo BeritaSatu

Ini Penjelasan Lengkap Mahfud soal Laskar FPI Tewas Jadi Tersangka

Selasa, 9 Maret 2021 | 16:45 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhuman Mahfud MD menjelaskan enam anggota Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dan menjadi tersangka karena dianggap melakukan penyerangan terhadap anggota kepolisian.

Mahfud mengatakan bahwa hal itu hanya konstruksi hukum. Setelah dinyatakan tersangka, sehari kemudian dinyatakan gugur perkaranya. "Karena konstruksi hukum yang dibangun oleh Komnas HAM itu ada orang yang terdiri atau yang bernama laskar FPI itu kemudian memancing aparat untuk melakukan tindakan kekerasan dan membawa senjata. Ada bukti senjatanya, ada proyektilnya," kata Mahfud yang mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI, yang berisikan sosok seperti Abdullah Hehamahua, Amien Rais, hingga Marwan Batubara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Dalam laporan Komnas HAM kata Mahfud, ada nomor telepon orang yang memberi komando. "Siapa itu? Nah oleh karena sekarang enam orang terbunuh ini yang kemudian menjadi tersangka dicari pembunuhnya, maka dikonstruksi dulu dia tersangka karena dia memancing aparat untuk melakukan tindak kekerasan dengan membawa senjata. Nah sesudah itu baru siapa yang membunuh orang-orang ini? Yang memancing ini," kata dia.

Menurut Mahfud konstruksi hukumnya baru enam orang yang diumumkan polisi dan perkaranya gugur. "Tapi tidak usah SP3. Itu cukup dinyatakan perkaranya gugur sesuai dengan ketentuan undang-undang bahwa tersangka yang sudah meninggal perkaranya gugur. Cukup. Selesai. Perkaranya gugur," kata dia.

Soal pihak yang membunuh enam anggota FPI akan dibuka di pengadilan. "Nah kita minta TP3 atau siapa pun yang punya bukti-bukti lain, kemukakan di proses persidangan itu. Sampaikan melalui Komnas HAM kalau ragu terhadap polisi atau kejaksaan. Sampaikan di sana. Gitu. Tapi kami melihat yang dari Komnas HAM itu sudah cukup lengkap," kata Mahfud MD.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

La Nyalla: Inovasi dan Kualitas Kunci Produk Lokal Bisa Bersaing

Menanggapi maraknya produk impor, Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti menilai inovasi dan kualitas merupakan kunci agar produk lokal bisa bersaing.

NASIONAL | 9 Maret 2021

Dampingi Jokowi Terima Amien Rais, Mahfud Jelaskan Kasus Penembakan Laskar FPI

TP3 Enam Laskar FPI mendesak bahwa kejadian di Tol Cikampek yang menewaskan enam orang anggota FPI adalah sebagai pelanggaran HAM berat.

NASIONAL | 9 Maret 2021

Transportasi Ramah Lingkungan Tidak Bisa Lagi Ditunda

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria yakin bahwa Jakarta dapat mengaplikasikan konsep sustainability city.

NASIONAL | 9 Maret 2021

Soal 6 Laskar FPI Tewas di Tol, Jokowi Sudah Minta Komnas HAM Independen

Presiden Joko Widodo dan pemerintah sama sekali tidak ikut campur dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM.

NASIONAL | 9 Maret 2021

Jalin Kerja Sama dengan KPK, Pakar: Erick Thohir Serius Bersih-bersih BUMN

27 perusahaan BUMN untuk berkerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi melalui Whistle Blowing System.

NASIONAL | 9 Maret 2021

FKKMK UGM Putuskan Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara

Surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan.

NASIONAL | 8 Maret 2021

Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah, KPK Geledah Kantor PT Adonara Propertindo

KPK melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah DKI Jakarta terkait dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon.

NASIONAL | 9 Maret 2021

Lagi, KKP Gagalkan Pengiriman 29.250 Benih Lobster

BKIPM bersama Bea Cukai dan Otoritas Bandara Juanda Surabaya menggagalkan penyelundupan 29.250 benih bening lobster (BBL).

NASIONAL | 9 Maret 2021

Kasus Suap PLTU Cirebon, KPK Kembali Periksa Eks Petinggi PT Cirebon Power

KPK kembali jadwalkan pemeriksaan mantan Corporate Affair Director PT Cirebon Power, Teguh Haryono, Selasa (9/3/2021), terkait kasus suap PLTU 2 Cirebon.

NASIONAL | 9 Maret 2021

Satgas Pamtas Yonif 642 Kapuas Amankan 42 Kg Narkoba di Jalur Perbatasan

Narkoba tersebut dibungkus menggunakan kemasan teh, yang ditemukan saat melaksanakan kegiatan patroli patok perbatasan dan jalur ilegal di Sambas.

NASIONAL | 9 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS