Jabodetabek Sudah Lewati Puncak Musim Hujan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jabodetabek Sudah Lewati Puncak Musim Hujan

Sabtu, 20 Maret 2021 | 22:25 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menilai fenomena cuaca cerah berawan dan panas pada massa seminggu terakhir ini adalah hal yang wajar untuk wilayah Jabodetabek.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan hal ini karena beberapa wilayah di Jabodetabek sudah melewati puncak musim hujan, yang dicirikan dengan frekuensi hujan yang lebih jarang dibandingkan dengan periode sebelumnya pada Januari dan Februari.

"Kondisi atmosfer yang sudah tidak selabil pada saat puncak musim hujan di bulan Januari-Februari menyebabkan berkurangnya pembentukan awan hujan di Jabodetabek," katanya kepada Beritasatu.com pada Sabtu (20/3/2021).

Hal ini menyebabkan cuaca yang lebih kondusif dan suhu udara meningkat. Peningkatan suhu udara juga terjadi karena tidak adanya hujan serta radiasi optimal yang diterima permukaan bumi karena tidak terhalang awan-awan konvektif. Secara umum dapat disampaikan bahwa pada bulan Maret hingga Mei 2021 merupakan masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau (masa pancaroba).

Diakui untuk wilayah Jabodetabek saat ini masih masuk dalam musim hujan, meskipun beberapa wilayah sudah melewati puncak musim hujan. Namun demikian potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek, khususnya di Jabodetabek bagian selatan.

Hujan sedang-lebat yang terjadi ini juga terkadang disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat yang umumnya terjadi pada siang/sore hari. Pada akhir musim hujan juga perlu diwaspadai potensi terjadinya puting beliung dan hujan es, karena berdasarkan statistik kedua kejadian ekstrem tersebut sering terjadi pada menjelang dan saat masa peralihan musim, meskipun masih juga tercatat terjadi pada musim hujan.

Sementara musim kemarau merupakan suatu musim yang terjadi akibat pengaruh sistem Muson yang memiliki ciri – ciri tidak turunnya hujan dalam kurun waktu tertentu. Kurun waktu tertentu disebut musim kemarau jika curah hujan per bulan berada di bawah 60 mm per bulan atau 20 mm per dasarian selama 3 dasarian secara berturut-turut.

Dasarian adalah satuan waktu meteorologi yang lamanya sepuluh hari. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan prakiraan curah hujan bulanan, diprakirakan kondisi musim hujan pada bulan Maret - April 2021 akan bersifat "normal" sampai "atas normal" atau cenderung lebih basah dari biasanya atau bila dibandingkan dengan musim hujan tahun lalu.

"Diprakirakan hingga Maret 2021 ini potensi hujan di Jabodetabek masih cukup tinggi, namun intensitasnya akan cenderung menurun. Untuk Jabodetabek, umumnya masa peralihan antara musim hujan ke musim kemarau berlangsung pada April 2021," urai Guswanto.

Awal musim kemarau di seluruh Indonesia tidak seragam secara ruang dan waktu, akan tetapi pada bulan Juni sampai Agustus 2021 secara umum merupakan periode musim kemarau. Nantinya dalam waktu dekat ini BMKG juga akan segera merilis Prakiraan Musim Kemarau Tahun 2021.

Sebelum berbicara dampak, lanjut dia, alangkah baiknya bila dipahami bahwa prinsip daripada teknologi modifikasi cuaca adalah mendorong potensi awan hujan menjadi hujan.

Oleh sebab itu, syarat teknologi modifikasi cuaca adalah potensi adanya awan hujan yang menghasilkan hujan, disamping parameter cuaca lainya kelembaban udara, arah dan kecepatan angin.

"Teknologi Modifikasi cuaca hanya berlangsung untuk wilayah tertentu (sempit) dengan kurun waktu yang singkat, lebih khusus ke cuaca suatu tempat/daerah tertentu," jelas dia.

Sedangkan untuk musim itu sendiri adalah kondisi udara di sebuah wilayah yang cukup luas, bergantung dengan banyak faktor dan berlangsung dengan waktu yang cukup lama.

"Bisa dalam tempo tahunan, di satu sisi teknologi modifikasi cuaca dilakukan dalam waktu yang singkat dan daerah yang sempit, sehingga dampak TMC terhadap musim perlu dikaji lebih mendalam dan waktu yang cukup lama, serta wilayah yang lebih luas," tutup Guswanto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hujan Deras, Risma Tetap Semangat Tinjau Lokasi Penanaman Pohon PDIP di Area GBK

Risma berharap agenda penanaman pohon yang dilakukan PDI Perjuangan ini akan semakin menghijaukan Gelora Bung Karno (GBK).

NASIONAL | 20 Maret 2021

Dinkes Kota Malang Siapkan Vaksinasi Drive Thru Khusus Lansia

Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), menyiapkan layanan drive thru vaksinasi Covid-19 khusus kalangan lansia.

NASIONAL | 20 Maret 2021

Ujian SIMAK Gelombang I Ditunda, UI Sampaikan Permintaan Maaf

UI akan menyampaikan pemberitahuan lebih lanjut dari Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UI terkait SIMAK UI melalui penerimaan.ui.ac.id.

NASIONAL | 20 Maret 2021

Munarman Klaim Pasal 160 KUHP Adalah Deja Vu Era Kolonial

Munarman mengklaim bahwa yang dialami Rizieq seperti halnya proklamator Bung Karno.

NASIONAL | 20 Maret 2021

Trigana Air Tergelincir, DPR: Lakukan Ramp Check Seluruh Pesawat

Kementerian Perhubungan (Kemhub) diharapkan melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check seluruh pesawat.

NASIONAL | 20 Maret 2021

Mendagri Tekankan Pentingnya Peningkatan SDM

Mendagri juga tak lupa memberikan masukan-masukan untuk kepala daerah yang baru, agar sinergi positif antar lembaga dapat terjaga dan turut membantu kemajuan da

NASIONAL | 20 Maret 2021

Kemag Pastikan Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis Nasional Digelar dengan Protokol Kesehatan Ketat

Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional ke-13 Tahun 2021 akan digelar di Jakarta, 22-25 Maret 2021.

NASIONAL | 20 Maret 2021

Polemik Astrazeneca, Ketua DPD RI Harap Vaksin Halal Tetap Diupayakan

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Rakyat (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti berharap penggunaan vaksin halal tetap diusahakan agar tidak terjadi polemik.

NASIONAL | 20 Maret 2021

MAKI Serahkan Data Korupsi Pengadaan Tanah di Munjul kepada KPK

MAKI menyerahkan data terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kepda KPK

NASIONAL | 20 Maret 2021

Menkominfo Ingatkan Masyarakat Lindungi Data Pribadi

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate meminta masyarakat untuk menjaga data pribadi.

NASIONAL | 20 Maret 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS