ICW: Sama dengan Hukuman Kades, Vonis Jenderal Prasetijo dan Napoleon Terlalu Ringan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

ICW: Sama dengan Hukuman Kades, Vonis Jenderal Prasetijo dan Napoleon Terlalu Ringan

Kamis, 11 Maret 2021 | 11:53 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menegaskan vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan Irjen Pol Napoleon Bonaparte masih terlalu ringan. ICW menilai vonis ringan itu mengecilkan makna kejahatan korupsi yang dilakukan kedua jenderal polisi tersebut.

"Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Brigadir Jenderal Polisi Prasetijo Utomo dan Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte terlalu ringan dan terkesan mengecilkan pemaknaan kejahatan korupsi yang dilakukan oleh dua perwira tinggi Polri tersebut," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Kamis (11/3/2021).

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 3 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap mantan Kabiro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Polri Brigjen Prasetijo Utomo karena terbukti menerima suap USD 100.000 dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Tjandra melalui pengusaha Tommy Sumardi. Sementara Irjen Napoleon yang merupakan mantan Kadiv Hubinter Polri divonis 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menerima suap USD 370.000 dan SGD 200.000 dari Djoko Tjandra melalui Tommy Sumardi.

Kurnia menyatakan, vonis terhadap Prasetijo Utomo dan Napoleon itu lebih rendah atau sama jika dibandingkan dengan hukuman Jenuri, seorang Kepala Desa Wanakaya, Indramayu, Jawa Barat, pada Desember tahun lalu. Jenuri divonis 4 tahun penjara karena terbukti melakukan praktik korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 168 juta.

"Sedangkan Prasetijo dan Napoleon, dianggap telah menerima dana Rp 8,4 miliar dari Djoko Tjandra malah hanya divonis 3 tahun 6 bulan penjara dan 4 tahun penjara," kata Kurnia.

ICW menilai, hukuman yang pantas dijatuhkan kepada Prasetijo dan Napoleon adalah penjara seumur hidup. Keduanya juga layak diberi sanksi denda sebesar Rp1 miliar. Kurnia membeberkan dasar argumentasinya. Dikatakan, ketika melakukan kejahatannya Prasetijo dan Napoleon mengemban tugas sebagai penegak hukum.

"Tentu, praktik suap-menyuap yang ia lakukan dengan sendirinya meruntuhkan citra Polri di mata masyarakat," kata Kurnia.

Selain itu, Prasetijo dan Napoleon selaku penegak hukum malah bekerja sama dengan buronan. Dalam fakta persidangan terungkap Prasetijo membantu istri Djoko Tjandra membuat surat yang ditembuskan ke Interpol Polri dan juga bersurat ke Anna Boentaran terkait informasi red notice Djoko Tjandra. Sedangkan Napoleon sendiri dianggap terbukti menyurati Dirjen Imigrasi agar status daftar pencarian orang Djoko Tjandra dihapus.

"Kemudian tindakan tercela yang dilakukan oleh keduanya mengakibatkan adanya hambatan dalam proses hukum untuk menjebloskan narapidana Djoko Tjandra ke lembaga pemasyarakatan," tegas Kurnia.

Di sisi lain, ICW juga mempertanyakan landasan putusan Majelis Hakim yang justru menggunakan Pasal 5 ayat (2) UU Tipikor dalam persidangan keduanya. Akibatnya, vonis terdakwa menjadi sangat ringan karena maksimal ancaman dalam pasal itu hanya lima tahun penjara.

"Semestinya Hakim dapat menggunakan Pasal 12 huruf a UU Tipikor, yang mengatur pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal seumur hidup," kata Kurnia.

Selain itu, ICW juga mendesak agar Polri melakukan pemberhentian tidak dengan hormat kepada Prasetijo dan Napoleon atas kejahatan yang dilakukan keduanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hadapi Era 4.0, Penyuluh Pertanian Wajib Lakukan Transformasi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengutarakan pertanian harus terus bersinergi dengan kemajuan teknologi.

NASIONAL | 27 Januari 2022

Puan dan Ganjar Kompak Sukseskan Program Bebas Stunting

Puan Maharani dan  Ganjar Pranowo, serta sejumlah kader PDI Perjuangan (PDI) terlihat kompak menyukseskan program bebas stunting.

NASIONAL | 27 Januari 2022


Dugaan Ujaran Kebencian, Edy Mulyadi Siap Diperiksa Besok

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus memproses laporan dugaan ujaran kebencian oleh Youtuber Edy Mulyadi. 

NASIONAL | 27 Januari 2022

Khawatir Paham Radikal Makin Merajalela, Sahroni Minta BNPT Antisipasi

Ahmad Sahroni khawatir paham radikal makin merajalela. Karenanya, Sahroni meminta BNPT mengantisipasi penyebaran paham radikal.

NASIONAL | 27 Januari 2022

Ujaran Kebencian Edy Mulyadi, Bareskrim Periksa 38 Saksi

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus memproses laporan dugaan ujaran kebencian oleh Youtuber Edy Mulyadi dengan memeriksa 38 saksi.

NASIONAL | 27 Januari 2022

Ditjen Imigrasi Luncurkan Teknologi Layanan Terbaru

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi meluncurkan teknologi layanan terbaru dalam rangka menyambut Hari Bhakti Imigrasi ke-72.

NASIONAL | 27 Januari 2022

Presiden Tunjuk Mardiasmo dan Hery Gunardi sebagai Ketua dan Waket Pansel BPKH

Presiden Jokowi telah menetapkan Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) periode 2022 -2027.

NASIONAL | 27 Januari 2022

KPK Tetapkan Eks Dirjen Keuangan Daerah Tersangka Suap Dana PEN Kolaka Timur

Terkait kasus suap dana PEN, KPK menetapkan mantan Dirjen Keuangan Daerah Ardian Noervianto dan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur sebagai tersangka.

NASIONAL | 27 Januari 2022

Hindari Empat "Terlalu" untuk Cegah Stunting di Indonesia

Kampanyekan empat "Terlalu" untuk mencegah stunting di Indonesia.

NASIONAL | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Sempat Tertinggal, Indonesia Tundukkan Timor Leste 4-1

Sempat Tertinggal, Indonesia Tundukkan Timor Leste 4-1

BOLA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings