Logo BeritaSatu

Legislator PDIP Soroti Perlakuan terhadap Tim Indonesia di All England 2021

Kamis, 18 Maret 2021 | 19:26 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menyoroti perlakuan terhadap Tim Indonesia di All England 2021. Andreas menyatakan, kasus dipulangkannya Tim Indonesia, bukanlah salah pemain maupun regulasi di Inggris.

Andreas menyebut, semua hal ini terjadi karena pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) maupun ofisial tak paham regulasi di negara tempat ajang internasional.

“Pemain tentu tidak bisa disalahkan. Regulasi di Inggris pun tidak bisa kita salahkan. Ini terjadi karena pengurus PBSI dan tim official kita kurang memahami aturan-aturan internasional,” kata Andreas, Kamis (18/3/2021).

Menurut Andreas, Indonesia tidak bisa mengubah regulasi di negara orang. Andreas menegaskan kini hal yang bisa dilakukan yakni harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan regulasi negara lain, apabila ingin terjun dalam arena olahraga internasional.

Nampaknya, Andreas menambahkan, aspek inilah yang harus dipelajari dan diantisipasi sehingga kasus tersingkirnya Tim Indonesia tidak terulang.

“Kalau tahu bahwa menggunakan penerbangan reguler sangat berisiko pada penularan aturan Covid-19, seharusnya Tim Indonesia tidak menggunakan pesawat reguler. Kalau memang dibutuhkan, pengurus atau tim ofisial seharusnya menyewa privat jet untuk kontingen Indonesia demi menghindari tertular dan regulasi di Inggris sebagaimana yang saat ini terjadi,” kata Andreas.

Menurut Andreas, PBSI dan ofisial harusnya belajar dari ajang tenis internasional Australian Open. Di sana, para pemain profesional yang berpartisipasi tidak mau mengambil risiko.

“Mereka, ya kalau tidak menggunakan privat jet, ya datanglah lebih awal. Sehingga apabila terjadi kasus seperti yang saat ini terjadi di Inggris, pemain punya waktu untuk karantina mandiri,” ulas Andreas.

Andreas mengatakan pihaknya menilai terdepaknya Tim Indonesia 2021 tanpa bertanding merupakan peristiwa tragis. Tekad Kevin Sanjaya dan Markus Gideon untuk membuktikan kepiawaiannya sebagai pasangan ganda putra terbaik dunia pupus sudah.

Begitu juga dengan maestro bulu tangkis Indonesia lainnya seperti Antoni Ginting, Jonatan Christie dan Greysia Poli, yang sedang bertekad membuktikan ketangguhannya.

“Semuanya tamat sebelum bertanding. Bukan karena persoalan teknis perbulutangkisan, tetapi karena faktor non teknis akibat regulasi dan adaptasi new normal,” ucap Andreas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Anggota TNI Tewas


# Medina Zein


# Vaksinasi Covid-19


# Piala Thomas


# Timnas Indonesia


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DPR Minta KPU-Bawaslu Lakukan Simulasi Masa Kampanye 75 Hari

DPR Minta KPU-Bawaslu Lakukan Simulasi Masa Kampanye 75 Hari

NEWS | 59 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings